Berebut Dana Bantuan Corona, 3 Perempuan Tewas Terinjak-injak

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2020 | 15:08 WIB
Berebut Dana Bantuan Corona, 3 Perempuan Tewas Terinjak-injak
Ilustrasi garis polisi, TKP tindak kejahatan. [Shutterstock]

Suara.com - Tiga perempuan di Kolombo, Sri Lanka, tewas setelah terinjak-injak dalam acara pembagian dana bantuan bagi terdampak pandemi virus corona.

Menyadur Al Jazeera, pembagian bantuan dana sebesar 8 dolar Amerika Serikat (Rp 118.008) yang berakhir rusuh ini digelar di rumah seorang pengusaha pada Kamis (21/5).

Seorang anggota parlemen Sri Lanka Mujibur Rahman mengatakan, sekitar 1000 orang mengantre untuk mendapatkan bantuan dana. Situasi kacau saat beberapa orang berupaya menerobos antrean.

"Beberapa orang mencoba melanggar antrean dan menerobos masuk," ujar Rahman.

"Kemudian para wanita yang berada di ujung antrean pun jatuh dan terinjak-injak hingga meninggal," imbuh dia.

Insiden ini juga mengakibatkan sembilan orang pengantre sumbangan terluka parah. Para korban kini telah menjalani perawatan intesif di rumah sakit.

Seorang polisi berjaga-jaga di luar sebuah gudang tempat pembagian bantuan di Kolombo. (AFP/STR)
Seorang polisi berjaga-jaga di luar sebuah gudang tempat pembagian bantuan di Kolombo. (AFP/STR)

Semenjak kebijakan pembatasan wilayah yang diterapkan mulai Maret, sambung Rahman, banyak warga Sri Lanka yang kewalahan dihantam krisis pandemi virus corona.

"Masyarakat tidak mendapatkan penghasilan selama dua bulan karena lockdown (sejak 20 Maret)," kata dia.

"Orang-orang putus asa. Begitu mendengar tentang sumbangan hari ini, lebih dari seribu (orang) datang."

Kepala Kepolisian Kolombo Deshabandu Tennakoon mengatakan pihak penyelenggara, termasuk pengusaha dan lima asistennya kini telah ditangkap dengan tuduhan pelanggaran lockdown.

Kacaunya acara bantuan ini ternyata bukan yang kali pertama. Beberapa pekan sebelumnya, pembagian bantuan oleh pemerintah sebesar 27 dolar AS (Rp 399.419) untuk keluarga miskin juga mengalami kerusuhan.

Sebagai informasi, Sri Lanka sejauh ini mencatatkan total kasus infeksi virus corona sebanyak 1.045 dengan sembilan kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terjebak di Sri Lanka, Pasangan Ini Sudah Bulan Madu Selama 2 Bulan Lebih

Terjebak di Sri Lanka, Pasangan Ini Sudah Bulan Madu Selama 2 Bulan Lebih

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2020 | 20:00 WIB

Rusuh Protes Pekerja Migran di India, Polisi Dilempari Batu

Rusuh Protes Pekerja Migran di India, Polisi Dilempari Batu

News | Sabtu, 09 Mei 2020 | 21:41 WIB

KBRI Colombo Repatriasi 347 WNI dari Sri Lanka dan Maladewa

KBRI Colombo Repatriasi 347 WNI dari Sri Lanka dan Maladewa

Foto | Sabtu, 02 Mei 2020 | 15:05 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:13 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB