Kisah Penulis Wuhan Dicap "Pengkhianat" Karena Melahirkan Kemarahan China

Suwarjono

Senin, 25 Mei 2020 | 11:16 WIB
Kisah Penulis Wuhan Dicap "Pengkhianat" Karena Melahirkan Kemarahan China
BBC

Suara.com - Buku harian seorang penulis yang mendokumentasikan kehidupannya di Wuhan pada hari-hari awal wabah virus corona kini telah diterjemahkan ke bahasa Inggris.

Fang Fang, yang berusia 65 tahun, semula menuliskan pengalamannya awal Januari lalu melalui online, saat wabah itu masih diyakini sebagai krisis lokal.

Buku harian itu semula banyak dibaca orang lantaran memberikan sekilas gambaran kepada jutaan orang di China tentang sebuah kota, tempat virus itu pertama kali muncul.

Wuhan kemudian menjadi tempat pertama di dunia yang terkunci secara penuh. Kota ini tak hanya terputus dari China, tetapi juga seluruh dunia.

Ketika kebijakan lockdown berlanjut, popularitas Fang Fang makin menanjak. Pihak penerbit kemudian mengumumkan bahwa mereka akan menyiapkan pemesanan terbatas dan mempublikasikannya dalam beberapa bahasa.

Namun pada saat pengakuan internasional terhadap Fang Fang semakin meningkat, ada pergeseran cara pandang atas dirinya di China - ditandai banyak orang marah terhadap laporannya, bahkan menyebut dia sebagai pengkhianat.

Apa isi buku hariannya?

Pada akhir Januari, setelah China memberlakukan lockdown di Wuhan, Fang Fang - nama aslinya Wang Fang - mulai mendokumentasikan berbagai peristiwa di kotanya melalui situs media sosial China, Weibo.

Dalam buku hariannya, dia menulis tentang segala sesuatu, mulai aneka tantangan dalam kehidupan keseharian hingga dampak psikologis dari isolasi yang dipaksakan.

baca juga

Penerbit HarperCollins mengatakan dia "menyuarakan ketakutan, frustrasi, kemarahan, dan harapan jutaan rekan warganya".

Disebutkan bahwa Fang Fang "juga berbicara perlawanannya terhadap ketidakadilan sosial, penyalahgunaan kekuasaan, dan masalah-masalah lain yang menghambat upaya terhadap epidemi dan membuat dirinya terlibat kontroversi secara daring".

Dalam satu kolom yang ditulisnya dan diterbitkan Sunday Times, dia merinci sebuah contoh ketika dirinya pergi menjemput putrinya dari bandar udara.

"Nyaris tidak ada mobil atau para pejalan kaki di jalan-jalan. Pada hari-hari itu saat kepanikan dan ketakutan mencapai puncaknya di kota. Kami berdua mengenakan penutup wajah," ujarnya.

Bagaimana kisahnya menjadi perhatian internasional?

Ketika penyaringan berita diberlakukan secara ketat dan pemberitaan independen langka, Fang Fang dengan cepat muncul sebagai sumber informasi yang dapat diandalkan, apalagi didorong oleh latar belakangnya sebagai penulis peraih penghargaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona

Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona

Lifestyle | Senin, 05 Desember 2022 | 17:00 WIB

Terkini

Mengambil Pelajaran tentang Bahaya Perang Opini di Novel Bungkam Suara

Mengambil Pelajaran tentang Bahaya Perang Opini di Novel Bungkam Suara

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:30 WIB

Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat

Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 13:20 WIB

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen Lampaui Nasional, Pramono Pamer Inflasi Terendah

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen Lampaui Nasional, Pramono Pamer Inflasi Terendah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 13:20 WIB

4 Sabun Cuci Muka Cowok yang Bikin Putih dan Glowing, Hempas Minyak!

4 Sabun Cuci Muka Cowok yang Bikin Putih dan Glowing, Hempas Minyak!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:19 WIB

9 Tinted Sunscreen untuk Samarkan Noda dan Ratakan Warna Kulit

9 Tinted Sunscreen untuk Samarkan Noda dan Ratakan Warna Kulit

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:15 WIB

Siap Gerakkan Buruh Pasang Badan untuk Prabowo, Said Iqbal: Jangan Coba-coba Jatuhkan Presiden!

Siap Gerakkan Buruh Pasang Badan untuk Prabowo, Said Iqbal: Jangan Coba-coba Jatuhkan Presiden!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 13:14 WIB

4 Zodiak yang Paling Perhitungan dan Detail saat Bayar Split Bill, Tidak Mau Ada yang Terlewat

4 Zodiak yang Paling Perhitungan dan Detail saat Bayar Split Bill, Tidak Mau Ada yang Terlewat

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:11 WIB

PPPK Paruh Waktu Pemkot Pekanbaru Berpeluang Jadi Penuh Waktu

PPPK Paruh Waktu Pemkot Pekanbaru Berpeluang Jadi Penuh Waktu

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 13:06 WIB

Kementerian ESDM Serahkan Lahan Bekas Tambang Batubara di Kaltim untuk Kopassus

Kementerian ESDM Serahkan Lahan Bekas Tambang Batubara di Kaltim untuk Kopassus

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 13:03 WIB

Novel Tanah Para Bandit: Ketika Penegak Hukum Justru Terlibat Kejahatan

Novel Tanah Para Bandit: Ketika Penegak Hukum Justru Terlibat Kejahatan

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:00 WIB

×