WHO Hentikan Uji Coba Klorokuin pada Pasien Covid-19

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 26 Mei 2020 | 11:19 WIB
WHO Hentikan Uji Coba Klorokuin pada Pasien Covid-19
Hydroxychloroquine. (Shutterstock)

Suara.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) dikabarkan akan menghentikan pepercobaan hydroxychloroquine pada pasien Covid-19. Obat malaria yang digadang-gadang bisa menyembuhkan dari virus corona ternyata memiliki efek samping yang berbahaya.

Menyadur dari The Guardian, Selasa (26/05), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan akan menghentikan sementara hydroxychloroquine dari percobaan global setelah ditemukan masalah keamanan.

Direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam sebuah makalah yang diterbitkan pekan lalu di Lancet, menunjukkan bahwa orang yang menggunakan hydroxychloroquine memiliki risiko kematian dan masalah jantung yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak menggunakan.

"Kelompok eksekutif telah menghentikan sementara percobaan hydroxychloroquine dalam uji solidaritas data keselamatan selagi ditinjau oleh dewan pemantauan keamanan data," kata Tedros pada hari Senin (25/05).

Perawatan lain dalam uji solidaritas WHO, termasuk obat eksperimental remdesivir dan terapi kombinasi HIV, masih dikejar.

Hydroxychloroquine memiliki lisensi untuk digunakan di AS sejak pertengahan 1950-an dan terdaftar di WHO sebagai obat esensial.

Ada banyak percobaan yang sedang dilakukan untuk mencari obat virus corona, namun hingga kini belum ada pengobatan yang terbukti ampuh. Institut Kesehatan Nasional AS juga menjalankan uji klinis untuk menentukan apakah obat tersebut dapat mencegah bertambahnya pasien dan kematian akibat Covid-19.

Prof Didier Raoult, seorang dokter Perancis yang kontroversial mempromosikan penggunaan hydroxychloroquine dan chloroquine untuk mengobati virus corona, mengatakan pada hari Senin (26/05) bahwa ia yakin obat itu dapat membantu kesembuhan pasien. Dia juga menolak studi Lancet tentang catatan 96.000 pasien di ratusan rumah sakit.

"Di sini kami memiliki 4.000 pasien di rumah sakit, Saya akan berubah hanya karena ada orang yang melakukan penelitian menggunakan 'data besar', yang merupakan semacam fantasi khayalan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Khawatir Soal Aspek Keselamatan, WHO Tangguhkan Uji Coba Hidroksiklorokuin

Khawatir Soal Aspek Keselamatan, WHO Tangguhkan Uji Coba Hidroksiklorokuin

Health | Selasa, 26 Mei 2020 | 08:08 WIB

Belum Ada Obat Spesifik, 5 Obat Ini Diharapkan Bisa Kurangi Gejala Covid-19

Belum Ada Obat Spesifik, 5 Obat Ini Diharapkan Bisa Kurangi Gejala Covid-19

Health | Senin, 25 Mei 2020 | 13:20 WIB

Apa Itu Itolizumab, Obat yang Diklaim Bisa Atasi Covid-19?

Apa Itu Itolizumab, Obat yang Diklaim Bisa Atasi Covid-19?

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 20:59 WIB

Terkini

Kronologis Dua Pesawat Tempur Amerika Serikat Tabrakan di Udara

Kronologis Dua Pesawat Tempur Amerika Serikat Tabrakan di Udara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 09:27 WIB

Dijerat Pasal Berlapis, Feri Penyekap dan Pemerkosa Mahasiswi di Makassar Terancam 12 Tahun Penjara!

Dijerat Pasal Berlapis, Feri Penyekap dan Pemerkosa Mahasiswi di Makassar Terancam 12 Tahun Penjara!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 09:14 WIB

Gagal Edar di Jakarta! Polda Metro Sikat 32 Kg Sabu 'Kiriman' Malaysia di Apartemen Sayana Bekasi

Gagal Edar di Jakarta! Polda Metro Sikat 32 Kg Sabu 'Kiriman' Malaysia di Apartemen Sayana Bekasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 08:47 WIB

Jambret WNA Coreng Jakarta Kota Teraman ke-2 ASEAN, Gubernur Pramono: Hukum Seberat-beratnya!

Jambret WNA Coreng Jakarta Kota Teraman ke-2 ASEAN, Gubernur Pramono: Hukum Seberat-beratnya!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 08:25 WIB

Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK, Pramono Anung Singgung Dewa Jodoh hingga Edukasi Budaya

Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK, Pramono Anung Singgung Dewa Jodoh hingga Edukasi Budaya

News | Senin, 18 Mei 2026 | 08:05 WIB

Kecelakaan Jet Tempur AS, Dua E/A-18G Growler Tabrakan di Gunfighters Air Show

Kecelakaan Jet Tempur AS, Dua E/A-18G Growler Tabrakan di Gunfighters Air Show

News | Senin, 18 Mei 2026 | 07:57 WIB

Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026

Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026

News | Senin, 18 Mei 2026 | 07:28 WIB

Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:27 WIB

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:05 WIB