Anies ke Warga Jakarta: Jangan Anggap Corona Hanya Urusan Pemerintah

Pebriansyah Ariefana | Stephanus Aranditio
Anies ke Warga Jakarta: Jangan Anggap Corona Hanya Urusan Pemerintah
Seorang pekerja kantor menggunakan face shield dan masker saat melintas di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (8/6). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sebagai sesama masyarakat seharusnya jangan ragu untuk saling mengingatkan jika bertemu orang yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat Ibu Kota untuk meningkatkan kesadaran diri untuk mematuhi protokol kesehatan menyusul jumlah pasien positif virus corona covid-19 di Ibu Kota, Minggu (12/7/2020) hari ini mencatatkan rekor tertinggi yakni sebanyak 404 orang.

Anies mengatakan pemerintah sudah bekerja maksimal dalam penanganan pandemi virus corona covid-19, namun upaya apa pun tidak akan berhasil jika masyrakat masih menganggap enteng.

"Jadi, jangan anggap ini sekadar urusan pemerintah. Bukan, ini urusan kita semua," kata Anies dalam video conference, Minggu (12/7/2020).

Sebagai sesama masyarakat seharusnya jangan ragu untuk saling mengingatkan jika bertemu orang yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

"Yang paling penting, jangan ragu untuk mengingatkan siapapun, kapanpun, di manapun. Tegur bila ada yang tidak pakai masker. jika tidak ada yang jaga jarak, bila ruangannya lebih dari 50 persen kapasitas," ucapnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memaparkan pada masa PSBB Transisi (4-12 Juli 2020) terdapat 6.748 kasus baru di mana 66 persen di antaranya adalah orang tanpa gejala, mereka tersebar di berbagai klaster, mulai dari rumah sakit, komunitas, hingga pasar.

"Klaster terbesar otomatis pasien rumah sakit itu 45,26 persen. Kedua pasien komunitas 38 persen, mereka yang berada di lingkungan kita. Lalu di pasar itu 6,8 persen, dan pekerja migran 5,8 persen, dan sisanya dari perkantoran," paparnya.

Sementara itu, dalam catatan Gugus Tugas DKI Jakarta jumlah pasien positif virus corona di Ibu Kota hari ini mencatatkan rekor tertinggi yakni sebanyak 404 orang.

Anies memaparkan pada 4-10 Juni di Jakarta telah melakukan 21.197 orang dites dan positivity ratenya 4.4 Persen, kemudian 11-17 Juni: 27.091 orang dites, tingkat positivity ratenya 3,1 persen.

Lalu 18-24 Juni ada sebanyak 29.873 orang di tes, positivity ratenya 3,7 persen, 25 Juni-1 Juli ada 31.085 orang dites, positivity ratenya 3,9 persen, dan yang terbaru 2-8 Juli ada 34.007 orang dites, positivity ratenya 4,8 persen.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS