Rekannya yang Dorong Kakek Kena Sanksi, Puluhan Anggota Polisi AS Protes

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Rekannya yang Dorong Kakek Kena Sanksi, Puluhan Anggota Polisi AS Protes
Polisi Buffalo, New York, mendorong lansia hingga jatuh terjengkang dan pendarahan.(Twitter/WBFO)

Dengan mengajukan pengunduran diri dari tim oleh semua anggota pasukan.

Suara.com - Semua anggota polisi Amerika Serikat yang bertugas saat terjadi insiden seorang kakek terjatuh karena didorong rekannya, melakukan aksi protes dengan mengundurkan diri dari tim tersebut.

Menyadur Sky News, 57 anggota unit taktis polisi Amerika Serikat telah mengundurkan diri dari tim Tanggap Darurat sebagai protes atas penangguhan dua rekannya yang mendorong seorang kakek berusia 75 tahun hingga terjatuh.

Dua anggota Tim Tanggap Darurat Departemen Kepolisian Buffalo ditangguhkan pada hari Kamis (4/6/2020) setelah stasiun radio lokal merilis video insiden yang melibatkan seorang kakek. Video tersebut langsung viral dan mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Namun, menurut Presiden Asosiasi Kepedulian Polisi Buffalo, John Evans mengatakan kedua anggota polisi yang terlibat hanya "mengikuti perintah".

"Posisi kami hanya mengikuti perintah dari Wakil Komisaris Polisi, Joseph Gramaglia untuk membersihkan area," katanya kepada The Buffalo News.

"Tidak disebutkan secara spesifik batasan area tersebut. Mereka hanya melakukan pekerjaan mereka. Saya tidak tahu berapa banyak kontak yang dibuat. Dia benar-benar diluar perkiraanku. Dia jatuh ke belakang." tambahnya.

Berbicara kepada stasiun TV lokal WGRZ, dia mengatakan seluruh anggota tim telah keluar dari unit tersebut. Mereka melakukan aksinya karena "jijik dengan perlakuan terhadap dua anggota mereka yang hanya melaksanakan pesanan".

Gramaglia mengatakan 57 anggota yang melakukan aksi protes tersebut tetap menjadi petugas polisi, meskipun telah keluar dari unit mereka sebelumnya.

Video insiden itu muncul ketika protes atas pembunuhan George Floyd berlanjut di sebagian kota di Amerika Serikat.

Dalam video tersebut memperlihat seorang kakek menghampiri barisan petugas yang mengenakan pakaian anti huru hara. Dua orang petugas mendorong kakek tersebut hingga terjatuh dan mengeluarkan darah dari belakang kepalanya.

Walikota Buffalo, Byron Brown mengatakan kakek tersebut sedang dalam proses pemulihan di serius di rumah sakit dan dalam kondisi stabil.

Dia mengatakan Komisaris Polisi, Byron Lockwood telah melakukan penyelidikan dan menangguhkan kedua petugas setelah melihat video tersebut.

"Saya sangat terganggu dengan video itu," kata walikota dalam sebuah pernyataan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS