Menaker Ida Tinjau Pabrik Pembuatan Baju APD Hazmat

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 01 Juli 2020 | 19:25 WIB
Menaker Ida Tinjau Pabrik Pembuatan Baju APD Hazmat
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meninjau langsung pabrik baju Alat Pelindung Diri (APD) Hazmat di kawasan Pusat Industri Kecil (PIK) Pulogadung, Cakung. (Dok : Kemnaker).

Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meninjau langsung pabrik baju Alat Pelindung Diri (APD) Hazmat di kawasan Pusat Industri Kecil (PIK) Pulogadung, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (1/7/2020). 

Selain memberikan apresiasi karena tak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Menaker Ida menyatakan kekagumannya karena seluruh karyawan pembuat APD Hazmat dan masker tersebut dari kalangan perempuan.

"Saya membuktikan langsung kelompok usaha ini merekrut banyak perempuan, juga tidak melakukan PHK dan merumahkan pekerjanya selama masa pandemi Covid-19. Ini suatu kebanggan tersendiri, " ujar Menaker Ida.

Menaker Ida mengatakan pihaknya seringkali meminta perusahaan/dunia usaha agar menjadikan kebijakan PHK sebagai langkah terakhir setelah melakukan segala upaya dalam mengatasi dampak Covid-19.

Dikatakan Menaker Ida, saat pandemi Covid-19 ini, PT Mahasuri Utama yang selama ini mengekspor produksi garmennya ke kawasan Asia, langsung mengalihkan jenis produksi ke baju APD Hazmat dan masker. Hasil produksinya pun kini banyak digunakan oleh para tenaga medis di seluruh Indonesia.

"Pemerintah terus berupaya membantu perusahaan yang terdampak Covid-19 agar bisa tetap bertahan dan tidak melakukan PHK pekerjanya. Banyak program-program bantuan yang bisa dimanfaatkan pengusaha dan pekerja," kata Menaker Ida.

Di masa pandemi ini, Menteri Ida menjelaskan Kemnaker telah melakukan hal yang tidak biasa seperti mengurangi perjalanan dinas, refokusing program, melakukan pengembangan perluasan kesempatan kerja bagi pekerja atau buruh yang terdampak Covid-19.

 "Kita bantu para pekerja yang terPHK dan dirumahkan melalui  kegiatan padat karya infrastruktur, padat karya produktif, Tenaga Kerja Mandiri; Terapan Teknologi Tepat Guna, Kewirausahaan, dan Tenaga Kerja Sukarela,” ujar Menaker Ida.

Selain itu, Menaker Ida menambahkan di masa pandemi Covid-19, pelatihan di BLK  dikhususkan kepada pekerja terdampak PHK dan dirumahkan lalu juga diberi insentif. "Anggaran insentif berasal dari biayai perjalanan-perjalanan dinas yang kita batalkan, " katanya.

Pelatihan di BLK bagi pekerja terdampak PHK dan dirumahkan, untuk menghasilkan produk penanganan dampak Covid-19. Yakni berupa masker, hand sanitizer, disinfektan, baju APD, wastafel,  viresib, peti Covid-19 jenazah, dan penyediaan makanan.

Sementara itu,  Ela salah satu pekerja PT MU mengatakan perusahaan mengalihkan produksi karena selama masa pandemi Covid-19, perusahaannya tak bisa mengirimkan hasil produksi garmen berupa baju ke luar negeri. Sebelum masa Covid-19, perusahaannya selalu mengekspor ke Asia, Eropa dan Eropa.

"Masih ada barang yang belum dikirim ke Qatar, Uni Emirat Arab. Karena tidak bisa mengirim barang ke luar, jadi untuk sementara kita mengerjakan baju Hazmat untuk memenuhi kebutuhan tim medis Covid-19, " ujar Ela yang bekerja di bagian produksi cutting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadapi Industri 4.0, Pengusaha, Pekerja dan Pemerintah harus Kerja Sama

Hadapi Industri 4.0, Pengusaha, Pekerja dan Pemerintah harus Kerja Sama

News | Rabu, 01 Juli 2020 | 07:49 WIB

Untuk Atasi Pengangguran di Indonesia, Ini 3 Langkah Strategis Kemnaker

Untuk Atasi Pengangguran di Indonesia, Ini 3 Langkah Strategis Kemnaker

News | Selasa, 30 Juni 2020 | 20:04 WIB

Menaker Minta Piala Dunia 2022 di Qatar Libatkan Pekerja Indonesia

Menaker Minta Piala Dunia 2022 di Qatar Libatkan Pekerja Indonesia

News | Jum'at, 26 Juni 2020 | 18:53 WIB

Setiap Jumat, Menaker Rekrut Pekerja Terdampak Covid-19

Setiap Jumat, Menaker Rekrut Pekerja Terdampak Covid-19

News | Jum'at, 26 Juni 2020 | 15:53 WIB

Kemnaker dan BNSP Sepakat Beri Pelatihan dengan Standar yang Sama

Kemnaker dan BNSP Sepakat Beri Pelatihan dengan Standar yang Sama

News | Kamis, 25 Juni 2020 | 18:38 WIB

Tingkatkan Daya Saing SDM, Pemerintah Kerja Sama dengan Internasional

Tingkatkan Daya Saing SDM, Pemerintah Kerja Sama dengan Internasional

News | Selasa, 23 Juni 2020 | 21:00 WIB

Terkini

Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe

Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:18 WIB

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:16 WIB

Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya

Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:10 WIB

Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan

Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:00 WIB

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:51 WIB

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:50 WIB

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:47 WIB

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:42 WIB

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:39 WIB

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:37 WIB