Minta RI Keluar dari BoP Bentukan Trump, Anies Singgung Pelopornya Melanggar Hukum Internasional

Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 06 Maret 2026 | 11:10 WIB
Minta RI Keluar dari BoP Bentukan Trump, Anies Singgung Pelopornya Melanggar Hukum Internasional
Mantan calon presiden, Anies Baswedan. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Anies Baswedan mendesak pemerintah menarik keikutsertaan Indonesia dari Board of Peace (BoP) pimpinan Donald Trump.
  • Desakan muncul akibat agresi militer Trump dan Israel terhadap Iran, yang dinilai mencederai perdamaian dunia.
  • Anies menekankan keikutsertaan di BoP bertentangan dengan amanat konstitusi dan prinsip diplomasi Bebas Aktif Indonesia.

Suara.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melontarkan kritik tajam terhadap langkah diplomasi Indonesia di panggung global.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @aniesbaswedan, Anies mendesak agar pemerintah Indonesia segera menarik diri dari keikutsertaan dalam Board of Peace (BoP), sebuah dewan perdamaian yang dibentuk dan dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Desakan ini disampaikan Anies menyusul serangan militer yang diperintahkan oleh Presiden Trump, bersama Israel, terhadap Iran baru-baru ini.

Menurut Anies, keikutsertaan Indonesia di dalam forum tersebut justru mempertanyakan komitmen bangsa terhadap perdamaian dunia yang adil.

"Apakah ini benar-benar jalan untuk perdamaian yang adil, atau kita sedang ikut melegitimasi ketidakadilan yang selama ini kita kecam?" ujar Anies dalam unggahan Instagramnya, dikutip Jumat (6/3/2026).

Anies menyoroti ironi dari BoP tersebut. Meski secara tertulis menjanjikan perdamaian, ketuanya sendiri justru melakukan agresi militer yang menelan korban jiwa hingga tingkat kepala negara.

Lebih fatal lagi, kata Anies, serangan tersebut dilakukan tanpa adanya mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tanpa ancaman nyata, dan di tengah proses negosiasi yang sedang menunjukkan kemajuan.

"Bagaimana mungkin dewan perdamaian itu bisa tetap berjalan seolah tak terjadi apa-apa, ketika pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia," tegasnya.

Dalam unggahannya, Anies juga mengingatkan kembali tentang konstitusi Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, di mana Indonesia berjanji untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

baca juga

Ia menekankan bahwa Indonesia, sebagai pelopor Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Gerakan Non-Blok, memiliki reputasi historis sebagai suara "Dunia Ketiga" yang selalu berani menuntut negara-negara besar untuk tunduk pada hukum internasional. Oleh karena itu, ia mengkritik keras pihak-pihak yang menyalah artikan prinsip politik luar negeri 'Bebas Aktif'.

"Bebas aktif bukan berarti asal ikut di semua meja. Bebas aktif adalah kewajiban memilih meja yang selaras dengan prinsip kita. Yaitu membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan membela korban penjajahan. Bukan malah memberi karpet merah pada pelakunya," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: White House)
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: White House)

Anies menilai bahwa momentum agresi ke Iran ini harus digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dengan keluar dari BoP.

Ia menyebut bahwa mundur dari dewan tersebut bukanlah bentuk sikap anti-perdamaian, melainkan bentuk kesetiaan pada nurani bangsa dan penolakan terhadap forum yang menutup mata atas pelanggaran hukum internasional.

Sebagai penutup, Anies melemparkan pertanyaan retoris yang menggugah kesadaran publik terkait warisan diplomasi Indonesia di mata dunia.

"Apakah kita rela menukar warisan The Spirit of Bandung dengan simbol keikutsertaan di sebuah dewan perdamaian yang bahkan tak sanggup menyandang namanya sendiri? Kita perlu pikirkan secara serius," ungkapnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Donald Trump Justru Puji Cristiano Ronaldo di Depan Lionel Messi Langsung

Momen Donald Trump Justru Puji Cristiano Ronaldo di Depan Lionel Messi Langsung

Bola | Jum'at, 06 Maret 2026 | 10:07 WIB

Di Tengah Panasnya Isu Perang, Lionel Messi Sambangi Donald Trump di Gedung Putih

Di Tengah Panasnya Isu Perang, Lionel Messi Sambangi Donald Trump di Gedung Putih

Bola | Jum'at, 06 Maret 2026 | 09:59 WIB

Prabowo Buka Bersama Ulama di Istana, Dapat Saran Keluar dari BoP

Prabowo Buka Bersama Ulama di Istana, Dapat Saran Keluar dari BoP

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 20:47 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Berpotensi Meluas, Pakar Sebut Piala Dunia 2026 Pasti Ditunda

Perang AS-Israel vs Iran Berpotensi Meluas, Pakar Sebut Piala Dunia 2026 Pasti Ditunda

Bola | Kamis, 05 Maret 2026 | 20:03 WIB

Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!

Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:23 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×