Enam Penambang Emas Tradisional di Kotabaru Meninggal Akibat Longsor

Chandra Iswinarno

Senin, 01 Juni 2020 | 23:22 WIB
Enam Penambang Emas Tradisional di Kotabaru Meninggal Akibat Longsor
Petugas mengevakuasi penambang emas tradisional di Kotabaru. [Antara]

Suara.com - Enam penambang emas tradisional meninggal dunia tertimpa longsor di kawasan tambang Gunung Putri kawasan Puncak Gunung Meratus, Desa Bulu Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan pada Senin (1/6/2020).

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada pukul 06.00 WITA

Kapolsek Sungai Durian AKP Nur Alam mengatakan, selain mengakibatkan enam pekerja meninggal dunia, empat orang lainnya dikabarkan alami luka-luka. Korban yang meninggal dunia, diketahui Pudin (25) warga Hulu Sungai Tengah, Purwadi alias Dullah (30) Warga Tanah laut, Didik Wiyoni (36) Warga Kotabaru, Prayitno (30) Warga Kediri, Jatim, Iqbal (29) Tapin dan Nardi (belum ditemukan)

"Seluru personel Polsek Sungai Durian bersama Koramil dan masyarakat masih melakukan pencarian korban atas nama Nardi," katanya seperti dilansir Antara, Senin (1/6/2020).

Sedangkan korban yang mengalami luka-luka, adalah, Nor Kholis (46) Kotabaru, Mariamah (47) Kotabaru, Dila (7) Kotabaru. Bencana longsor di Gunung Putri Kecamatan Sungai Durian diakibatkan curah hujan sangat lebat.

Plt Kepala BPBD Kotabaru Rusian Ahmadi Jaya mengatakan, lokasi tanah longsor merupakan areal tambang emas yang dikelola secara tradisional oleh para pendatang dari berbagai daerah.

"Lokasi kejadian di Pegunungan Meratur dan jauh dari pemukiman penduduk, perkampungan terdekat Desa Bulu Kuning, Kecamatan Sungai Durian, yang jarak perjalanan sekitar 5 jam dari desa tersebut," katanya.

Jauhnya lokasi dan beratnya medan tambahnya, menjadikan petugas gabungan mengalami kesulitan dalam mencari dan mengevakuasi para korban.

Meski demikian, pihaknya (BPBD Kotabaru) bersama aparat gabungan di antaranya jajaran kecamatan setempat, Koramil, Polsek, Basarnas dan warga lainnya terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

baca juga

Sementara korban yang ditemukan baik yang meninggal dan luka-luka juga sudah dievakuasi ke Puskesmas Sungai Durian. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerugian Kebakaran di Kotabaru Diperkirakan Capai Puluhan Miliar Rupiah

Kerugian Kebakaran di Kotabaru Diperkirakan Capai Puluhan Miliar Rupiah

News | Senin, 25 November 2019 | 02:00 WIB

Evakuasi Korban Longsor di Tambang Emas

Evakuasi Korban Longsor di Tambang Emas

Foto | Selasa, 05 Maret 2019 | 16:00 WIB

Evakuasi Korban Tambang Emas Ambruk di Sulawesi Utara

Evakuasi Korban Tambang Emas Ambruk di Sulawesi Utara

Foto | Jum'at, 01 Maret 2019 | 06:23 WIB

Menteri ESDM Resmi Cabut Izin Tambang Emas di Jember

Menteri ESDM Resmi Cabut Izin Tambang Emas di Jember

News | Jum'at, 08 Februari 2019 | 04:05 WIB

Lima Penambang Tewas Dalam Galian Emas di Bogor

Lima Penambang Tewas Dalam Galian Emas di Bogor

News | Kamis, 17 Maret 2016 | 09:31 WIB

Terkini

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:05 WIB

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Video | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

×