Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Tak Buru-buru Terapkan New Normal, Jika...

Bangun Santoso | Ummi Hadyah Saleh
Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Tak Buru-buru Terapkan New Normal, Jika...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengikuti KTT ASEAN ke 36 secara virtual. (Foto dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi mengatakan, pentingnya penggunaan data sains dalam penerapan new normal

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta kepala daerah untuk melakukan tahapan-tahapan yang benar sebelum menerapkan new normal. Selain itu kepala daerah juga harus melihat data science dan meminta saran para pakar.

"Setiap kita membuat kebijakan, setiap membuat policy, betul-betul tolong yang namanya data sains itu dipakai. Yang kedua, saran-saran dari para scientist dan pakar juga dipakai sehingga dalam memutuskan itu betul-betul tepat sasaran," ujar Jokowi saat memberikan arahan untuk penanganan Covid-19 terintegrasi di Provinsi Jawa Tengah melalui video conference, Selasa (30/6/2020).

Jokowi mengingatkan kepala daerah untuk tidak terburu-buru bahkan memaksa untuk menerapkan new normal jika keadaan data Covid-19 belum memungkinkan.

Karena itu, penting menggunakan data science sebelum menerapkan new normal.

"Tadi disampaikan Pak Gubernur (Ganjar Pranowo) data-data jelas ada, itulah yang kita pakai. Jangan sampai kita berani membuka, masuk ke new normal tetapi keadaan data masih belum memungkinkan. Jangan dipaksa," ucap dia.

Tahapan yang harus disiapkan kata Jokowi diantaranya melakukan prakondisi, timing yang tepat untuk membuka fase new nornal.

"Jangan sampai Rt (Angka reproduksi pada waktu) nya masih tinggi di atas 1, R0 (angka reproduksi awal) masih tinggi kita sudah berani buka. Hati-hati, jangan membuat kebijakan tanpa sebuah data sains yang jelas," kata Jokowi.

Tahapan ketiga yakni yakni memprioritaskan sektor mana yang akan dibuka.

Ia juga meminta kepala daerah untuk tidak tergesa-gesa membuka sektor industri ataupun sektor pariwisata.

"Tidak langsung dibuka semuanya. Apakah sektor industrunya juga memungkinkan, silakan. Apakah sektor pariwisata sudah memungkinkan, silakan. Tetapi juga mungkin masih dibatas. Kalau kapasitas biasa 1.000, ya 500 dulu. Tak usah tergesa-gesa karena yang kita hadapi 2, kesehatan dan ekonomi yang semuanya harus berjalan baik," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, mantan Wali Kota Solo itu juga meminta kepala daerah untuk memantau dan mengevaluasi setiap hari sektor mana yang sudah dibuka.

Ia berharap kepala daerah berani menutup sektor jika kasus Covid-19 di daerah meningkat.

"Kalau prioritas sudah ditentukan, jangan lupa setiap hari, setiap minggu, setiap dua minggu dimonitor dan dievaluasi. Kalau memang keadaannya naik, ya tutup lagi. Harus berani putuskan seperti itu. Tidak bisa lagi kita sekali lagi memutuskan sebuah kebijakan tanpa dilihat yang namanya data sains dan masukan dari para pakar," katanya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS