Alasan di Balik Amarah Korea Selatan pada Kim Yo Jong Adik Kim Jong Un

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 17 Juni 2020 | 18:19 WIB
Alasan di Balik Amarah Korea Selatan pada Kim Yo Jong Adik Kim Jong Un
Korea selatan (shutterstock)

Suara.com - Korea Selatan sempat menyerukan amarahnya melalui sekretaris senior Badan Keamanan Nasional Korsel (Cheong Wa Dae), Yoon Do Han. Dalam pernyataan yang dikutip dari Yonhap, pada Rabu (17/06/2020), Yoon Do Han mengatakan Kim Yo Jong perlu belajar kembali tentang 'etika dasar' atau tata krama.

Tak sampai disitu, Yoon Do Han juga menuding Kim Yo Jong sebagai wanita kasar yang tak punya perasaan.

Sebenarnya, hal apa yang dilakukan oleh Kim Yo Jong hingga membuat Korea Selatan berang? Menyadur NK News, adik Kim Jong Un ini berani mengkritik pidato Moon Jae In dalam peringatan 20 tahun KTT antar-Korea pada Senin, (15/06/2020) dengan kata-kata yang kasar.

Kim Yo Jong mengkritik karena pidato tersebut tak berisi permohonan maaf atas kegagalan Korea Selatan dalam mencegah selebaran yang dinilai menghasut.

Sebagai gantinya, kata Kim Yo Jong, Presiden Korea Selatan "membuat alasan dan menghindari tanggung jawab (dan) membuat saya muak."

Ilustrasi Korea Utara dan Korea Selatan. (Pixabay/www_slon_pics-5203613)
Ilustrasi Korea Utara dan Korea Selatan. (Pixabay/www_slon_pics-5203613)

"Pidato pemerintah Korea Selatan seharusnya berisi permintaan maaf, refleksi diri dan komitmen yang tak tergoyahkan untuk mencegah terulangnya (tindakan semacam itu)," Ujarnya.

"Pihak berwenang Korea Selatan tidak membuat pengakuan atas apa yang mereka lakukan, bukan sepotong penyesalan dan tidak ada tindakan balasan," lanjutnya.

Ia bahkan mengomentari pakaian Moon Jae In karena memakai kembali dasi yang dikenakan oleh mendiang Presiden Kim Dae Jung saat pertemuan bersejarah pertama di tahun 2000 dengan Kim Jong Il.

Fakta Kim Yo Jong. (Luong Thai Linh/Pool/AFP & twitter @professortT_)
Kim Yo Jong. (Luong Thai Linh/Pool/AFP & twitter @professortT_)

Senada dengan Kim Yo Jong, Kepala Departemen Front Persatuan (UFD) Jang Kum Chol juga mengecam Korea Selatan karena dianggap tak bisa mengatasi selebaran hasutan yang masuk ke negaranya.

"Tidak akan ada pertukaran atau kerja sama dengan pihak berwenang Korea Selatan di masa depan," kata Jang.

Sebelumnya, Korea Utara juga menghancurkan gedung yang dijadikan kantor penguhubung antara dua negara ketika saling berkomunikasi. Hal ini membuat hubungan Korut dan Korsel menjadi semakin panas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mencermati Kesuksesan Moon Jae-in dalam Menangani COVID-19 di Korea Selatan

Mencermati Kesuksesan Moon Jae-in dalam Menangani COVID-19 di Korea Selatan

Your Say | Kamis, 11 Juni 2020 | 10:13 WIB

Refleksi Kepemimpinan Moon Jae-in dalam Penanganan Covid-19 Korea Selatan

Refleksi Kepemimpinan Moon Jae-in dalam Penanganan Covid-19 Korea Selatan

Your Say | Rabu, 20 Mei 2020 | 13:06 WIB

Moon Jae-In Punya Cara Unik Apresiasi Kunjungan Jokowi

Moon Jae-In Punya Cara Unik Apresiasi Kunjungan Jokowi

Tekno | Rabu, 12 September 2018 | 10:40 WIB

Terkini

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB

Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat

Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:58 WIB

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:50 WIB

MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya

MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:58 WIB