Ingin Buktikan Tak Ada Pelanggaran HAM, China Undang AS ke Negaranya

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Kamis, 16 Juli 2020 | 21:47 WIB
Ingin Buktikan Tak Ada Pelanggaran HAM, China Undang AS ke Negaranya
Ilustrasi bendera China. (Foto: Shutterstock)

Suara.com - Juru bicara kementerian luar negeri China, Hua Chunying mengundang Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo untuk datang ke negaranya agar tak selalu meributkan isu HAM dari muslim Uighur.

Menyadur US News pada Kamis (16/07/2020), Hua mengatakan tak ada pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Xinjiang Barat seperti yang dituduhkan pihak AS sebelumnya.

Ia menyebut tuduhan AS atas kejahatan HAM terhadap minoritas Uighur sebagai kebohongan terbesar abad ini.

"Kami menyambutnya (Pompeo) untuk melakukan perjalanan ke negara kami dan melihat apa pandangan orang Xinjiang tentang dirinya," katanya. "Aku bisa memperkenalkannya kepada beberapa teman Uighur."

Selain itu China juga mengatakan pihaknya akan tetap berpegang pada kesepakatan perdagangan Fase 1 yang telah dicapai dengan Amerika Serikat awal tahun ini.

Presiden AS, Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Cina, Xi Jinping di Beijing, Cina pada November 2017 silam. [AFP/Fred Dufour]
Presiden AS, Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Cina, Xi Jinping di Beijing, Cina pada November 2017 silam. [AFP/Fred Dufour]

"Kami selalu menerapkan komitmen kami, tetapi kami tahu bahwa di beberapa hal, AS menindas China dan menggertak," katanya.

Mereka juga memperingatkan AS bahwa pihaknya akan menanggapi taktik intimidasi dari Washington, karena hubungan terus memburuk.

"Karena negara berdaulat yang independen, China harus menanggapi praktik-praktik intimidasi oleh pihak A. Kita harus mengatakan tidak, kita harus membuat tanggapan dan mengambil langkah reaktif untuk itu."

Warga Muslim Uighur sedang menunaikan ibadah sholat. (Shutterstock)
Warga Muslim Uighur sedang menunaikan ibadah sholat. (Shutterstock)

Hubungan antara Beijing dan Washington adalah yang terburuk dalam 10 tahun terakhir karena konflik di berbagai bidang.

AS berkali-kali berang tentang penanganan China terhadap pandemi virus corona, undang-undang keamanan nasional baru di Hong Kong dan perdagangan juga tuduhan kejahatan hak asasi manusia di Xinjiang.

Washington pada hari Selasa menghapus penetapan status khusus untuk Hong Kong dan menjatuhkan sanksi terhadap pejabat dan perusahaan China atas Hong Kong dan Xinjiang. Beijing mengutuk tindakan itu dan bersumpah akan membalas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerahkan Pasukan Tiga Matra, Taiwan Pukul Mundur Musuh yang Ingin Menyerang

Kerahkan Pasukan Tiga Matra, Taiwan Pukul Mundur Musuh yang Ingin Menyerang

News | Kamis, 16 Juli 2020 | 16:01 WIB

China Uji Coba Rudal Berbasis Helikopter Tercanggih

China Uji Coba Rudal Berbasis Helikopter Tercanggih

News | Kamis, 16 Juli 2020 | 13:09 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Mendagri Tito Karnavian Berideologi Komunis?

CEK FAKTA: Benarkah Mendagri Tito Karnavian Berideologi Komunis?

News | Kamis, 16 Juli 2020 | 13:16 WIB

Terkini

Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'

Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:10 WIB

Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel

Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:58 WIB

Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera

Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:56 WIB

100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel

100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:45 WIB

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:05 WIB

Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan

Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:02 WIB

Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang

Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:57 WIB

Istana Negara Dibuka untuk Umum, Warga Mulai Berbondong-bondong Hadiri Open House Lebaran

Istana Negara Dibuka untuk Umum, Warga Mulai Berbondong-bondong Hadiri Open House Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:51 WIB

Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS

Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:41 WIB

Prabowo Salat Id di Aceh, Ahmad Muzani: Bentuk Solidaritas bagi Sumatra

Prabowo Salat Id di Aceh, Ahmad Muzani: Bentuk Solidaritas bagi Sumatra

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:26 WIB