Diskusi HAM Papua Lives Matter Diteror Zoombombing dan Telepon Nomor Asing

Reza Gunadha | Stephanus Aranditio | Suara.com

Jum'at, 05 Juni 2020 | 14:44 WIB
Diskusi HAM Papua Lives Matter Diteror Zoombombing dan Telepon Nomor Asing
Diskusi Papuan Lives Matter diteror, Jumat (5/6/2020). [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Diskusi tentang hak asasi manusia dan persoalan Papua bertagar #PapuaLivesMatter, yang digelar Amnesty International Indonesia, Jumat (5/6/2020) siang, mendapat teror.

Saat diskusi berlangsung, acara tersebut disusupi zoombombing. Sementara narasumber diteror telepon dari orang asing.

Pantauan Suara.com, awalnya diskusi virtual melalui aplikasi zoom ini dimulai pukul 13.00 WIB.

Diskusi berjalan lancar saat pembicara pertama, Direktur Eksekutif AII Usman Hamid, memaparkan beberapa permasalahan HAM di Papua.

Acara itu kemudian dilanjutkan oleh paparan dari International Coalition for Papua, Norman Voss.

Ganguan mulai muncul ketika pembicara dari Lembaga Studi dan Advokasi HAM Papua (Eslham Papua) Yuliana S Yabansabra berbicara, sekitar 30 menit setelah diskusi dimulai.

Para pembicara seperti Usman Hamid, Yuliana, dan Tigor Hutapea (Yayasan Pusaka) mendapatkan telepon dari nomor yang tidak dikenal, berkode negara bagian di Amerika (+1). Mereka terus ditelepon hingga diskusi terganggu.

"Saya kira Uli dan saya diganggu terus dari nomor telepon negara-negara bagian di Amerika Serikat. Ini dari tadi tidak berhenti, konstan (telepon terus), kadang-kadang dari Columbia, dari berbagai negara bagian di Kanada, di Amerika," kata Usman Hamid sambil menunjukkan ponselnya.

Tak hanya teror via telepon, aplikasi Zoom mereka juga disusupi oleh beberapa akun anonim yang menginterupsi jalannya diskusi dengan suara-suara bising.

"Saya kira ini sebenarnya sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Banyak teman-teman Papua yang terganggu, aktivis, dosen juga terganggu, mereka meneror menggunakan teknologi, menyebar gambar jorok, saya kira itu mencerminkan bahwa apa yang kita lakukan ini memang benar, harus kita lanjutkan untuk mempertahankan HAM di Papua," tegasnya.

Untuk diketahui, dalam acara ini, Amnesty International Indonesia akan melaporan kajian terbarunya untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan judul “Civil and Political Rights’ Violations in Papua and West Papua”.

Selain itu, acara ini juga mengangkat langkah ke depan penuntasan pelanggaran HAM di Papua pasca putusan bersalah PTUN Jakarta terhadap Presiden dan Menkominfo Indonesia dalam kasus pemblokiran internet di sana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesty International Desak 16 Negara Asia Selamatkan Pengungsi Rohingya

Amnesty International Desak 16 Negara Asia Selamatkan Pengungsi Rohingya

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 20:42 WIB

Minta 3 Aktivis Kamisan Dilepas, Pegiat HAM hingga Akademisi Pasang Badan

Minta 3 Aktivis Kamisan Dilepas, Pegiat HAM hingga Akademisi Pasang Badan

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 15:00 WIB

AI Indonesia: Ravio Patra Korban Peretasan Bukan Provokator Penjarahan

AI Indonesia: Ravio Patra Korban Peretasan Bukan Provokator Penjarahan

News | Jum'at, 24 April 2020 | 07:40 WIB

Jika Tak Punya Beban Lagi, Jokowi Harus Berani Hapus Hukuman Mati

Jika Tak Punya Beban Lagi, Jokowi Harus Berani Hapus Hukuman Mati

News | Selasa, 21 April 2020 | 16:00 WIB

Dalam Setahun, Vonis Hukuman Mati di Indonesia Naik 2 Kali Lipat

Dalam Setahun, Vonis Hukuman Mati di Indonesia Naik 2 Kali Lipat

News | Selasa, 21 April 2020 | 14:28 WIB

Singgung Telegram Kapolri, AII: Aparat Harusnya Melindungi Bukan Represif!

Singgung Telegram Kapolri, AII: Aparat Harusnya Melindungi Bukan Represif!

News | Senin, 06 April 2020 | 17:51 WIB

Amnesty Internasional Desak Pembebasan Narapidana Kasus Pasal Makar Papua

Amnesty Internasional Desak Pembebasan Narapidana Kasus Pasal Makar Papua

News | Kamis, 02 April 2020 | 19:08 WIB

Kecam soal Rapid Test, AII: DPR Bukan Kelompok Rentan Terinfeksi Corona!

Kecam soal Rapid Test, AII: DPR Bukan Kelompok Rentan Terinfeksi Corona!

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 11:44 WIB

Terkini

Aziz Yanuar Ungkap Noel Ajukan Penahanan Rumah untuk Uji Konsistensi Penegakan Hukum

Aziz Yanuar Ungkap Noel Ajukan Penahanan Rumah untuk Uji Konsistensi Penegakan Hukum

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:08 WIB

Diduga Langgar Etik, Pimpinan KPK Resmi Dilaporkan ke Dewas Buntut Tahanan Rumah Gus Yaqut

Diduga Langgar Etik, Pimpinan KPK Resmi Dilaporkan ke Dewas Buntut Tahanan Rumah Gus Yaqut

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:26 WIB

DPR Usul WFH ASN Digelar Rabu, Hindari Efek Libur Panjang

DPR Usul WFH ASN Digelar Rabu, Hindari Efek Libur Panjang

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:14 WIB

Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz

Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:07 WIB

Dana Iklim dan Rehabilitasi Hutan di Kalimantan: Bisakah REDD+ Beri Dampak Jangka Panjang?

Dana Iklim dan Rehabilitasi Hutan di Kalimantan: Bisakah REDD+ Beri Dampak Jangka Panjang?

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 14:55 WIB

Istri Richard Lee Diperiksa Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Masih Berjalan

Istri Richard Lee Diperiksa Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Masih Berjalan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 14:47 WIB

DPR Ingatkan Pemerintah: Sekolah Tatap Muka Lebih Efektif Dibanding Wacana Belajar dari Rumah

DPR Ingatkan Pemerintah: Sekolah Tatap Muka Lebih Efektif Dibanding Wacana Belajar dari Rumah

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 14:45 WIB

Negara Diminta Tak Lagi Lunak ke Perusahaan: THR Tak Dibayar, DPR Dorong Dipidanakan!

Negara Diminta Tak Lagi Lunak ke Perusahaan: THR Tak Dibayar, DPR Dorong Dipidanakan!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 14:36 WIB

Amankan FIFA Series 2026 di GBK: Ribuan Personel Jaga Ketat Ring 1 hingga Jalur Kedatangan

Amankan FIFA Series 2026 di GBK: Ribuan Personel Jaga Ketat Ring 1 hingga Jalur Kedatangan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:58 WIB

Usai Blusukan, Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel Senen

Usai Blusukan, Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel Senen

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:51 WIB