Mereka yang Selamat saat Pandemi Berkat Teknologi Digital

Dany Garjito, Rima Suliastini

Selasa, 02 Juni 2020 | 13:08 WIB
Mereka yang Selamat saat Pandemi Berkat Teknologi Digital
Ilustrasi e-commerce. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi virus corona belum menemukan titik akhir dan jumlah kematian akibat penyakit ini terus meningkat. Berbagai kalangan turut terdampak pandemi, termasuk para nelayan dan petani di negara-negara Asia.

Umumnya petani dan nelayan di Asia belum paham, bagaimana mengoperasikan teknologi digital. Selama ini, mereka memasarkan hasil panen dengan transaksi manual seperti menawarkannya langsung pada calon konsumen atau pasar.

Menyadur BBC pada Selasa (02/06/2020), kini petani dan nelayan harus lebih terampil dalam menggunakan ponsel pintar. Mau tidak mau, mereka dipaksa untuk memahami cara kerja teknologi digital agar bisa memasarkan hasil panen.

Seperti yang dilakukan oleh Steve Teoh, pemilik Perkebunan Deoness di Cameron Highlands. Pria ini awalnya khawatir membuang bunga hasil kebunnya namun ia mendapat angin segar dengan memasarkan secara online.

"Ketika Gerakan Kontrol Order terjadi, saya melihat kemungkinan membuang bunga yang dipanen karena permintaan tiba-tiba berhenti dalam semalam karena toko-toko bunga harus tutup," katanya.

Namun dengan memasarkan bunga secara online, ia bisa menjaga bisnisnya tetap berjalan. Kini ia mengaku senang dengan status barunya sebagai penjual bunga online.

Ilustrasi sayuran (Unplash/Anna Kaminova)
Ilustrasi pasar tradisional. (Unplash/Anna Kaminova)

Nelayan sekaligus pemilik perusahaan ikan bernama Audrey Go juga sempat khawatir dengan pemasaran ikannya yang terhambat pandemi corona. Masalah besar datang ketika pasar basah tutup dan ikan segarnya terancam membusuk sebelum dipasarkan.

"Bisnis kami pasti terpengaruh oleh Covid-19, mengingat kami tak dapat memasok ke restoran, pasar grosir ikan, warung kelontong atau kedai kopi, karena sebagian besar harus tutup, tetapi mampu menjual secara online membuat bisnis kami tetap berjalan," katanya.

Di Indonesia, koperasi pertanian Rumah Sayur Group juga sudah beralih ke e-commerce. Mereka merangkul ribuan petani dari puluhan desa untuk menjual hasil pertanian dengan cara online.

baca juga

Lazada dan Alibaba adalah beberapa platform e-commerce yang menjadi jembatan bagi para petani ini. Mereka menjadi jembatan bagi petani dan masyarakat agar tetap terhubung selama pandemi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berharap Bisa Bawa Penumpang Lagi, Sopir Ojol: Cari Makan Masih Susah

Berharap Bisa Bawa Penumpang Lagi, Sopir Ojol: Cari Makan Masih Susah

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 12:10 WIB

Sensus Penduduk Online Minim Partisipasi, Hanya 19 Persen yang Ikut

Sensus Penduduk Online Minim Partisipasi, Hanya 19 Persen yang Ikut

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2020 | 12:03 WIB

Agar Tetap Semangat, Jepang Manjakan Warganya dengan Kembang Api

Agar Tetap Semangat, Jepang Manjakan Warganya dengan Kembang Api

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 12:37 WIB

Terkini

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:53 WIB

Belatung di Kepala, Oneng Murka Wanita di Bandung Disekap 3 Tahun: Jangan Beri Ampun!

Belatung di Kepala, Oneng Murka Wanita di Bandung Disekap 3 Tahun: Jangan Beri Ampun!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:52 WIB

'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur

'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:36 WIB

Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko

Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:33 WIB

Arahan Zulhas: Sekolah Elit Tak Perlu MBG, Fokus ke yang Benar-Benar Butuh

Arahan Zulhas: Sekolah Elit Tak Perlu MBG, Fokus ke yang Benar-Benar Butuh

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:30 WIB

Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor

Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:25 WIB

Megawati, Sinta Wahid, hingga Romo Magnis Berkumpul di Menteng, Ada Apa?

Megawati, Sinta Wahid, hingga Romo Magnis Berkumpul di Menteng, Ada Apa?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:07 WIB

Viral Ajudan Danrem Lari Tanpa BIB di Jogja Marathon, Korem 072 Sebut Nomor Diduga Terlepas

Viral Ajudan Danrem Lari Tanpa BIB di Jogja Marathon, Korem 072 Sebut Nomor Diduga Terlepas

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:58 WIB

Biar Tak Bolak-balik, Banggar DPR Langsung Getok Persetujuan Pagu Anggaran 7 Kemenko untuk 2027

Biar Tak Bolak-balik, Banggar DPR Langsung Getok Persetujuan Pagu Anggaran 7 Kemenko untuk 2027

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:58 WIB

Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi

Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:36 WIB