Fraksi di DPR Cenderung Ingin Turunkan Ambang Batas Presiden dari 20 Persen

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Selasa, 07 Juli 2020 | 18:28 WIB
Fraksi di DPR Cenderung Ingin Turunkan Ambang Batas Presiden dari 20 Persen
Wakil Ketua Komisi II H Muhammad Arwani Thomafi (Youtube DPR RI)

Suara.com - Fraksi-fraksi yang ada di DPR cenderung sepakat untuk menurunkan ambang batas presiden atau presidential threshold yang akan dicantumkan dalam Rancangan Undang-undang Pemilu.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi PPP Arwani Thomafi dalam diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Selasa (7/7/2020). Arwani mengatakan, penurunan tersebut didasari adanya pembelahan massa di Pemilu 2019 akibat ambang batas pemcalonan presiden sebesar 20 persen, sehingga hanya memunculkan dua pasangan calon.

Bukan hanya menyoal pembelahan politik, penurunan ambang batas presiden juga ditujukan guna memberikan kesempatan lebih kepada anak bangsa yang ingin menjadi kepala negara.

"Tetapi yang lebih penting bukan soal pembelahan, tetapi adalah soal bagaimana kita membuka seluas-luasnya potensi warga negara kita, potensi untuk munculnya calon-calon presiden, potensi munculnya aspirasi yang berkembang. Sehingga pada akhirnya kita tidak membuka seluas-luasnya, tetapi setidaknya partisipasi masyarakat untuk bisa ikut kontestasi presiden itu tidak dalam ruang yang sempit," tutur Arwani.

Adapun penurunan ambang batas presiden yang diwacanakan fraksi-fraksi di Komisi II, yaitu dari 20 persen diturunkan menjadi 10 atau 15 persen.

"Saya melihat kecenderungan fraksi-fraksi dalam soal presidensial threshlod tersebut seperti itu , ini juga barangkali menarik. Karena harus menjadi catatan kita bersama bahwa sebenarnya soal presidensial threshold ini memang ada perbedaan kalau dibanding dengan parliamentary threshold, bahwa kita juga tidak ingin partai-partai itu tidak terlalu gampang mencalonkan presiden, karena ada satu perbedaan prinsiplah soal bagaimana kita memilih anggota DPR dan presiden," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sesuai Semangat Reformasi, PAN Minta Presidential Threshold Dihapus

Tak Sesuai Semangat Reformasi, PAN Minta Presidential Threshold Dihapus

News | Selasa, 09 Juni 2020 | 14:59 WIB

Presidential Threshold 20 Persen Dinilai Hambat Regenerasi Pemimpin

Presidential Threshold 20 Persen Dinilai Hambat Regenerasi Pemimpin

News | Kamis, 25 April 2019 | 14:02 WIB

MK Tolak Gugatan Presidential Threshold

MK Tolak Gugatan Presidential Threshold

News | Kamis, 25 Oktober 2018 | 23:50 WIB

Terkini

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

×