Ahli Virus Hong Kong Kabur ke AS, Klaim Bawa Pesan Kebenaran Covid-19

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 13 Juli 2020 | 14:21 WIB
Ahli Virus Hong Kong Kabur ke AS, Klaim Bawa Pesan Kebenaran Covid-19
Dr Li Meng-Yan, ahli virus Hong Kong yang melarikan diri ke Amerika Serikat.[YouTube/Fox News]

Suara.com - Seorang ahli virus asal China dilaporkan melarikan diri ke Amerika Serikat dan mendukung klaim bahwa Beijing berusaha menutupi virus corona.

Menyadur The Sun, Senin (13/7/2020), Dr Li Meng-Yan, seorang spesialis virologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong, mengatakan dia telah memutuskan untuk meninggalkan negaranya karena dia tahu bagaimana (China) memperlakukan pelapor.

Sejak wabah virus corona menyerang dunia awal tahun ini, pemerintah Cina berulang kali menghadapi tuduhan bahwa mereka berusaha membungkam siapa pun yang mencoba untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Berbicara kepada Fox News, Dr Li yang melakukan perjalanan ke AS pada akhir April, mengatakan dia adalah salah satu orang pertama yang mulai meneliti virus baru, tetapi usahanya terhenti.

"Alasan saya datang ke Amerika Serikat adalah karena saya menyampaikan pesan kebenaran Covid. Jika saya mengatakannya di Hong Kong, saat saya mulai mengatakannya saya akan menghilang dan dibunuh." kata Dr Li dikutip dari The Sun.

Pernyataan Dr Li itu muncul beberapa hari setelah undang-undang keamanan baru disahkan di Hong Kong.

Dr Li mengatakan bahwa atasannya pertama kali memintanya untuk melakukan penyelidikan "rahasia" terhadap virus "mirip-SARS" baru di Wuhan pada 31 Desember tahun lalu.

"Pemerintah China menolak untuk meminta pakar luar negeri, termasuk yang ada di Hong Kong, untuk melakukan penelitian di China," katanya.

"Jadi saya menghubungi teman-teman saya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut." lanjutnya. Dr Li kemudian berbicara dengan sejumlah pihak, termasuk orang yang bekerja di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China.

baca juga

Dr Li mengatakan, temannya memberi tahu tentang virus tak dikenal yang muncul di Wuhan dan bahwa "kasus kluster keluarga", sebuah indikator penularan dari manusia ke manusia, sedang diamati. Dia juga diberitahu bahwa jumlah kasus diperkirakan meningkat secara eksponensial.

Setelah Dr Li mendapatkan informasi, namun ia diperingatkan oleh atasannya untuk tetap diam dan berhati-hati.

"Dia memperingatkan saya ..., 'Jangan menyentuh garis merah'," kata Dr Li, merujuk pada batasan tak terucapkan yang ditempatkan oleh Beijing dalam penyelidikan semacam itu.

Minggu lalu, Beijing memberlakukan undang-undang baru di Hong Kong, yang sebelumnya dijamin otonomi di bawah pengaturan yang dikenal sebagai "satu negara, dua sistem". Undang-undang tersebut mengatur pelanggaran seperti pemisahan diri, subversi, terorisme, dan kolusi dengan pasukan asing.

Para kritikus mengatakan hukum baru tersebut akan mengikis kebebasan pers, independensi peradilan, dan hak untuk melakukan protes damai di wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Covid-19 Mengudara, Pemerintah Larang Warga Berkerumun di Ruang Tertutup

Covid-19 Mengudara, Pemerintah Larang Warga Berkerumun di Ruang Tertutup

Health | Senin, 13 Juli 2020 | 13:26 WIB

Kabar Baik, Sudah 7 Juta Pasien Berhasil Sembuh dari Virus Corona Covid-19

Kabar Baik, Sudah 7 Juta Pasien Berhasil Sembuh dari Virus Corona Covid-19

Health | Senin, 13 Juli 2020 | 13:13 WIB

Rumah Sakit Belum Siap Kasih Harga Rp 150 Ribu untuk Rapid Test Corona

Rumah Sakit Belum Siap Kasih Harga Rp 150 Ribu untuk Rapid Test Corona

News | Senin, 13 Juli 2020 | 12:52 WIB

Terkini

Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen

Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:09 WIB

Minat Beli Logam Mulia Turun, Harga Patokan Ekspor Emas Jadi Merosot

Minat Beli Logam Mulia Turun, Harga Patokan Ekspor Emas Jadi Merosot

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:06 WIB

Eksodus Besar-besaran! Daftar 13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia 'Turun Kasta' ke Super League

Eksodus Besar-besaran! Daftar 13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia 'Turun Kasta' ke Super League

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:05 WIB

Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset

Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:01 WIB

BRI Situbondo Tegaskan Dukung Penuh Kejari Usut Kasus Fraud Eks Pegawai

BRI Situbondo Tegaskan Dukung Penuh Kejari Usut Kasus Fraud Eks Pegawai

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:01 WIB

Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak

Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:01 WIB

Awas Skema Pinjol Tadpole, Bunga Harian Bisa Capai 10%

Awas Skema Pinjol Tadpole, Bunga Harian Bisa Capai 10%

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:01 WIB

Sinopsis Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Saat Ari Irham Merasa Tak Pernah Cukup di Mata sang Ibu

Sinopsis Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Saat Ari Irham Merasa Tak Pernah Cukup di Mata sang Ibu

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:01 WIB

Film Horor Tanpa Teror Hantu, Juminten Edan Buktikan Ketakutan Sesungguhnya Ada pada Manusia

Film Horor Tanpa Teror Hantu, Juminten Edan Buktikan Ketakutan Sesungguhnya Ada pada Manusia

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:56 WIB

38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi

38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:54 WIB

×