Lakukan Gebrakan Pendidikan, Mendikbud Apresiasi Guru dari Maluku dan Bali

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Sabtu, 04 Juli 2020 | 09:00 WIB
Lakukan Gebrakan Pendidikan, Mendikbud Apresiasi Guru dari Maluku dan Bali
Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim, menyatakan apresiasinya kepada dua guru dari Maluku dan Bali. (Dok : Kemendikbud)

Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kementerian Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, menyatakan apresiasinya kepada dua guru dari Maluku dan Bali, yang dinilainya melakukan gebrakan dalam dunia pendidikan Indonesia. Nadiem menyatakan, dua guru tersebut merupakan contoh kecil dari guru-guru lain di Indonesia yang memiliki banyak prestasi bagus.

Hal tersebut diutarakan Nadiem saat meluncurkan "Merdeka Belajar Episode Kelima: Guru Penggerak", yang dilaksanakan secara webinar dan disiarkan langsung melalui kanal youtube Kemendikbud RI, Jumat (3/7/2020), pukul 13.00 WIB.

Nadiem menyebut, tidak ada perubahan yang bisa dilakukan tanpa berdarah-darah. Semua hasil yang diinginkan, pasti akan dilalui dengan perjuangan.

"Kalau kita tidak tabah dan tidak berdarah-darah, maka hasil yang diinginkan tidak akan terwujud. Saya sangat mengapresiasi apa yang telah ibu dan bapak lakukan, saya juga semakin bersemangat ketika mendengar perjuangan Anda," ujar Nadiem.

Dalam peluncuran tersebut, Nadiem sempat melakukan komunikasi _teleconference_ pada zoom webinar dengan dua guru penggerak di Maluku dan Bali. Nadiem memulai perbincangannya dengan Mariance Wila Dida, Kepala Sekolah SD Negeri 9 Masohi, Maluku Tengah.

Perempuan yang akrab dipanggil Ibu An ini bercerita kepada Nadiem, banyak tantangan yang harus dihadapi saat mentransformasi SD Negeri 9 menjadi sekolah yang ramah anak. Ironisnya, hanya ada tiga guru yang menyetujui keputusannya untuk ide trasformasi tersebut.

Butuh waktu dan perjuangan untuk mendekati guru-guru sehingga mau bekerja sama dengannya mewujudkan sekolah ramah anak tersebut. Walau terkesan bergerak lambat, namun kemajuan demi kemajuan dalam proses pendidikan terwujud.

Keberhasilan lainnya, lanjut An, murid pun bisa menyelesaikan konflik tanpa harus menggunakan kekerasan. Mereka saling menyapa satu sama lain, murid menjadi semakin bersemangat dalam belajar,dan para murid pun bisa belajar mandiri.

"Semua perjuangan yang kami lakukan telah membuahkan hasil yang sangat positif terhadap tumbuh kembang anak," ujarnya.

baca juga

Anak Keluarga Miskin Bisa Sekolah ke Luar Negeri

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMAN 1 Bali Mandara, Bali, Nyoman Darta, juga mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan Nadiem. Ia bercerita bahwa ia memimpin sekolah yang 100 persen muridnya berasal dari keluarga tidak mampu.

“Walaupun mereka dalam keterbatasan, guru-guru terus berjuang untuk mendidik murid-muridnya hingga masuk ke pergguruan tinggi terbaik di Indonesia, bahkan mancanegara,” katanya.

Darta mengatakan, saat membina sekolah SMA Negeri 1 ini, Darta merasa yakin bahwa setiap anak memiliki potensi yang unik, meski berasal dari keluarga tidak mampu. Sejak anak-anak itu masuk ke SMA-nya, Darta dan para guru menanamkan dalam batin mereka soal cita-cita yang mereka inginkan.

“Kami minta mereka untuk bermimpi dan konsisten dengan mimpi itu. Di situ semua murid menangis. Setelah selesai menulis, cita-cita tersebut dimasukan ke dalam botol,dan saya simpan. Nanti, 3 sampai 5 tahun ke depan, mereka akan buka, sudah tercapai atau belum cita-cita mereka," ujarnya.

Di akhir obrolan, Nadiem menyatakan harapannya agar para guru penggerak bisa menjadi menjadi obor perubahan, terutama dalam bidang pendidikan.

"Guru penggerak tidak cukup jadi guru yang baik. Dia harus menggerakkan guru-guru lain, menjadi obor perubahan bagi dunia pendidikan Indonesia,” ujarnya.-

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nadiem Sebut Pendidikan Digital Bukan Perkara Internet tapi Pola Pikir

Nadiem Sebut Pendidikan Digital Bukan Perkara Internet tapi Pola Pikir

News | Jum'at, 03 Juli 2020 | 15:38 WIB

Luncurkan Program Guru Penggerak, Nadiem: Kita Bangun Pasukan Elit-nya Guru

Luncurkan Program Guru Penggerak, Nadiem: Kita Bangun Pasukan Elit-nya Guru

News | Jum'at, 03 Juli 2020 | 15:15 WIB

Akui PPDB DKI Kecewakan Ortu, Nadiem Makarim Gandeng Mendagri Cari Solusi

Akui PPDB DKI Kecewakan Ortu, Nadiem Makarim Gandeng Mendagri Cari Solusi

News | Jum'at, 03 Juli 2020 | 11:46 WIB

PASI Tunjuk Paman Mendikbud Nadiem Makarim Jadi Plt Ketum

PASI Tunjuk Paman Mendikbud Nadiem Makarim Jadi Plt Ketum

Sport | Kamis, 02 Juli 2020 | 19:20 WIB

Temui Kemendikbud, KPAI Laporkan Seabrek Masalah PPDB 2020 dari Ortu Murid

Temui Kemendikbud, KPAI Laporkan Seabrek Masalah PPDB 2020 dari Ortu Murid

News | Kamis, 02 Juli 2020 | 13:50 WIB

KPAI Akan Sampaikan Aduan Terkait Polemik PPDB DKI Jakarta ke Kemendikbud

KPAI Akan Sampaikan Aduan Terkait Polemik PPDB DKI Jakarta ke Kemendikbud

News | Rabu, 01 Juli 2020 | 14:06 WIB

Terkini

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Bri | Sabtu, 12 September 2026 | 00:00 WIB

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:55 WIB

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:45 WIB

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:38 WIB

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

News | Jum'at, 11 September 2026 | 22:36 WIB

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 22:17 WIB

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 22:02 WIB

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

Sumsel | Jum'at, 11 September 2026 | 21:50 WIB

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:33 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:20 WIB

×