RS Dadi Makassar Kewalahan Tangani Pasien Ibu Hamil Berstatus PDP

Chandra Iswinarno

Sabtu, 18 Juli 2020 | 17:13 WIB
RS Dadi Makassar Kewalahan Tangani Pasien Ibu Hamil Berstatus PDP
Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar. [Terkini.id]

Suara.com - Sejak ditunjuk menjadi rujukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) untuk menangani pasien ibu hamil selama Pandemi Covid-19, pihak Rumah Sakit Khusus Daerah (RS) Dadi Kota Makasaar mengaku kewalahan.

Apalagi, ada pasien ibu hamil yang kemudian berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Rumah Sakit Dadi, Arman Bausat menyatakan, jika rumah sakitnya telah menjadi pusat rujukan untuk menangani pasien ibu hamil sesuai ketentuan yang disampaikan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada awal Juli 2020 lalu.

"Kami sekarang ini menjadi pusat rujukan untuk ibu hamil karena sebelumnya diarahkan ke Rumah Sakit Pertiwi untuk ibu hamil. Kalau ndak salah 1 Juli," kata Arman saat ditemui di RS Dadi Makassar, Sabtu (18/7/2020).

Alasan, pemprov menunjuk RS Dadi Makassar menjadi pusat rujukan, dikarenakan RS Pertiwi Makassar yang sebelumnya menangani pasien ibu hamil tidak memenuhi standar.

"Karena sarana di Pertiwi gedung yang tidak memenuhi standar, makanya pak Gubernur memutuskan menunjuk RS Dadi karena kami ada gedung di belakang, gedung angrek memang khusus untuk kamar operasi. Ada 60 tempat tidur yang kami siapkan dan sekarang penuh," ujar Arman.

Setelah menjadi pusat rujukan, ternyata penanganan pasien di RS Dadi Makassar tak berjalan mulus. Apalagi, di masa pandemi seperti sekarang ini. Banyak kasus yang terjadi di RS Dadi Makassar, salah satunya penanganan pasien ibu hamil.

"Ini ibu hamil ternyata banyak juga menderita Covid, rata-rata di sini hampir tiap hari operasi, minimal 3 satu hari. Kenapa minimal tiga, karena banyak sekali. Semua menuju ke sini, dari kabupaten juga ke sini. Makanya kami juga kelabakan," ungkap Arman.

Selain itu, beberapa kasus kematian bayi di RS Dadi Makassar juga kerap menjadi persoalan dikarenakan hasil swab bayi yang meninggal dunia kelamaan keluar. Akibatnya, keluarga pasien pun kadang ada yang mengamuk. Mereka ingin mengambil jenazah untuk dapat dimakamkan secara normal tanpa harus menunggu hasil swab.

"Yang masalah selalu kalau ada yang meninggal belum ada hasil swab, selalu berteriak mana buktinya, mana swabnya. Kenapa saya punya keluarga dibilang PDP," katanya.

baca juga

"Sudah ada beberapa kasus kematian bayi di sini. Yang problem kematian bayi, ibu hamil itu semua emergensi. Datang jam 02.00 malam, operasi jam 03.00 subuh ternyata bayinya lahir meninggal. Kan kita tidak tau apakah positif atau negatif bayinya. Kalau di-swab jam 03.00 subuh, paling hasilnya jam 20.00 malam baru bisa. Tinggal negosiasi, kalau mau tunggu," paparnya.

Apabila keluarga korban tidak ingin menunggu hasil swab, katanya, maka secara otomatis jenazah harus dimakamkan mengikuti protokol kesehatan dan gugus tugas.

"Ini kan kerena mamanya status PDP anaknya meninggal dianggap PDP, artinya harus ikuti protokol covid. Makanya ditangkap karena saya bisa dimarahi pak gubernur. Tapi kalau mau bersabar ya, harus menunggu sampai ada hasil karena swab-nya kan dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan (BLK)," jelasnya.

"Tapi InsyaAllah minggu depan kami ada PCR (Polymerase chain reaction) sendiri, paling lama 10 hari sudah jalan. Jadi tidak ada lagi masalah. Ada masuk jam 8, jam 12 sudah bisa ada hasil," sambung Arman.

Arman menyebut permasalahan penanganan pasien ibu hamil juga timbul dengan mahalnya harga box bayi. Untuk mengsiasati hal itu, petugas terpaksa membuat box menggunakan bahan triples.

"Bayangkan kemarin kami bikin boks bayi, karena beli boks bayi harganya mahal, Rp 40 jutaan. Terpaksa kita modifikasi, kita bikin boks pake tripleks terus kita belikan kantong bayi saja karena kalau dibelikan semua sampai 50, nanti kalau selesai Covid mau disimpan di mana?" tutup Arman.

Kontributor : Muhammad Aidil

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Ubah Istilah Covid-19, Karni Ilyas: Orang Kampung Saya Makin Bingung

Menkes Ubah Istilah Covid-19, Karni Ilyas: Orang Kampung Saya Makin Bingung

News | Jum'at, 17 Juli 2020 | 14:34 WIB

Menkes Terawan Beberkan Alasan Ubah Istilah ODP, PDP dan OTG

Menkes Terawan Beberkan Alasan Ubah Istilah ODP, PDP dan OTG

Video | Rabu, 15 Juli 2020 | 09:40 WIB

Negatif Corona, 6 Makam Jenazah PDP Dibongkar Lagi Atas Suruhan Kelurga

Negatif Corona, 6 Makam Jenazah PDP Dibongkar Lagi Atas Suruhan Kelurga

News | Senin, 13 Juli 2020 | 15:22 WIB

Terkini

Dari Lapas Sukamiskin ke Cibinong, Mengapa Kasus Kamar Mewah Napi Terus Berulang?

Dari Lapas Sukamiskin ke Cibinong, Mengapa Kasus Kamar Mewah Napi Terus Berulang?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:04 WIB

Undertale Genap 10 Tahun, Dunia Game Legendaris Ini Kembali Hidup Lewat Orkestra

Undertale Genap 10 Tahun, Dunia Game Legendaris Ini Kembali Hidup Lewat Orkestra

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:03 WIB

Ulasan Novel Akan Kulintasi Dunia Untukmu: Surat yang Menjembatani Dua Masa

Ulasan Novel Akan Kulintasi Dunia Untukmu: Surat yang Menjembatani Dua Masa

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 11:00 WIB

Menang Telak atas Singapura, Timnas Indonesia Belum Mampu Geser Malaysia dari Puncak

Menang Telak atas Singapura, Timnas Indonesia Belum Mampu Geser Malaysia dari Puncak

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 10:54 WIB

3 Rekomendasi Sheet Mask Kolagen Sesuai Review, Wajah Kenyal dan Cerah

3 Rekomendasi Sheet Mask Kolagen Sesuai Review, Wajah Kenyal dan Cerah

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 10:51 WIB

Kenapa Mantan Istri Andre Taulany Laporkan Rieke ke MKD DPR? Ini Duduk Perkaranya

Kenapa Mantan Istri Andre Taulany Laporkan Rieke ke MKD DPR? Ini Duduk Perkaranya

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 10:44 WIB

Perjalanan Panjang Kasus Heroin Mary Jane Veloso, Kini Bebas Murni Lewat Grasi Marcos

Perjalanan Panjang Kasus Heroin Mary Jane Veloso, Kini Bebas Murni Lewat Grasi Marcos

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:41 WIB

Cara Membersihkan Silikon Karet Tupperware yang Berjamur Hitam, Pakai Sabun hingga Baking Soda

Cara Membersihkan Silikon Karet Tupperware yang Berjamur Hitam, Pakai Sabun hingga Baking Soda

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 10:40 WIB

184 Ribu Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Meta, Meutya Minta Diperluas ke Usia 16 Tahun

184 Ribu Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Meta, Meutya Minta Diperluas ke Usia 16 Tahun

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 10:37 WIB

Review Film Avengers: Endgame Encore, Sajian Spesial Penyambung Babak Baru

Review Film Avengers: Endgame Encore, Sajian Spesial Penyambung Babak Baru

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 10:30 WIB

×