Benang Kusut Prostitusi dan Virus Corona di Filipina

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Jum'at, 22 Mei 2020 | 21:57 WIB
Benang Kusut Prostitusi dan Virus Corona di Filipina
Ilustrasi prostitusi. (Shutterstock)

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang hidup di luar lingkaran prostitusi? Rupanya, mereka tak mengalami hal yang lebih baik.

Jennifer, nama samaran wanita yang telah membantu perempuan HIV-positif sepertinya, mengatakan kepada Rappler bahwa krisis telah membuat mereka semakin sulit mendapatkan bantuan pemerintah dan perawatan kesehatan.

"Kami memiliki obat-obatan untuk diminum, tetapi lebih sulit untuk mendapatkannya sekarang karena karantina. Kami dapat bertahan hidup karena kami memiliki sebuah organisasi," ungkapnya.

Jika bukan karena organisasinya, Koalisi Melawan Perdagangan Perempuan-Asia Pasifik (CATW-AP), dia mengatakan perempuan yang dieksploitasi di komunitasnya akan lebih menderita selama pandemi.

Salah seorang mantan pelacur dengan nama samaran Jaida mengaku khawatir, pandemi membuat teman-temannya kembali menjajakan tubuh mereka.

"Saya hanya menjual sayuran sekarang, saya tidak ingin kembali ke pelacuran. Tetapi situasi menjadi sangat sulit dan saya akan mengerti jika ada diantara mereka ada yang akan kembali," ujarnya.

Ilustrasi prostitusi/psk. (Shutterstock)
Ilustrasi prostitusi. (Shutterstock)

Sementara itu, feminis dan kelompok perempuan sendiri memiliki pendapat yang berbeda mengenai hal ini jauh sebelum krisis.

Satu kelompok memandang pelacuran sebagai masalah ekonomi yang harus diatasi dan dihilangkan. Lainnya mengakui dipaksa terjerumus ke dalamnya. Ada juga orang yang menganggap kerja seks sebagai bisnis yang sah, yang melayani pasar yang ada di masyarakat mana pun.

Direktur eksekutif CATW-AP Jean Enriquez, menolak gagasan seks sebagai pekerjaan, ia mendesak pemerintah untuk merencanakan hal ini lebih baik dan segera memobilisasi sumber daya.

baca juga

"Para wanita ini membutuhkan pekerjaan reguler dan layak. Janganlah kita menormalkan pelecehan. Tidak ada seorang pun yang mau digunakan setiap hari," kata Enriquez.

Advokat pekerja seks, Mara Quesada mengakui Filipina mungkin tidak siap untuk legalisasi kerja seks, tapi jika hal ini dilegalkan, pekerja seks memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan tunai dari pemerintah.

Tetapi ada juga perempuan dan laki-laki yang ingin diakui dan dilindungi untuk jenis pekerjaan yang telah mereka pilih. "Ada orang-orang yang merasa bahwa mereka tidak perlu diselamatkan dan mereka ingin pengakuan atas pekerjaan mereka," kata Quesada.

"Sehingga akan diatur dan akan ada lingkungan yang aman bagi mereka dan mereka dapat melaporkan mereka yang berkuasa, seperti polisi, yang menyalahgunakan mereka," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hampir 19.000 Meninggal karena Virus Corona di Brasil

Hampir 19.000 Meninggal karena Virus Corona di Brasil

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 16:00 WIB

Akibat Pandemi Covid-19, Wuhan Larang Perdagangan dan Konsumsi Hewan Liar

Akibat Pandemi Covid-19, Wuhan Larang Perdagangan dan Konsumsi Hewan Liar

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 15:30 WIB

112 Ibu Positif Covid-19 di Mumbai Lahirkan Bayi Sehat

112 Ibu Positif Covid-19 di Mumbai Lahirkan Bayi Sehat

News | Kamis, 21 Mei 2020 | 15:59 WIB

Terkini

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 11:55 WIB

Pengambilan Race Pack Dibuka! 8 Ribu Pelari Siap Ramaikan PLN Electric Run 2026

Pengambilan Race Pack Dibuka! 8 Ribu Pelari Siap Ramaikan PLN Electric Run 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 11:54 WIB

PLN Electric Run 2026, PLN Siap Hadirkan Ajang Lari Berstandar Internasional & Ramah Lingkungan

PLN Electric Run 2026, PLN Siap Hadirkan Ajang Lari Berstandar Internasional & Ramah Lingkungan

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 11:43 WIB

5 Rekomendasi Serum Penumbuh Rambut Lokal Murah di Bawah Rp100 Ribu

5 Rekomendasi Serum Penumbuh Rambut Lokal Murah di Bawah Rp100 Ribu

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:43 WIB

Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Opening Day Film Live-Action di Jepang

Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Opening Day Film Live-Action di Jepang

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 11:42 WIB

Persija Klarifikasi Laporan APPI Soal Pembayaran Pemain yang Sempat Tertunggak

Persija Klarifikasi Laporan APPI Soal Pembayaran Pemain yang Sempat Tertunggak

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 11:37 WIB

Batik Tulis Jadi Statement Fashion Pria Modern Lewat Koleksi Terbaru Mahavira

Batik Tulis Jadi Statement Fashion Pria Modern Lewat Koleksi Terbaru Mahavira

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:25 WIB

Bagaimana Cara Daftar Nikah Lewat SIMKAH?

Bagaimana Cara Daftar Nikah Lewat SIMKAH?

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:25 WIB

Perbandingan Honda Jazz RS Bekas vs Toyota Yaris Bakpao: Cek Harga Seken, BBM, dan Penyakit Khasnya

Perbandingan Honda Jazz RS Bekas vs Toyota Yaris Bakpao: Cek Harga Seken, BBM, dan Penyakit Khasnya

Otomotif | Minggu, 08 November 2026 | 11:23 WIB

CPNS 2026 untuk Lulusan Apa? Intip Bocorannya

CPNS 2026 untuk Lulusan Apa? Intip Bocorannya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:22 WIB

×