Diingatkan Pakai Masker, Seorang Pejabat Malah Ngamuk-ngamuk

Rendy Adrikni Sadikin | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 01 Juli 2020 | 08:33 WIB
Diingatkan Pakai Masker, Seorang Pejabat Malah Ngamuk-ngamuk
Perhatikan lingkaran merah, seorang pejabat di India ngamuk setelah diperingatkan pakai masker.[Twitter/@krishna0302]

Suara.com - Seorang pejabat dinas pariwisata di India mengamuk dan tega menganiaya rekan kerja yang memintanya mengenakan masker, di tengah pandemi Covid-19.

Menyadur Gulf News, Rabu (1/7/2020), seorang pejabat dinas pariwisata di negara bagian India Andhra Pradesh tertangkap kamera CCTV secara brutal memukul rekan kerja yang seorang wanita. Rekan kerjanya tersebut memintanya untuk memakai topeng sebagai perlindungan di tengah Covid-19.

Dalam insiden tersebut, terdakwa yang diketahui bernama Bhaskar, terlihat secara brutal menyeret, meninju, dan menendang bahkan hingga menyerang menggunakan benda yang terlihat seperti batang besi.

Melihat pria tersebut mengamuk, rekan-rekan yang ada di satu ruangan langsung berlari dan coba meleraikan serta menyelamatkannya.

Menurut laporan, Bhaskar merupakan wakil manajer sebuah hotel di bawah Departemen Pariwisata Andhra Pradesh, di Nellore, menjadi marah setelah rekannya meminta untuk mengenakan masker.

Video tersebut kemudian dibagikan di media sosial Twitter oleh akun @krishna0302 dan langsung viral di India serta memicu kemarahan warganet.

Rekan-rekannya mencoba melerai saat sang pejabat mengamuk.[Twitter/@krishna0302]
Rekan-rekannya mencoba melerai saat sang pejabat mengamuk.[Twitter/@krishna0302]

"Video yang mengejutkan! Hanya karena dia memintanya untuk memakai masker, #AndhraPradesh dept pariwisata mgr Bhaskar memukuli pekerja kontrak dengan batang besi di kantor. Insiden di #Nellore distrik pada hari Sabtu. Wanita itu, yang memiliki kemampuan, mengajukan laporan kepada polisi." tulis akun tersebut.

Video tersebut langsung memicu kemarahan warganet dan membanjiri kolom komentar.

Akun @waz0027 menuliskan: "Mengejutkan. Hati nurani kita sebagai masyarakat sudah mati."

Akun @RaunakRK juga ikut berkomentar: "Tidak bisa mengatakan apa yang lebih mengerikan dari kejadian ini. Tindakan itu sendiri atau tiga pria yang 'mengawal' orang jahat ini pergi dan yang keempat melanjutkan hari-harinya. Tidak ada yang menolong wanita yang terluka. Konyol. Harus segera ditangkap."

Warganet juga mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

Akun @Swatis_CK menulis: "Tolong jangan membebaskannya dari hukuman. Ini tidak dapat diterima dan pikiran yang sakit seperti itu harus dikirim ke tempat yang tepat. Tolong tempatkan dia di rumah sakit jiwa dan pastikan dia diperlakukan dan dihukum dengan baik."

Menurut laporan terbaru, pejabat tersebut sudah ditangkap oleh petugas polisi setempat setelah korban mengajukan laporan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Perawat Berhasil Melahirkan saat Terinfeksi Covid-19

Kisah Perawat Berhasil Melahirkan saat Terinfeksi Covid-19

News | Selasa, 30 Juni 2020 | 19:36 WIB

Bukannya Diberi Obat Flu, Ayah Bius dan Perkosa Putri Kandung yang Sakit

Bukannya Diberi Obat Flu, Ayah Bius dan Perkosa Putri Kandung yang Sakit

News | Selasa, 30 Juni 2020 | 18:08 WIB

TikTok Diblokir di India

TikTok Diblokir di India

Tekno | Selasa, 30 Juni 2020 | 16:28 WIB

Terkini

China Soroti Arogansi AS di Selat Hormuz, Beijing Minta Washington Akhiri Konflik

China Soroti Arogansi AS di Selat Hormuz, Beijing Minta Washington Akhiri Konflik

News | Kamis, 30 April 2026 | 13:39 WIB

Rincian Aset Bandar Koko Erwin Senilai Rp15,3 M Disita Polisi: Gudang, Toko dan Deretan Mobil Hiace

Rincian Aset Bandar Koko Erwin Senilai Rp15,3 M Disita Polisi: Gudang, Toko dan Deretan Mobil Hiace

News | Kamis, 30 April 2026 | 13:35 WIB

Dahaga Menahun Berakhir, 295 Rumah di Semanan Kini Nikmati Air Bersih dari Waduk Aseni

Dahaga Menahun Berakhir, 295 Rumah di Semanan Kini Nikmati Air Bersih dari Waduk Aseni

News | Kamis, 30 April 2026 | 13:26 WIB

Angka Putus Sekolah Tinggi, Pramono Buka Opsi Tambah Sekolah Gratis

Angka Putus Sekolah Tinggi, Pramono Buka Opsi Tambah Sekolah Gratis

News | Kamis, 30 April 2026 | 13:21 WIB

Baleg DPR Dukung UU Pembatasan Uang Tunai, Dinilai Ampuh Tekan Politik Uang

Baleg DPR Dukung UU Pembatasan Uang Tunai, Dinilai Ampuh Tekan Politik Uang

News | Kamis, 30 April 2026 | 13:20 WIB

Donald Trump Lanjut Blokade Selat Hormuz: Iran Tercekik Seperti Babi yang Dipanggang

Donald Trump Lanjut Blokade Selat Hormuz: Iran Tercekik Seperti Babi yang Dipanggang

News | Kamis, 30 April 2026 | 13:15 WIB

Gus Ipul Bongkar Sosok Nurhayati, Aktivis Muslimat NU yang Gugur dalam Kecelakaan KRL

Gus Ipul Bongkar Sosok Nurhayati, Aktivis Muslimat NU yang Gugur dalam Kecelakaan KRL

News | Kamis, 30 April 2026 | 13:13 WIB

Donald Trump Minta Israel Jangan Asal Bom Lebanon, Serangan Harus Tepat Sasaran

Donald Trump Minta Israel Jangan Asal Bom Lebanon, Serangan Harus Tepat Sasaran

News | Kamis, 30 April 2026 | 12:58 WIB

Apresiasi Praja IPDN, Wamendagri Bima: Latih Kepemimpinan Atasi Dinamika Pemerintahan

Apresiasi Praja IPDN, Wamendagri Bima: Latih Kepemimpinan Atasi Dinamika Pemerintahan

News | Kamis, 30 April 2026 | 12:47 WIB

Kebakaran Apartemen Mediterania Diduga karena Korsleting Listrik, 5 Penghuni Dievakuasi ke RS

Kebakaran Apartemen Mediterania Diduga karena Korsleting Listrik, 5 Penghuni Dievakuasi ke RS

News | Kamis, 30 April 2026 | 12:47 WIB