Kementan Mau Produksi Kalung Antivirus Corona, Gus Sahal: Kebodohan Hakiki

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 04 Juli 2020 | 16:51 WIB
Kementan Mau Produksi Kalung Antivirus Corona, Gus Sahal: Kebodohan Hakiki
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Dokumentasi Kementerian Pertanian)

Suara.com - Ketua PCI Nahdlatul Ulama Amerika Serikat Akhmad Sahal atau biasa disapa Gus Sahal mengecam rencana Kementerian Pertanian (Kementan) produksi kalung antivirus corona. Menurutnya, temuan kalung yang diklaim bisa menangkal Covid-19 itu adalah sebuah bentuk kebodohan.

Hal itu diungkapkan oleh Gus Sahal melalui akun Twitter miliknya @sahal_as. Sahal geram dengan rencana Kementan yang akan memproduksi kalung antivirus dalam jumlah banyak itu.

"Kalung antivirus corona ini bentuk kegobl*kan hqq. Kok mau diproduksi massal. Pakai uang negara lagi," kata Gus Sahal seperti dikutip Suara.com, Sabtu (4/7/2020).

Gus Sahal meminta agar Presiden Joko Widodo turun tangan menyikapi rencana yang telah disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo itu. Ia mendesak agar Jokowi tak mengizinkannya.

"Pak @jokowi, tolong ini jangan dibolehkan," ungkapnya.

Gus Sahal soal kalung antivirus covid-19 (Twitter/sahal_as)
Gus Sahal soal kalung antivirus covid-19 (Twitter/sahal_as)

Kementerian Pertanian akan mulai memproduksi secara massal kalung yang diklaim bisa menangkal virus corona pada Agustus 2020. Kalung tersebut terbuat dari bahan alami yakni yanaman eucalyptus yang selama ini dikenal untuk membuat minyak kayu putih.

Dari total 700 jenis tanaman yang diujicoba, tanaman eucalyptus diyakini oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mampu mematikan Covid-19. Ia mengklaim bila menggunakan kalung tersebut selama 15 menit maka antivirus akan bekerja membunuh 42 persen Covid-19.

Sementara, jika kalung yang diklaim telah lulus ujicoba itu digunakan selama 30 menit maka dapat menangkal 80 persen Covid-19.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu juga mengungkapkan kenggulan lainnya terobosan dari Kementan tersebut. Salah satunya adalah bisa mengobati luka sayatan.

baca juga

Apabila luka tersayat diberikan antivirus eucalyptus dalam bentuk roll-on maka akan bisa menutup luka seketika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Ciptakan Kalung Antivirus, Bisa Bunuh Corona Sampai 80 Persen

Kementan Ciptakan Kalung Antivirus, Bisa Bunuh Corona Sampai 80 Persen

Jogja | Sabtu, 04 Juli 2020 | 15:18 WIB

Kasus Covid-19 Global Jadi 11 Juta, WHO Desak Semua Orang Ambil Kendali

Kasus Covid-19 Global Jadi 11 Juta, WHO Desak Semua Orang Ambil Kendali

Health | Sabtu, 04 Juli 2020 | 15:23 WIB

Kementan Produksi Kalung Antivirus Corona, Said Didu: di Luar Akal Sehat

Kementan Produksi Kalung Antivirus Corona, Said Didu: di Luar Akal Sehat

News | Sabtu, 04 Juli 2020 | 15:43 WIB

Terkini

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

×