Apa Dampak Terhadap Perkotaan Jika Kita Terus Terapkan WFH?

BBC

BBC

Rabu, 03 Juni 2020 | 08:00 WIB
Apa Dampak Terhadap Perkotaan Jika Kita Terus Terapkan WFH?
[BBC].

Les Back:

Berkurangnya kehidupan di kota telah berlangsung dalam waktu yang lama. Mungkin yang akan terjadi adalah beberapa usaha tidak kembali ke pusat kota dan berpikir itu terlalu berisiko—atau ada faktor ekonomi lain yang membuat orang bertanya: "Mengapa kita menanamkan begitu banyak modal kita untuk menciptakan ruang kantor yang besar?"

Saya pikir mungkin ada dampak besar [dari bekerja di rumah]. Ada tekanan dalam lingkup domestik. Ada tekanan hubungan gender di rumah, terkait semakin kaburnya dan bertumpuknya cara pengasuhan anak dan pekerjaan serta tekanan yang ditimbulkan dari itu semua.

Aude Bicquelet-Lock:

Menurut saya, pusat-pusat lokal akan lebih beragam—lebih banyak tempat makan, lebih banyak aktivitas sosial karena orang ingin berjumpa satu sama lain. Bekerja dari rumah juga berarti mengakses tempat kerja di kota-kota kecil dalam hari-hari tertentu. Pertumbuhan diperkirakan terjadi di area-area ini.

Hal sebaliknya bisa terjadi di kota-kota besar, yang tentunya menimbulkan pertanyaan bagaimana ruang kantor bisa dipakai: ada beberapa pilihan, seperti mengubah kantor menjadi permukiman, yang tidak selalu berhasil dilakukan.

Saya juga berpikir apakah kita memerlukan ruang konferensi dan ruang rapat seperti di masa lalu.

Bagaimana penerapan normal baru di negara-negara Eropa saat karantina wilayah dilonggarkan? Sepekan PSBB Jakarta: Jumlah pengguna kendaraan umum dan pribadi berkurang, namun disebut 'belum efektif atasi penyebaran virus corona' Apakah masyarakat bisa bekerja dari rumah alias WFH?

Paul Cheshire:

baca juga

Ada banyak orang bekerja di rumah, yang berarti akan ada banyak permintaan rumah yang lebih besar.

Ruang kerja di rumah diperlukan, sehingga penghuninya akan mencari kehidupan di luar. Perjalanan mungkin harus dilakukan sekali atau dua kali sepekan ke kantor—di manapun itu—untuk rapat. Karenanya, Anda mungkin menempuh perjalanan yang lama karena Anda tinggal di rumah yang jauh dan lebih murah. Anda cenderung menjauh dari pusat kota.

Di sisi lain, akan ada orang yang harus bertahan di kantor agar bisa berkonsentrasi, berinteraksi, dan lebih tertarik pada pusat kota.

Namun, Anda mungkin bisa menempati meja di tempat khusus untuk orang yang bekerja dari rumah, tempat yang bisa diandalkan karena perangkat teknologi informasinya lebih baik, fasilitas yang lebih bagus, atau sekadar berjauhan sejenak dari anak-anak.

Akan ada tempat bekerja yang dapat dipakai berbagai orang di kota-kota kecil.

Kita memerlukan lebih banyak ruangan. Yang akan Anda lakukan adalah membuka lahan dekat dengan stasiun dan akses yang mudah ke pusat kota. Anda bisa membangun jutaan rumah di lahan sabuk hijau yang berjarak 45 menit dari pusat kota London karena ada begitu banyak lahan sabuk hijau.

Tempat yang pertumbuhannya paling cepat bagi orang ke London, luar biasa jauh - Peterborough, York, Somerset.

Banyak orang tinggal sangat jauh supaya bisa mendapat lahan dengan harga yang terjangkau dan lahan lebih luas. Hal semacam itu akan meningkat, kecuali kita merelakan tempat yang dekat dengan akses transportasi untuk dipakai tempat bekerja.

Bagaimana dengan transportasi dan lingkungan?

Margaret Bell, profesor transportasi dan lingkungan, Universitas Newcastle:

Riset kami menunjukkan bahwa dalam perjalanan ke Newcastle, 7% dari perjalanan di atas 50km berkontribusi pada 60% emisi karbon. Semakin jauh Anda menempuh perjalanan, semakin besar dampak emisinya.

Paul Cheshire:

Itulah salah satu ironi dari sabuk hijau: memaksa orang bepergian lebih jauh.

Margaret Bell:

Kekhawatiran saya adalah orang membeli lebih banyak mobil, dan orang yang punya mobil akan memakainya lebih sering.

Yang kami perlukan adalah insentif untuk menggunakan sepeda lebih sering dan membuat khalayak berpindah ke tempat yang lebih dekat dengan kantor, atau mengatur orang agar bisa bekerja secara lokal.

Kita perlu pendekatan dari bawah ke atas, untuk memahami kebutuhan masyarakat dan mencoba mengatur transportasi yang sesuai.

Paul Cheshire:

Perumahan, khususnya di Inggris, sangat tidak efisien dalam hal energi. Ada jejak karbon yang besar jika menghuni rumah dalam jangka waktu yang lama karena sistem pemanas dan insulasi jauh lebih buruk dari tempat komersial yang modern.

Margaret Bell:

Beberapa penelitian yang kami lakukan di Leicester menunjukkan bahwa jika Anda bekerja dari rumah, rata-rata Anda menggunakan energi 75% lebih banyak dari yang Anda simpan dengan tidak bekerja. Dan itu berkaitan dengan peningkatan 75% karbondoksida - karena Anda memerlukan pemanas dan gas, listrik di rumah, itu lebih banyak dari yang Anda simpan dengan tidak bekerja menggunakan mobil.

Digabungkan dengan efek isolasi, masuk akal bagi usaha-usaha lokal untuk berbagi ruang kantor dengan perusahaan-perusahaan lain yang para pegawainya lebih sering berada di luar kota.

Bagaimana dengan cara kita menggunakan kota?

Les Back:

Utamanya kita membicarakan orang-orang yang bekerja di sektor layanan keuangan, pekerjaan kerah putih dan pegawai kerah putih. Ini bukan tenaga kerja di kota-kota. Bagaimana dengan rumah sakit, sekolah, dan pekerjaan sektor layanan publik lainnya?

Kota juga penting karena kota adalah tempat bertemu, tempat perbedaan. Perbedaan tersebut dan negosiasi yang terjadi pada perbedaan ras dan budaya memiliki kualitas tertentu di pusat kota yang tidak sama dengan perbatasan kota dan pinggiran kota.

Aude Bicquelet-Lock:

Semua orang akan melalui lockdown, melalui perubahan, dan punya kebiasaan baru dan punya pandangan kuat tentang apa yang mereka inginkan, apa yang cocok, serta apa yang tidak.

Saya menilai salah satu yang harus kami lakukan sebagai perencana kota dan pembuat kebijakan adalah mendengarkan apa yang mereka inginkan. Namun akan ada kendala keuangan.

Paul Cheshire:

Hal lainnya adalah ketakutan khalayak: seberapa lama orang-orang bisa pulih dari pengalaman ketakutan berada di kerumunan, merasa rentan. Saya pikir orang-orang akan pulih dari itu jika ada vaksin, jika virus mereda.

Jika itu terjadi, kantor-kantor akan berfungsi kembali dan semua hal yang kita sukai di pusat kota akan kembali sediakala. Itu mungkin perlu waktu yang lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Status Lockdown Disebut Penyebab Banyaknya Kecelakaan di Area Parkir

Status Lockdown Disebut Penyebab Banyaknya Kecelakaan di Area Parkir

Otomotif | Sabtu, 30 Mei 2020 | 11:35 WIB

Mercedes-Benz Terapkan Konsep Kenormalan Baru, Bentuknya Begini

Mercedes-Benz Terapkan Konsep Kenormalan Baru, Bentuknya Begini

Otomotif | Kamis, 28 Mei 2020 | 14:00 WIB

Google dan Facebook Berlakukan Work from Home Hingga 2021

Google dan Facebook Berlakukan Work from Home Hingga 2021

Tekno | Minggu, 10 Mei 2020 | 08:30 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×