Bikin Geger, Keponakan Sebut Donald Trump Narsis karena Didikan Kakeknya

Rendy Adrikni Sadikin, Rima Suliastini

Kamis, 09 Juli 2020 | 09:13 WIB
Bikin Geger, Keponakan Sebut Donald Trump Narsis karena Didikan Kakeknya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump . [Foto / AFP]

Suara.com - Presiden AS Donald Trump disebut narsis karena dibesarkan di keluarga yang aneh. Hal ini disampaikan oleh keponakannya, Mary Trump dalam sebuah buku berjudul 'Too Much and Never Enough: How My Family Created the World's Most Dangerous Man'.

Menyadur Channel News Asia pada Kamis (09/07/2020) Mary menuliskan Donald Trump kemungkinan menderita narsistik karena didikan kakeknya, Fred Trump yang dinilai patriarkis.

Sang kakek memilih Donald Trump sebagai ahli waris bisnis properti karena sifatnya yang sombong dan intimidatif. Fred berpikir, sifat-sifat itu akan berguna dalam mengembangkan bisnis.

"Dia memotong kemampuan Donald untuk mengembangkan dan mengalami seluruh spektrum emosi manusia," tulis Mary Trump.

"Donald membutuhkan perpecahan. Itu satu-satunya cara agar dia tahu bagaimana bertahan hidup. Kakek saya memastikan hal itu beberapa dekade yang lalu ketika dia mengubah anak-anaknya terhadap satu sama lain."

Presiden Amerika Serikat  Donald Trump . [Foto / AFP]
Presiden Amerika Serikat Donald Trump . [Foto / AFP]

Mary Trump juga menulis keluarga ayahnya tak berfungsi dengan baik dan itu adalah hal yang sangat buruk.

Mary Trump adalah putri dari kakak kandung Presiden Trump, Fred Trump Jr, yang meninggal pada 1981. Mary akan meluncur buku ini pada 28 Juli namun sepertinya jalan itu tak mudah.

Paman Mary lainnya, Robert Trump berusaha menghalangi peluncuran buku ini melalui pengadilan.

Hingga kini proses hukumnya sedang berlangsung dan pengacara Mary akan mengajukan banding terhadapan putusan hakim yang memerintah pemblokiran atas buku tersebut.

baca juga

Mary Trump memiliki hubungan yang buruk dengan Robert yang bentrok dengan ayahnya sebelum meninggal tahun 1981 setelah pertempuran dengan alkohol. Ia juga terlibat konflik hukum atas tanah milik ayahnya dengan saudara lelakinya.

Presiden Amerika Serikat  Donald Trump . [Foto / AFP]
Presiden Amerika Serikat Donald Trump . [Foto / AFP]

Dalam bukunya, Mary mengaku membantu wartawan New York Times dalam penyelidikan tahun 2018 yang menguraikan bagaimana Trump dan saudara-saudaranya menghindari pajak jutaan dolar.

Spekulasi tentang kondisi mental Trump adalah hal yang umum di antara para pencela politiknya.

Mary Trump membawa perspektif yang berbeda karena ia memiliki gelar PhD dalam bidang psikologi dan puluhan tahun pengalaman langsung dengan Trump dan keluarganya yang lebih luas.

"Saya tidak punya masalah menyebut Donald seorang narsistik," tulisnya, seraya menambahkan presiden mungkin menderita patologi lain yang mencegahnya berempati dengan orang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korut Tolak Kembali ke Meja Perundingan, AS dan Korsel Bahas Strategi

Korut Tolak Kembali ke Meja Perundingan, AS dan Korsel Bahas Strategi

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 15:08 WIB

Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO

Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 10:11 WIB

Isu Pelanggaran Privasi, Pemerintahan Trump Pertimbangkan Blokir Tik Tok

Isu Pelanggaran Privasi, Pemerintahan Trump Pertimbangkan Blokir Tik Tok

Video | Rabu, 08 Juli 2020 | 11:00 WIB

Terkini

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

×