Bocah 9 Tahun Tewas Setelah Dikurung di Koper Selama 7 Jam oleh Ibu Tiri

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Senin, 08 Juni 2020 | 14:48 WIB
Bocah 9 Tahun Tewas Setelah Dikurung di Koper Selama 7 Jam oleh Ibu Tiri
Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang perempuan asal Chungcheong, Korea Selatan, ditangkap dengan tuduhan membunuh anak tirinya dengan cara dimasukkan ke dalam koper selama tujuh jam.

Menyadur Korea Joongang Daily, ibu ini ditangkap pihak kepolisian pada Rabu (3/6) lalu, dua hari setelah ia mengurung anak tirinya yang berusia 9 tahun di koper.

Kepada kepolisian, perempuan ini mengaku telah dengan sengaja menyuruh anak laki-laki itu masuk ke koper sebagai hukuman karena mengabaikan perintahnya.

Ia mengatakan mengurung anakanya di koper pada Senin (1/6) siang. Mulanya, koper yang digunakan berukuran panjang 15,6 inci, lebar 23,6 inci. Kemudian, sang anak dipindahkan ke koper yang lebih besar dengan ukuran panjang 17,3 inci, lebar 23,6 inci.

Saat kejadian, dua anak kandung perempuan tersebut sedang berada di rumah. Sementara sang ayah tengah bekerja.

Malamnya, ibu ini memanggil layanan ambulans dan melaporkan bahwa ia menemukan anaknya tak sadarkan diri di dalam koper. Mobil ambulans datang pada sekitar pukul 19.25 waktu setempat.

Tim medis yang datang, menyatakan bahwa sang anak dalam kondisi koma dan langsung dilarikan ke rumah sakit universitas di Cheonan.

Setelah dirawat selama dua hari, anak malang tersebut tak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal pada pukul 18.50 malam, dengan penyebab kematian yakni kegagalan beberapa organ.

Polisi kemudian melakukan penangkapan berdasarkan kecurigaan kematian sang anak berkemungkinan akibat dari tindak kekerasan.

baca juga

Aksi kejam ibu tiri ini ternyata bukan yang kali pertama. Satu bulan sebelumnya, ia bersama sang suami juga menjalani penyelidikan kepolisian atas dugaan penganiyaan anak.

Pada 5 Mei lalu, yang dikenal sebagai Hari Anak di Korsel, pasangan ini memeriksakan anak tersebut ke rumah sakit.

Melihat adanya bekas luka memar, pihak rumah sakit kemudian melapor adanya dugaan pelecehan anak ke pihak berwajib.

Ketika ditanya soal luka memar anak tirinya oleh pihak kepolisian, ibu ini menjawab, "Saya baru saya memukulnya karena ia tidak mau mendengarkan saya." Pun ia menyebut, juga akan melakukan hal yang sama jika dua anak kandungnya ketahuan berbuat nakal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nita Tega Bunuh Cewek Remaja yang Hamil, Janinnya Dikeluarkan Paksa

Nita Tega Bunuh Cewek Remaja yang Hamil, Janinnya Dikeluarkan Paksa

News | Minggu, 07 Juni 2020 | 20:05 WIB

Ogah Cuci Piring, Ayah Bakar Anaknya Hidup-hidup

Ogah Cuci Piring, Ayah Bakar Anaknya Hidup-hidup

News | Minggu, 07 Juni 2020 | 20:01 WIB

Sakit Hati Berujung Duel Maut, Pelaku Hantam Kepala Martin dengan Linggis

Sakit Hati Berujung Duel Maut, Pelaku Hantam Kepala Martin dengan Linggis

Banten | Rabu, 03 Juni 2020 | 21:12 WIB

Terkini

KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari

KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:31 WIB

Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar

Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:22 WIB

Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat

Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:18 WIB

Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim

Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam

Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:09 WIB

Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik

Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa

Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:59 WIB

Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul

Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:58 WIB

Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan

Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:56 WIB

Ikatan Keluarga Dewan DPRD DKI Perkuat Organisasi dan Pengabdian Masyarakat

Ikatan Keluarga Dewan DPRD DKI Perkuat Organisasi dan Pengabdian Masyarakat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB