Kisah Penulis Wuhan Dicap "Pengkhianat" Karena Melahirkan Kemarahan China

Suwarjono

Senin, 25 Mei 2020 | 11:16 WIB
Kisah Penulis Wuhan Dicap "Pengkhianat" Karena Melahirkan Kemarahan China
BBC

"Negara ini membutuhkan penulis dengan hati nurani seperti Anda. Masyarakat telah kehilangan kepercayaan dengan banyak media resmi, menurut laporan seorang pengguna di Weibo, seperti dikutip situs berita The Independent.

Reputasinya, seperti halnya kata-katanya, dengan cepat menyebar dan tidak lama sebelum China menemukan jalan keluarnya dari masalah wabah.

Mengapa China menyerang Fang Fang?

Sikap nasionalisme di dunia siber adalah hal biasa di media sosial China. Ribuan warganet di negeri itu yang marah siap membungkam siapa pun setiap kali China dikritik, dihina, atau menjadi tindakan pelecehan oleh pihak asing. Dan Fang Fang awalnya bukanlah penulis China pertama yang menjadi sasaran serangan di dunia maya.

Dalam kasus ini, ketika virus terus menyebar ke seluruh dunia, orang-orang mulai menjadi lebih kritis atas respons China terhadap wabah tersebut. Pengawasan dan kritik yang keras membuat banyak orang bersikap defensif.

Pada iklim seperti inilah karya-karya Fang Fang akan dijual di dunia Barat.

Menurut situs berita What's di Weibo, opini publik berbalik menentangnya, setelah "diketahui edisi internasional buku hariannya sedang memasuki tahap pemesanan awal melalui Amazon".

"Di mata banyak para pengguna media sosial di China, versi terjemahan kritis Fang tentang wabah Wuhan hanya akan memberi lebih banyak amunisi bagi musuh China," ungkap laporan itu.

Dengan cepat, Fang Fang dilihat bukan lagi sebagai pembawa kebenaran, namun sebagai pengkhianat bagi China, dan sebagian menganggapnya memanfaatkan ketenarannya - walaupun itu mungkin sebuah tragedi.

baca juga

"Dia memanfaatkan krisis nasional kali ini dan mengambil keuntungan darinya," kata seorang pengguna di Weibo. "Ini penghinaan."

Kemarahan terhadapnya tidak terbantu oleh fakta bahwa buku itu diterbitkan oleh penerbit Amerika Serikat (AS) HarperCollins - pada saat AS dan Cina berada di tengah-tengah perselisihan diplomatik.

Media pemerintah China juga telah memperjelas posisi mereka terhadap sosok Fang Fang.

"Kenaikan globalnya yang didorong oleh media asing telah membunyikan alarm bagi banyak orang di China bahwa penulis kemungkinan telah menjadi alat praktis lainnya bagi Barat untuk menyabotase apa yang sudah dilakukan rakyat China," tulis sebuah artikel dari Global Times.

"Buku hariannya hanya mengungkap sisi gelap di Wuhan sementara mengabaikan upaya yang sudah dilakukan masyarakat setempat dan dukungan meluas di seluruh negeri."

Bagaimana bukunya diterima?

Sulit dikatakan karena buku itu baru tersedia pada Jumat (15/05) lalu.

The New York Times memuji kekuatan kejujurannya, dengan mengatakan "dia mungkin hidup lebih tenang selama lockdown, tetapi dia menulis kalimat-kalimat yang berani".

Sebuah tinjauan oleh NPR mengatakan buku harian itu merupakan "dokumen sederhana, tragis dan absurd selama 76 hari lockdown Wuhan", namun menyesalkan terjemahan dalam bahasa Inggris yang tidak dapat "menangkap aspek multidimensi" yang ditemukan dalam buku harian yang berbahasa China.

Namun di Amazon, buku itu mendapat beberapa ulasan negatif, salah satunya ada yang menyebut buku itu berisi "informasi yang benar-benar palsu".

Namun, pengulas lain memuji buku itu, dengan mengatakan buku hariannya "memberikan gambaran bagaimana rasanya hidup di kota yang disaksikan dari seluruh dunia".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona

Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona

Lifestyle | Senin, 05 Desember 2022 | 17:00 WIB

Terkini

Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat

Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 13:20 WIB

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen Lampaui Nasional, Pramono Pamer Inflasi Terendah

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen Lampaui Nasional, Pramono Pamer Inflasi Terendah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 13:20 WIB

4 Sabun Cuci Muka Cowok yang Bikin Putih dan Glowing, Hempas Minyak!

4 Sabun Cuci Muka Cowok yang Bikin Putih dan Glowing, Hempas Minyak!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:19 WIB

9 Tinted Sunscreen untuk Samarkan Noda dan Ratakan Warna Kulit

9 Tinted Sunscreen untuk Samarkan Noda dan Ratakan Warna Kulit

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:15 WIB

Siap Gerakkan Buruh Pasang Badan untuk Prabowo, Said Iqbal: Jangan Coba-coba Jatuhkan Presiden!

Siap Gerakkan Buruh Pasang Badan untuk Prabowo, Said Iqbal: Jangan Coba-coba Jatuhkan Presiden!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 13:14 WIB

4 Zodiak yang Paling Perhitungan dan Detail saat Bayar Split Bill, Tidak Mau Ada yang Terlewat

4 Zodiak yang Paling Perhitungan dan Detail saat Bayar Split Bill, Tidak Mau Ada yang Terlewat

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:11 WIB

PPPK Paruh Waktu Pemkot Pekanbaru Berpeluang Jadi Penuh Waktu

PPPK Paruh Waktu Pemkot Pekanbaru Berpeluang Jadi Penuh Waktu

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 13:06 WIB

Kementerian ESDM Serahkan Lahan Bekas Tambang Batubara di Kaltim untuk Kopassus

Kementerian ESDM Serahkan Lahan Bekas Tambang Batubara di Kaltim untuk Kopassus

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 13:03 WIB

Novel Tanah Para Bandit: Ketika Penegak Hukum Justru Terlibat Kejahatan

Novel Tanah Para Bandit: Ketika Penegak Hukum Justru Terlibat Kejahatan

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:00 WIB

Namanya Tersangkut di Heboh Penyadapan Ilegal, Hercules Buka Suara

Namanya Tersangkut di Heboh Penyadapan Ilegal, Hercules Buka Suara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 12:50 WIB

×