Pemerintah akan Prioritaskan Tes PCR Dibanding Rapid Test di Masa Mendatang

Chandra Iswinarno | Ummi Hadyah Saleh
Pemerintah akan Prioritaskan Tes PCR Dibanding Rapid Test di Masa Mendatang
Petugas mengatur sampel dari pasien yang mengikuti test PCR di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5). [Suara.com/Alfian Winanto]

Doni menuturkan, tes PCR akan diprioritaskan lantaran tingkat akuratannya lebih tinggi dibanding Rapid Test. Namun pihaknya tetap menggunakan tes rapid untuk sementara.

Suara.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan pihaknya akan memprioritaskan tes Covid-19 dengan menggunakan polymerase chain reaction (PCR).

Namun langkah tersebut belum bisa dipastikan waktu penerapannya secara masif. Meski begitu Doni menyatakan, prioritas tersebut belum bisa dilakukan saat ini.

"PCR Test harus menjadi prioritas utama. Walaupun sudah ada ketentuan dari Menteri Kesehatan untuk dilakukan rapid test, tetap kita akan berupaya arahnya ke depan adalah untuk PCR Test," ujar Doni di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/7/2020).

Doni menuturkan, tes PCR akan diprioritaskan lantaran tingkat akuratannya lebih tinggi dibanding Rapid Test. Namun pihaknya tetap menggunakan tes rapid untuk sementara.

"Karena memang ini menjadi tingkat akuratnya paling bagus, paling tinggi. Tetapi selama PCR ini belum terpenuhi maka jalan tengahnya untuk menetara dulu adalah Rapid test," ucap dia.

Tak hanya itu, Kepala BNPB ini juga akan memprioritaskan 3T yakni testing, tracing, dan treatment bukan hanya untuk orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), namun orang tanpa gejala (OTG). Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.

"Dan untuk testing dan tracing bukan hanya ODP dan PDP tapi mereka yang berpotensi OTG atau orang tanpa gejala yang tentunya kalau positif harus betul-betul disiplin untuk melakukan karantina atau isolasi mandiri, termasuk juga karantina atau isolasi yang disiapkan oleh pemerintah di daerah," katanya

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk memasifkan 3T di beberapa provinsi prioritas yang meliputi Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Papua.

"Tetap pada concern kita untuk memasifkan 3 T, testing, tracing dan treatment dengan prioritas khusus testing, tracing dan treatment ini di delapan provinsi yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Papua," ujar Jokowi dalam rapat terbatas melalui youtube Sekretariat Presiden, Senin (13/7/2020).

Kemudian Jokowi juga meminta agar jajarannya meningkatkan jumlah tes PCR dan jumlah mobile lab PCR. Sehingga target pengujian spesimen sampel Covid-19 sebanyak 30 ribu per hari yang diberikan bisa tercapai.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS