Air Minum di Pesawat Diklaim Tercemar, Pramugara Ingatkan Jangan Meminumnya

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 30 Mei 2020 | 21:30 WIB
Air Minum di Pesawat Diklaim Tercemar, Pramugara Ingatkan Jangan Meminumnya
Ilustrasi pesawat mendarat (Pixabay/dirkvermeylen)

Suara.com - Seorang pramugara bernama Jay Robert menggemparkan publik usai membeberkan fakta mengenai buruknya kualitas air minum yang ada di pesawat terbang. Menurutnya, air minum tersebut tidak higienis sehingga tidak layak untuk diminum.

Dialihbahasakan dari Express, Sabtu (30/5/2020), pernyataan Robert tersebut mengacu pada penelitian yang menyebut air di pesawat mengandung mikroorganisme, termasuk bakteri.

Bahkan ia menyarankan, seandainya penumpang ditawari air minum di kabin, maka mintalah air dalam kemasan botol tersegel.

Lebih jauh, penelitian itu juga mengungkap bahaya mencuci tangan menggunakan air keran di maskapai. Itulah mengapa, para ilmuwan tersebut menyarankan penumpang menggunakan cairan pembersih atau hand sanitizer yang dibawa sendiri dari rumah.

Robert juga mengaku selalu meminta rekan-rekannya di kabin untuk melakukan hal serupa. Pasalnya, berdasarkan pengalaman, tak sedikit awak kabin yang sakit setelah meminum air tersebut.

“Saya bahkan sudah berbicara dengan kru lain yang seketika sakit setelah meminum air panas dari dalam kabin,” ujarnya.

Ia menambahkan, para awak kabin tidak pernah tahu seberapa sering tangki di pesawat dibersihkan. Merebus air hingga mendidih untuk menyeduh teh atau kopi biasanya membunuh bakteri sehingga aman dikonsumsi, tetapi sebagian pakar menyanggahnya.

“Mungkin bisa membunuh beberapa organisme yang lebih rentan, tetapi merebus tidak akan membunuh seluruhnya,” ungkap ahli lingkungan, Brena Wiles.

Studi dari Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat menemukan bahwa satu dari delapan pesawat tidak memenuhi standar kebersihan.

baca juga

Sebanyak 12 persen pesawat komersial di Amerika Serikat memiliki air keran yang terbukti positif mengandung bakteri dalam jumlah tinggi.

Dua maskapai ternama asal AS, yakni Delta dan United Airlanes membantah hasil studi itu. Mereka berpendapat, tangki penyimpanan telah melalui proses disinfeksi berteknologi tinggi sehingga, aman untuk dikonsumsi penumpang maupun awak kabin di pesawat.

Benarkah kualitas air di pesawat terbang tak higienis?

Pengamat penerbangan, Alvin Lie ikut memberikan pendapat mengenai hal itu. Ia menilai, air minum di pesawat tidak higienis hanyalah omong kosong belaka.

“Itu pesan nonsense sebenarnya,” tutur Alvin dilkutip dari Hops.id -- jaringan Suara.com.

setiap kali pesawat mendarat, seluruh air di tangki selalu dikosongkan.

Terkait imbauan untuk tidak mencuci tangan di pesawat, menurut Alvin, tidak ada kaitannya antara air minum dan air untuk mencuci tangan. Sebab, keduanya berasal dari sumber yang berbeda.

Air untuk minum sudah disiapkan tim katering dalam wadah termos sebelum penerbangan dimulai.

“Tidak benar kalau di pesawat itu airnya kotor dan sebagainya,” tuturnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

New Normal, Penumpang Kereta Jarak Jauh Wajib Pakai Tameng Wajah

New Normal, Penumpang Kereta Jarak Jauh Wajib Pakai Tameng Wajah

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2020 | 19:04 WIB

Tips Tetap Aman Naik Pesawat Terbang di Tengah Pandemi Covid-19

Tips Tetap Aman Naik Pesawat Terbang di Tengah Pandemi Covid-19

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2020 | 10:58 WIB

Hari Ketiga Lebaran, Bandara Soekarno-Hatta Terbangkan 3.000 Penumpang

Hari Ketiga Lebaran, Bandara Soekarno-Hatta Terbangkan 3.000 Penumpang

News | Selasa, 26 Mei 2020 | 15:48 WIB

Buka Mal, Jokowi Harus Berkaca ke Membludaknya Penumpang di Bandara

Buka Mal, Jokowi Harus Berkaca ke Membludaknya Penumpang di Bandara

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2020 | 13:41 WIB

Jokowi Buka Mal, Anggota Ombudsman Sebut Keputusan yang Tergesa-gesa

Jokowi Buka Mal, Anggota Ombudsman Sebut Keputusan yang Tergesa-gesa

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2020 | 13:24 WIB

Terkini

Bahas Ketegangan Geopolitik dan Karhutla, Dasco: Persatuan Jangan Cuma Berhenti di Semboyan

Bahas Ketegangan Geopolitik dan Karhutla, Dasco: Persatuan Jangan Cuma Berhenti di Semboyan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia

Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:34 WIB

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:27 WIB

×