Menlu China: 'Virus Politik' Dorong Perang Dingin AS dan China

Dany Garjito, Hikmawan Muhamad Firdaus

Minggu, 24 Mei 2020 | 22:29 WIB
Menlu China: 'Virus Politik' Dorong Perang Dingin AS dan China
Ilustrasi bendera China. (Foto: Shutterstock)

Suara.com - Menteri Luar Negeri China memberikan pernyataan terkait hubungan antara negaranya dan Amerika Serikat yang kian memanas selama pandemi Covid-19.

Menurut Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, sebuah "virus politik" menyebar di Amerika Serikat, yang membuat para politikus mengambil setiap kesempatan untuk menyerang dan mendiskreditkan China.

Menyadur Strait Times, ia menyatakan hubungan Amerika Serikat dan China sekarang ini sedang di ambang perang dingin. Ketegangan kedua negara tersebut disebabkan karena pandemi virus corona, Hong Kong, dan lainnya.

"Virus politik yang menyebar di AS ini dapat menyerang dan memfitnah China. Beberapa politisi mengabaikan fakta-fakta dasar, membuat banyak kebohongan, dan teori konspirasi melawan China," kata Wang.

Presiden Donald Trump dan pejabat AS lainnya menuduh pemerintah Beijing salah dalam menangani wabah Covid-19, menunjukkan virus corona muncul dari laboratorium di Wuhan dan menuntut penyelidikan tentang asal-usul virus.

Menurut Wang, China terbuka untuk bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mencari asal-usul Covid-19, penyelidikan seperti itu tidak harus dipolitisasi.

Dia juga mengatakan tuntutan hukum yang diluncurkan Amerika Serikat yang bertujuan mencari kompensasi dari China atas kerusakan yang disebabkan Covid-19, tidak memiliki bukti nyata, hukum, atau prioritas internasional.

"Jika ada yang mengira mereka dapat menggunakan beberapa tuntutan hukum yang menggelikan untuk merusak kedaulatan dan martabat China, atau merampas rakyat China dari hasil yang mereka peroleh dengan susah payah, mereka mempermalukan diri mereka sendiri," katanya.

Terlepas dari kritiknya terhadap AS, Wang juga mendesak kedua belah pihak untuk "berkomunikasi dan mengoordinasikan kebijakan makro untuk mengurangi dampak Covid-19" pada ekonomi global.

baca juga

Kedua negara adikuasa ini harus menemukan cara untuk hidup berdampingan secara damai terlepas dari perbedaan yang ada. Wang juga mengatakan bahwa China dan AS memiliki banyak perselisihan tetapi itu tidak menghalangi untuk membuat sebuah kerja sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: AS Episentrum Baru, Angka Positif di Afrika Naik

Update Covid-19 Global: AS Episentrum Baru, Angka Positif di Afrika Naik

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 16:20 WIB

Lembaga Islam dan Pemkot New York Beri Bantuan Makanan Halal Bagi Warga

Lembaga Islam dan Pemkot New York Beri Bantuan Makanan Halal Bagi Warga

Video | Sabtu, 23 Mei 2020 | 11:00 WIB

Peneliti China Kembangkan Obat untuk Hentikan Pandemi, Bahkan Tanpa Vaksin

Peneliti China Kembangkan Obat untuk Hentikan Pandemi, Bahkan Tanpa Vaksin

Health | Jum'at, 22 Mei 2020 | 17:30 WIB

Terkini

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:30 WIB

×