Pengamat Sebut Kabinet Jokowi Jilid II Gemuk, Bikin Komunikasi Jadi Timpang

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 25 Juni 2020 | 20:28 WIB
Pengamat Sebut Kabinet Jokowi Jilid II Gemuk, Bikin Komunikasi Jadi Timpang
Kabinet Indonesia Maju

Suara.com - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa mengatur kabinetnya yang terbilang gemuk. Buruknya komunikasi di dalam internal kabinet pun dianggapnya masih terjadi hingga saat ini. 

Dedi mengatakan, gemuknya Kabinet Indonesia Maju justru melahirkan adanya ketimpangan komunikasi di dalamnya. Padahal, kabinet saat ini mayoritas masih berasal dari partai koalisi pendukung Jokowi bahkan dalam periode pertama. 

"Kita bisa bayangkan bagaimana mungkin kabinet yang lebih besar adalah kelompok pendukung Jokowi sejak awal, sejak 2014 tetapi justru ketimpangan komunikasi, koordinasi, dan lain-lain itu juga sangat mengemuka di periode kali ini," kata Dedi dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (25/6/2020). 

Dedi menganggap, perbandingan dengan pemerintahan sebelumnya sangat tampak apalagi ketika disandingkan dengan pemerintahan era Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, saat itu posisi parlemen dipenuhi oleh oposisi namun komunikasinya cukup baik sehingga komunikasi di internal koalisi pemerintahannya berjalan lebih baik. 

Pemandangan itu tidak bisa dilihat pada Pemerintah Jokowi saat ini. Pertama, oposisi yang ada saat ini terlalu kecil karena sebagaimana diketahui hanya ada satu partai saja, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Dedi menilai kalau buruknya komunikasi antara oposisi dengan koalisi pemerintahan ternyata berimbas kepada komunikasi internal pemerintah. 

"Artinya, di internal pemerintah sendiri pun ternyata kekisruhan sejak Pemilu 2019 sudah satu tahun ini berlalu ternyta kekisruhan itu masih tetap ada," tuturnya. 

Dedi mengajak untuk memperhatikan persoalan yang belum tuntas di zona-zona 'basah'. Hingga saat ini penentuan para elit di BUMN masih didiskusikan. 

"Padahal kan semestinya ketika pemerintahan itu sudah ditentukan, sudah dimenangkan oleh satu kubu, paling tidak satu tahun itu udah stabil dan mereka sudah fokus dalam proses kerja," tuturnya. 

baca juga

Pemandangan tersebut, dikatakan Dedi, akan menghambat pembangunan sebuah negara. Dengan begitu ia menilai kalau sebaiknya pemerintah bisa memperbaiki komunikasi baik di bagian internal, dengan oposisi ataupun dengan masyarakat. 

"Nah, menurut saya kata kuncinya memang ada di persoalan komunikasi. Bisa saja, ini bisa saja, bahwa sebetulnya yang paling diharapkan oleh masyarakat itu sebetulnya juga sudah dijalankan oleh pemerintah baik itu oleh kabinet maupun oleh presiden," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Kabinet Jokowi, Fahri Hamzah: Menkopolhukam Pendiam, Menkesnya Kabur

Kritik Kabinet Jokowi, Fahri Hamzah: Menkopolhukam Pendiam, Menkesnya Kabur

News | Kamis, 25 Juni 2020 | 17:02 WIB

100 Hari Kabinet Jokowi-Maruf Amin Disebut Miskin Koordinasi

100 Hari Kabinet Jokowi-Maruf Amin Disebut Miskin Koordinasi

News | Sabtu, 08 Februari 2020 | 14:10 WIB

Tak Risau Punya Kabinet Gemuk, Jokowi: Terpenting Apa yang Dikerjakan

Tak Risau Punya Kabinet Gemuk, Jokowi: Terpenting Apa yang Dikerjakan

News | Rabu, 27 November 2019 | 19:59 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×