Viral Video Keluarga Diduga Pasien PDP Ngamuk di Rumah Sakit

Dany Garjito | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Selasa, 02 Juni 2020 | 11:22 WIB
Viral Video Keluarga Diduga Pasien PDP Ngamuk di Rumah Sakit
Warga pasien di Manado mengamuk bawa paksa jenazah keluarganya (ist)

Suara.com - Beredar video amukan keluarga pasien di Rumah Sakit (RS) Pancaran Kasih, Manado, Sulawesi Utara. Pihak RS diduga menyogok keluarga pasien agar pasien mau dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Dikutip dari Gopos.id -- jaringan Suara.com, Selasa (2/6/2020), pasien pria berusia 52 tahun meninggal dengan gejala pneumonia sehingga ditetapkan sebagai Pasien dalam Pengawasan (PDP). Dengan status tersebut, pihak RS memutuskan untuk menangani jenazah sesuai protokol Covid-19.

Namun, upaya RS mendapatkan penolakan dari keluarga pasien. Sebab, keluarga beranggapan pasien meninggal akibat penyakit ginjal, bukan terinfeksi virus corona.

Bahkan, beredar kabar pihak RS memberikan sejumlah uang kepada keluarga pasien agar pasien mau ditangani sesuai protokol Covid-19. Kabar tersebut langsung memantik emosi keluarga dan warga sekitar.

"Pihak RS ada kasih uang. Pas saya habis mandikan papa (jenazah), pihak RS mau kasih masuk peti. Tapi keluarga tidak mau. Baru pihak RS mau kasih uang, keluarga menolak," ujar anak pasien dalam rekaman video yang beredar.

Keluarga pasien bersama dengan warga ramai-ramai mendatangi kamar jenazah di RS dan membawa jenazah yang sebelumnya telah dirawat selama seminggu hingga akhirnya meninggal itu ke rumah. Aksi amukan warga itu terekam dalam video yang beredar luas di media sosial.

Warga dan keluarga pasien tampak mendobrak pintu kamar jenazah. Lalu mereka langsung membawa jenazah yang telah terbungkus kain kafan keluar dari RS untuk dibawa pulang.

Klarifikasi Pihak Rumah Sakit

Direktur Utama RS Pancaran Kasih, dr, Frangky Kambey membantah kabar adanya aksi menyogok pihak keluarga agar pasien dapat dimakamkan sesuai protokol Covid-19. Uang yang diberikan kepada keluarga bukanlah uang sogokan melainkan insentif untuk orang yang mengurusi jenazah.

Frangky menjelaskan, sesuai kebijakan RS akan memberikan insentif kepada orang yang memandikan, mengkafani hingga mensalatkan jenazah. Saat itu, orang yang mengurusi jenazah hanya ada satu orang sehingga pihak RS memberikan insentif lainnya untuk orang itu.

"Kebetulan yang memandikan, mengkafani dan mensalatkan jenazah hanya seorang, biasanya tiga orang. Petugas laporan ada dua insentif yang tertinggal jadi saya minta diberikan kepada yang ada di kamar jenazah. Kebetulan di sana (kamar jenazah) ada keluarga," tuturnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Kembali ke Sekolah, Peneliti Peringatkan Waspada 7 Gejala Covid-19 Ini

Anak Kembali ke Sekolah, Peneliti Peringatkan Waspada 7 Gejala Covid-19 Ini

Tekno | Selasa, 02 Juni 2020 | 10:44 WIB

Akui Terkendala Corona, Jokowi: Renovasi Masjid Istiqlal Sudah 90 Persen

Akui Terkendala Corona, Jokowi: Renovasi Masjid Istiqlal Sudah 90 Persen

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 10:29 WIB

Cegah Covid-19, Polda Papua Gelar Patroli Malam

Cegah Covid-19, Polda Papua Gelar Patroli Malam

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 10:18 WIB

10 Tahun Kosong, RS Darurat COVID-19 Jatim Disebut Banyak Kuntilanak

10 Tahun Kosong, RS Darurat COVID-19 Jatim Disebut Banyak Kuntilanak

Jatim | Selasa, 02 Juni 2020 | 09:45 WIB

Ilmuwan: Udara Lebih Hangat Kurangi Transmisi Covid-19, Tapi Tak Signifikan

Ilmuwan: Udara Lebih Hangat Kurangi Transmisi Covid-19, Tapi Tak Signifikan

Health | Selasa, 02 Juni 2020 | 09:30 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB