Pasien di India Berjuang Bernapas Usai 36 Hari Pakai Ventilator

BBC

BBC

Jum'at, 05 Juni 2020 | 05:19 WIB
Pasien di India Berjuang Bernapas Usai 36 Hari  Pakai Ventilator
[BBC].

Suara.com - "Dia mungkin tidak akan bisa selamat malam ini. Kondisinya tiba-tiba memburuk sekali," papar Dr Saswati Sinha kepada istri seorang pasien melalui telepon ketika ia menuju kembali ke rumah sakit melewati jalanan sepi di kota Kolkata, India.

Percakapan tersebut berlangsung pada 11 April malam. India saat itu berada dalam pergolakan lockdown, atau karantina wilayah, untuk mencegah penyebaran virus corona baru.

Penuturan Dr Sinha menyangkut nasib seorang pasien bernama Nitaidas Mukherjee. Dia telah berjuang melawan Covid-19 selama hampir dua pekan di Rumah Sakit AMRI di Kolkata, tempat Dr Sinha bekerja sebagai konsultan perawatan kritis.

Mukherjee berprofesi sebagai pekerja sosial organisasi nirlaba yang membantu tunawisma dan warga miskin, terinfeksi Virus Corona. Pria berusia 52 tahun itu berjuang untuk hidupnya dalam perawatan kritis sehingga saluran pernapasannya dibantu sebuah ventilator (alat bantu napas).

Sebelumnya, ia tiba di rumah sakit pada 30 Maret malam. Saat itu ia mengalami gejala demam tinggi kesulitan bernapas.

'Kami jadi pahlawan tapi mereka sudah melupakan kami', curhat tenaga medis Italia usai pandemi mereda: Kisah lima perawat di empat benua yang memerangi Covid-19: 'Saya bangga dengan pekerjaan saya' Penyebaran virus corona di New York seperti ‘kereta peluru’

Hasil pemeriksaan Sinar-X tampak "sangat buruk". Paru-parunya terlihat berwarna putih akibat dibanjiri sel-sel yang meradang. Cairan terlihat putih saat dirontgen. Kantung udara dipenuhi cairan yang menghalangi aliran oksigen ke organ-organ tubuh.

Malam itu, dokter menggunakan masker aliran tinggi untuk meningkatkan kadar oksigennya, memberinya obat diabetes, dan mengambil usap pada bagian tenggorokan untuk tes Covid-19.

Malam berikutnya, Mukherjee dilaporkan positif mengidap penyakit itu.

baca juga

Ia semakin sulit bernapas dan bahkan, melepaskan alat bantu oksigen untuk minum seteguk air pun menjadi tantangan.

Tingkat saturasi oksigen yang normal bagi kebanyakan orang adalah antara 94% dan 100%, tetapi tarafnya telah turun menjadi 83%. Frekeunsi bernapas sebanyak 10 hingga 20 napas per menit adalah normal, tetapi Mukherjee bernapas lebih dari 50 kali per menit.

Saat itulah dia dibius dan dipasangkan ventilator. Ia tidak bangun lagi sampai tiga minggu kemudian. Bahkan, butuh waktu yang lebih lama lagi sebelum Mukherjee bebas dari alat bantu napas.

Tidak banyak pasien Covid-19 yang sakit kritis beruntung seperti Mukherjee.

Sekitar seperempat dari seluruh pasien yang membutuhkan ventilator di New York meninggal dalam beberapa minggu pertama perawatan, menurut sebuah studi. Sebuah penelitian di Inggris menemukan dua pertiga pasien Covid-19 yang memakai ventilator akhirnya meninggal.

Ada juga laporan ventilator yang tidak bekerja dengan baik pada pasien Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

3.199 Orang Penyintas Virus Corona Sudah Sumbangkan Plasma Darah

3.199 Orang Penyintas Virus Corona Sudah Sumbangkan Plasma Darah

News | Kamis, 04 Juni 2020 | 18:36 WIB

Di Inggris, Ibuprofen Diuji Sebagai Obat Covid-19

Di Inggris, Ibuprofen Diuji Sebagai Obat Covid-19

News | Rabu, 03 Juni 2020 | 15:37 WIB

Tinjau RS Lapangan di Surabaya, Doni Monardo Juga Serahkan 20 Plasma Darah

Tinjau RS Lapangan di Surabaya, Doni Monardo Juga Serahkan 20 Plasma Darah

Jatim | Rabu, 03 Juni 2020 | 02:40 WIB

Terkini

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 20:55 WIB

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:54 WIB

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 20:43 WIB

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Entertainment | Kamis, 05 November 2026 | 20:40 WIB

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:35 WIB

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:32 WIB

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 20:30 WIB

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:18 WIB

×