100 Hari Kabinet Jokowi-Maruf Amin Disebut Miskin Koordinasi

Iwan Supriyatna, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 08 Februari 2020 | 14:10 WIB
100 Hari Kabinet Jokowi-Maruf Amin Disebut Miskin Koordinasi
Diskusi Polemik dengan tajuk '100 Hari Kabinet Jokowi-Maruf' di Hotel Ibis Thamrin, Jakarta, Sabtu (8/2/2020). (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah menyebut, 100 hari Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin masih terdapat permasalahan.

Permasalahan yang dimaksud Luluk yakni adanya miskomunikasi yang sudah pernah terjadi di pemerintahan Jokowi di periode pertama.

"Yang dimaksud dengan miskomunikasi koordinasi yang tidak baik itu sudah terjadi pada periode yang lalu. Tapi faktanya ketika periode kedua ini tidak ada pembelajaran," ujar Luluk dalam diskusi Polemik dengan tajuk '100 Hari Kabinet Jokowi-Maruf', di Hotel Ibis Thamrin, Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Menurut Luluk, masih ada miskomunikasi yang terjadi antar kementerian. Hal tersebut karena kurang koordinasi yang baik.

"Tak ada koordinasi yang baik antara kementerian dan dari sistem pelaporannya itu jelas kepada satu pintu," ucap dia.

Di kesempatan yang sama, Politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon meminta publik tak langsung menyimpulkan 100 hari kabinet Jokowi-Maruf.

Pasalnya kata dia, hampir semua kementerian teknis melakukan perubahan revolusioner dalam hal membuat kebijakan.

Ia pun mencontohkan kebijakan yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang berbanding terbalik dengan Menteri sebelumnya Susi Pudjiastuti.

"Di semua kementerian teknis khususnya itu terjadi perubahan yang revolusioner dalam kebijakan, ini satu contoh di sektor kelautan antara kebijakan Susi dengan kebijakan Pak Edhy sekarang itu kan berbanding terbalik," ucap Effendi.

baca juga

Effendi pun menilai semua menteri-menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf selalu untuk melakukan evaluasi dan perubahan.

"Semua kementerian selalu melakukan evaluasi dan perubahannya itu langsung timur barat begitu. Sepertinya ini pemerintahan baru pemerintahan yang baru yang betul-betul adalah dari nol lagi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diperiksa Suap PAW, Legislator PDIP Riezky Aprilia: Saya Gak Kenal Harun

Diperiksa Suap PAW, Legislator PDIP Riezky Aprilia: Saya Gak Kenal Harun

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 15:39 WIB

Kasus Harun Masiku, KPK Periksa Anggota DPR dari PDIP Riezky Aprilia

Kasus Harun Masiku, KPK Periksa Anggota DPR dari PDIP Riezky Aprilia

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 10:28 WIB

Buronan Harun Masiku Diburu Seluruh Polda, KPK: Semoga Membuahkan Hasil

Buronan Harun Masiku Diburu Seluruh Polda, KPK: Semoga Membuahkan Hasil

News | Kamis, 06 Februari 2020 | 20:21 WIB

Terkini

Meki Nawipa Luncurkan Program Bangkit Papua Tengah, Fokus Cetak Generasi Unggul

Meki Nawipa Luncurkan Program Bangkit Papua Tengah, Fokus Cetak Generasi Unggul

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:50 WIB

Kalah Taruhan Rp50 Juta, FIFA Dituding Ubah Skenario Juara Piala Dunia 2026

Kalah Taruhan Rp50 Juta, FIFA Dituding Ubah Skenario Juara Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:49 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.940 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terkuat di Asia

Rupiah Menguat ke Rp17.940 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terkuat di Asia

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:47 WIB

Momentum Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2.601.000 per Gram

Momentum Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2.601.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:45 WIB

4 Sepatu Lari Terbaik untuk Jarak 5-10K, Nyaman Dipakai Daily Trainer hingga Race

4 Sepatu Lari Terbaik untuk Jarak 5-10K, Nyaman Dipakai Daily Trainer hingga Race

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:43 WIB

Istri Solehah, Kata-kata Antonela Roccuzzo untuk Messi: Kamu Tetap Suami Terbaik

Istri Solehah, Kata-kata Antonela Roccuzzo untuk Messi: Kamu Tetap Suami Terbaik

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:42 WIB

Ambisi Besar Balsa Sekulic Bersama Persib Bandung, Tak Sabar Tampil di Kompetisi Asia

Ambisi Besar Balsa Sekulic Bersama Persib Bandung, Tak Sabar Tampil di Kompetisi Asia

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:40 WIB

Jangan Impor Terus, Potensi Tambak Garam Belum Terserap Pemerintah

Jangan Impor Terus, Potensi Tambak Garam Belum Terserap Pemerintah

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:37 WIB

Hari Anak Nasional, Gus Ipul: Sekolah Rakyat Ada untuk Memenuhi Hak Anak

Hari Anak Nasional, Gus Ipul: Sekolah Rakyat Ada untuk Memenuhi Hak Anak

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:32 WIB

Mengapa Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026?

Mengapa Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026?

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:30 WIB

×