Pemerintah akan Prioritaskan Tes PCR Dibanding Rapid Test di Masa Mendatang

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 14 Juli 2020 | 00:10 WIB
Pemerintah akan Prioritaskan Tes PCR Dibanding Rapid Test di Masa Mendatang
Petugas mengatur sampel dari pasien yang mengikuti test PCR di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan pihaknya akan memprioritaskan tes Covid-19 dengan menggunakan polymerase chain reaction (PCR).

Namun langkah tersebut belum bisa dipastikan waktu penerapannya secara masif. Meski begitu Doni menyatakan, prioritas tersebut belum bisa dilakukan saat ini.

"PCR Test harus menjadi prioritas utama. Walaupun sudah ada ketentuan dari Menteri Kesehatan untuk dilakukan rapid test, tetap kita akan berupaya arahnya ke depan adalah untuk PCR Test," ujar Doni di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/7/2020).

Doni menuturkan, tes PCR akan diprioritaskan lantaran tingkat akuratannya lebih tinggi dibanding Rapid Test. Namun pihaknya tetap menggunakan tes rapid untuk sementara.

"Karena memang ini menjadi tingkat akuratnya paling bagus, paling tinggi. Tetapi selama PCR ini belum terpenuhi maka jalan tengahnya untuk menetara dulu adalah Rapid test," ucap dia.

Tak hanya itu, Kepala BNPB ini juga akan memprioritaskan 3T yakni testing, tracing, dan treatment bukan hanya untuk orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), namun orang tanpa gejala (OTG). Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.

"Dan untuk testing dan tracing bukan hanya ODP dan PDP tapi mereka yang berpotensi OTG atau orang tanpa gejala yang tentunya kalau positif harus betul-betul disiplin untuk melakukan karantina atau isolasi mandiri, termasuk juga karantina atau isolasi yang disiapkan oleh pemerintah di daerah," katanya

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk memasifkan 3T di beberapa provinsi prioritas yang meliputi Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Papua.

"Tetap pada concern kita untuk memasifkan 3 T, testing, tracing dan treatment dengan prioritas khusus testing, tracing dan treatment ini di delapan provinsi yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Papua," ujar Jokowi dalam rapat terbatas melalui youtube Sekretariat Presiden, Senin (13/7/2020).

baca juga

Kemudian Jokowi juga meminta agar jajarannya meningkatkan jumlah tes PCR dan jumlah mobile lab PCR. Sehingga target pengujian spesimen sampel Covid-19 sebanyak 30 ribu per hari yang diberikan bisa tercapai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekjen PERSI: Rapid Test Harus Sesuai Kondisi Pasien

Sekjen PERSI: Rapid Test Harus Sesuai Kondisi Pasien

Health | Senin, 13 Juli 2020 | 18:18 WIB

Sering Bepergian, Anggota DPRD Bantul Lakukan Rapid Test

Sering Bepergian, Anggota DPRD Bantul Lakukan Rapid Test

Jogja | Senin, 13 Juli 2020 | 17:01 WIB

Harga Rapid Test Masih di Atas Rp150 Ribu? Ini Kata Perhimpunan Rumah Sakit

Harga Rapid Test Masih di Atas Rp150 Ribu? Ini Kata Perhimpunan Rumah Sakit

Health | Senin, 13 Juli 2020 | 14:34 WIB

Terkini

Sungai Tercemar, Mangrove Rusak: Bappenas Dorong Pengelolaan Ekosistem yang Tak Terpisah

Sungai Tercemar, Mangrove Rusak: Bappenas Dorong Pengelolaan Ekosistem yang Tak Terpisah

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:20 WIB

Jokowi Dicibir PDIP: KTA Dipamerin, Tunjukin dong Ijazahnya

Jokowi Dicibir PDIP: KTA Dipamerin, Tunjukin dong Ijazahnya

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:19 WIB

Prabowo Bertemu Megawati saat Takziah, Said Abdullah: Tak Ada Pembicaraan Politik

Prabowo Bertemu Megawati saat Takziah, Said Abdullah: Tak Ada Pembicaraan Politik

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:18 WIB

Side Job: Pilihan atau Kewajiban untuk Bertahan Hidup?

Side Job: Pilihan atau Kewajiban untuk Bertahan Hidup?

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:15 WIB

Kemendagri Apresiasi Pemda Papua di Empat Sektor Pelayanan Dasar

Kemendagri Apresiasi Pemda Papua di Empat Sektor Pelayanan Dasar

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:13 WIB

Viva Acne Lotion Dipakai Kapan? Intip Aturan Pakai, Kandungan, dan Review

Viva Acne Lotion Dipakai Kapan? Intip Aturan Pakai, Kandungan, dan Review

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 10:13 WIB

Apakah Air Beras dan Masker Lidah Buaya Ampuh Memudarkan Flek Hitam Menahun?

Apakah Air Beras dan Masker Lidah Buaya Ampuh Memudarkan Flek Hitam Menahun?

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 10:12 WIB

Pemutihan Pajak itu seperti Apa?

Pemutihan Pajak itu seperti Apa?

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 10:10 WIB

Pesanan UMKM Solo di Tokopedia-TikTok Shop Naik 57 Persen, Konten Jadi Senjata Baru

Pesanan UMKM Solo di Tokopedia-TikTok Shop Naik 57 Persen, Konten Jadi Senjata Baru

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 10:08 WIB

Tan Cheng Hoe Puji Taktik Bertahan Timnas Indonesia Usai Malaysia Ditahan Imbang

Tan Cheng Hoe Puji Taktik Bertahan Timnas Indonesia Usai Malaysia Ditahan Imbang

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:07 WIB

×