Menko PMK Tengok Protokol Kesehatan Covid-19 di Pasar Sederhana Bandung

Chandra Iswinarno

Sabtu, 20 Juni 2020 | 21:53 WIB
Menko PMK Tengok Protokol Kesehatan Covid-19 di Pasar Sederhana Bandung
Menko PMK kunjungi Pasar Sederhana Kota Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (20/6/2020). [Dokumentasi Kemenko PMK]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengunjungi Pasar Sederhana, Bandung pada Sabtu (20/6/2020). Dalam kesempatan itu, Muhadjir melihat standar protokol kesehatan yang diterapkan dalam pasar tradisional. 

Di sana, Muhadjir mengamati proses jual beli antara pedagang dan pembeli dengan memastikan tetap menjalani protokol kesehatan Covid-19. Ia tidak menampik kalau jaga jarak antara penjual dan pembeli masih menjadi masalah di pasar tradisional. 

Oleh karena itu, Muhadjir meminta agar seluruh pihak yang ada di pasar untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di pasar, terutama berjaga jarak. 

"Karena itu saya mohon kerja samanya betul dari pihak pemda pengelola para penjual maupun para pembantunya dan pengunjung yang akan membeli saya mohon untuk mematuhi protokol itu," kata Muhadjir saat berkunjung, Sabtu (20/6/2020). 

"Karena hanya itu yang bisa menjadi alat atau dasar untuk memastikan bahwa semua kegiatan pasar tradisonal bisa bergerak seperti yang kita harapkan," tambahnya. 

Selain meninjau Pasar Sederhana, Muhadjir juga melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di sana, ia sempat menyampaikan apresiasi atas langkah sistematis yang telah dilakukan pihak rumah sakit serta pemerintahan Jawa Barat dalam penanganan Virus Corona atau Covid-19. Hal itu disampaikannya tidak terlepas dari kurva kasus di Jawa Barat kian menurun. 

"Sekarang (Jawa Barat) sudah berada dalam kondisi baik. Sebagian masih oranye, ada yang masih kuning, tapi juga sudah mulai menghijau. Kalau dilihat secara geospasial sudah bagus untuk Jawa Barat," ujarnya. 

Setelah itu, Muhadjir juga melakukan kunjungan ke PT Bio Farma dan Gedung Avian Flu Laboratorium Flu Burung. PT Bio Farma sendiri sudah mengembangkan beberapa obat untuk Covid-19 termasuk perangkat tes polymerase chain reaction (PCR).

Menurut laporan dari Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir, holding BUMN farmasi tersebut sudah berhasil memproduksi sebanyak 50 ribu PCR Kit setiap minggu. Mendengar hal tersebut, Muhadjir mengungkapkan bahwa pemerintah akan mendukung Bio Farma agar mampu memproduksi lebih banyak dan memenuhi kebutuhan dalam negeri.

baca juga

"Pak Menkes sudah menginstruksikan supaya dalam waktu dekat kebutuhan PCR dalam negeri khususnya produk dari biofarma sendiri. Karena itu kita target bisa memproduksi 2 juta sebulan. Kalau ini bisa memproduksi sebulan 2 juta berarti kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi dari sini," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko PMK Cek Kesiapan Adaptasi New Normal di Provinsi Jawa Barat

Menko PMK Cek Kesiapan Adaptasi New Normal di Provinsi Jawa Barat

News | Sabtu, 20 Juni 2020 | 21:48 WIB

Sambut New Normal, Sederet Departemen Store Mewah Ini Siap Buka Lagi!

Sambut New Normal, Sederet Departemen Store Mewah Ini Siap Buka Lagi!

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2020 | 17:50 WIB

Gelar CFD di Musim Pandemi, Warga DKI Tak Bakal Dicek Suhu Tubuh

Gelar CFD di Musim Pandemi, Warga DKI Tak Bakal Dicek Suhu Tubuh

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 19:48 WIB

Terkini

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:30 WIB

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:13 WIB

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:09 WIB

DTKJ Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Ada Diskon 20 Persen

DTKJ Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Ada Diskon 20 Persen

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:07 WIB

Catatan Kritis DPR Soal Rencana Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat

Catatan Kritis DPR Soal Rencana Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:03 WIB

Dukung Liga Akar Rumput, Kadispora DKI Intruksikan Sudin Fasilitasi Talenta Sepak Bola Jalanan

Dukung Liga Akar Rumput, Kadispora DKI Intruksikan Sudin Fasilitasi Talenta Sepak Bola Jalanan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:56 WIB

Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?

Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:29 WIB

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:20 WIB

×