alexametrics

Ogah Serahkan ke Kebun Binatang, Eks Tentara Kabur Bawa Puma ke Hutan

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti
Ogah Serahkan ke Kebun Binatang, Eks Tentara Kabur Bawa Puma ke Hutan
Ilustrasi Puma. (Pixabay/skeeze)

Pria ini membeli puma di Republik Ceko enam tahun lalu.

Suara.com - Kepolisian Polandia saat ini tengah mengejar mantan tentara yang melarikan diri ke hutan dengan membawa seekor puma.

Menyadur Channel News Asia, Senin (13/7/2020), pria itu nekar kabur lantaran enggan menyerahkan kucing besar yang telah menjadi peliharaannya ini ke kebun binatang.

Sekitar 200 petugas polisi telah dikerahkan untuk melacak keberadaan mantan veteran perang Afghanistan yang telah buron selama tiga hari.

"Ini bukan mainan yang suka dipelihara. Ini salah satu hewan paling berbahaya di dunia dan itu bisa menjadi ancaman nyata bagi kehidupan manusia," ujar Ewa Zgrabczynska, kepala kebun binatang Poznan.

Baca Juga: Jadi Tamu Pertama, Presiden Polandia Test Corona Sebelum Bertemu Trump

Pengadilan setempat meminta lelaki ini untuk menyerahkan puma peliharannya ke kebun binatang karena menjaga hewan-hewan berbahaya seperti puma dilarang di Polandia.

Mantan tentara ini melarikan diri bersama puma yang telah diikat dengan tali selepas mengancam otoritas berwenang dari kebun binatang Posnan yang datang ke rumahnya pada Jumat (10/7), dengan pisau.

Berdasarkan laporan suarat kabar Gazeta Wyborcza, lelaki ini membeli puma enam tahun lalu di Republik Ceko dan memeliharanya di rumah.

Meski polisi terus berupaya melakukan pencarian, sejumlah pihak mendukung upaya melarikan diri eks tentara ini.

"Cinta untuk hewan dan keputusan pengadilan yang kejam memaksanya untuk melarikan diri. Dia bersembunyi di hutan," kata Dariusz Wojtowicz, Wali Kota Myslocwe, melalui unggahan facebook.

Baca Juga: Ajarkan Sejarah di Sekolah, Polandia Gunakan Game Anak SMA

"Mungkin seseorang bisa melihat kasus ini dengan lebih manusiawi," sambungnya sambil menyematkan foto seorang pria yang diidentifikasi sebagai Kamis S. dan puma bernama Nubia.

Komentar