Tinggalkan Anak Tanpa Pengawasan di Mobil Dianggap Kejahatan di Abu Dhabi

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti
Tinggalkan Anak Tanpa Pengawasan di Mobil Dianggap Kejahatan di Abu Dhabi
Ilustrasi anak-anak di dalam mobil. [Shutterstock]

Polisi menyebut mematikan mesin mobil menyebabkan kurangnya kadar oksigen, belum lagi ketika diperburuk diperburuk dengan suhu tinggi, dapat berujung kematian

Suara.com - Pemerintah Abu Dhabi menganggap mereka yang meninggalkan anak kecil tanpa pengawasan di mobil sebagai pelaku kejahatan. Pasalnya, hal ini dapat berujung pada kematian, terutama selama cuaca panas.

Menyadur Gulf News, Minggu (7/6/2020), pihak kepolisian mengingatkan para orang tua bahwa meninggalkan anak sendirian di mobil merupakan kejahatan, dan hukum yang berlaku siap menjerat para pelaku.

Hal ini berkaca pada beberapa insiden yang pernah terjadi sebelumnya, di mana anak-anak yang berujung tewas setelah ditinggal tanpa pengawasan.

"Sejumlah insiden pernah terjadi di masa lampau ketika anak-anak ditinggalkan di dalam mobil dan mereka meninggal karena lemas," ujar pihak kepolisian dalam keterangan. 

Ini dianggap disebabkan oleh kelalaian keluarga karena anak-anak tidak memahami risiko yang ada saat mereka di dalam kendaraan sendirian."

Ketika anak-anak dibiarkan sendirian di kendaraan, sambung polisi, mereka dapat bermain dengan kunci kontak, roda gigi, rem tangan, hingga mematikan AC, di mana kondisi tersebut dapat berbahaya bagi kesehatan mereka yang ada di dalam mobil.

Polisi menyebut mematikan mesin mobil menyebabkan kurangnya kadar oksigen, belum lagi ketika diperburuk diperburuk dengan suhu tinggi. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian orang yang berada di dalam kendaraan. 

Untuk itu, pihak kepolisian mengimbau supaya para orang tua tidak meninggalkan anak-anak di kendaraan tanpa pengawasan terutama bagi mereka yang ini berbelanja, atau pun alasannya lainnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS