Alissa Wahid Ungkap Banyak Pihak Minta 'Ini-itu' saat Gus Dur Jadi Presiden

Rendy Adrikni Sadikin, Farah Nabilla

Sabtu, 25 Juli 2020 | 12:47 WIB
Alissa Wahid Ungkap Banyak Pihak Minta 'Ini-itu' saat Gus Dur Jadi Presiden
Alissa Wahid. [Suara.com/Somad]

Suara.com - Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Whid, Alissa Wahid mengungkap bahwa dirinya juga pernah didekati oleh sejumlah pihak untuk memuluskan proyek tertentu kala ayahnya masih menjabat sebagai presiden.

Alissa menegaskan bahwa dirinya selalu menolak semua tawaran-tawaran yang datang kepadanya.

"Yang melakukan pendekatan (paling tidak yg saya alami) buuaaaanyyyyyyyaaaaaaaak. Menawarkan ini-itu sambil minta ini-itu. Saya sih menjawabnya tegas: "saya bisa diusir & dibuang Bapak kalau mencampuri urusan Beliau"" aku Alissa seperti yang dikutip Suara.com dari Twitter-nya, Sabtu (25/7/2020).

Lebih lanjut, perempuan bernama lengkap Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahida ini kemudian menceritakan saat dirinya ditawari uang sekoper oleh seorang pengusaha.

Kala itu, Alissa tengah bersiap bersama tim relawan berangkat ke Aceh untuk membantu korban bencana tanah longsor.

Ia kemudian menawarkan agar pengusaha itu menghubungi yayasan yang bisa menerima uang tersebut agar bisa dipergunakan oleh yang membutuhkan.

Alissa kemudian memberikan nomor telepon Suara Ibu Peduli, sebuah komunitas yang sering menyarakan kritik terhadap kepemimpinan era Orde Baru.

"Belakangan, dia kontak-kontak titip agar Presiden #GusDur tanda tangan izin tambangnya. Untung saya selamet!" ungkap Alissa menceritakan pengusaha itu.

Cerita Alissa Wahid tentang pihak yang memanfaatkan dan meminta jabatan pada Gus Dur. (Twitter/@AlissaWahid)
Cerita Alissa Wahid tentang pihak yang memanfaatkan dan meminta jabatan pada Gus Dur. (Twitter/@AlissaWahid)

Perempuan yang juga berprofesi sebagai psikolog keluarga itu mengatakan bahwa beberapa orang pernah menjual kedekatannya dengan sosok Gus Dur.

baca juga

"Beberapa orang yang sebelum masa istana dekat dengan #GusDur & keluarga, akhirnya dijothak (dijauhi) Gus Dur karena mereka jualan kedekatannya dengan Presiden," lanjut Alissa.

Ia mengaku mengetahui kondisi ekonomi pihak-pihak tersebut sampai sekarang, juga keadaan mereka yang jauh berbeda dengan nasib Gus Dur di akhir masa hidupnya.

"Kita sih yang di istana tahu. Mereka ini sampai sekarang kaya-raya, sementara sampai akhir hayat Gus Dur tidak berlimpah harta," ujar Alissa lagi.

Tak hanya uang sekoper, putri pertama Gus Dur ini juga pernah ditawari jalan-jalan ke China untuk menemani pejabat dan pengusaha.

Namun ia saat itu menolak.

"Saya pernah ditawari jalan-jalan ke China menemani pejabat & pengusaha yg sedang melobi beli pesawat di sana. Saya bilang saya enggak tahu urusan. Mereka bilang cuma datang & say hi aja kok. Enggak macam-macam. Ternyata gitu tho caranya," tulis Alissa lagi yang mengaku menjadi lebih paham dinamika politik dari peristiwa tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahas Protokol, Pemprov DKI: Pengunjung Hiburan Malam Harus Rapid Test Dulu

Bahas Protokol, Pemprov DKI: Pengunjung Hiburan Malam Harus Rapid Test Dulu

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 15:02 WIB

Petugas Covid-19 Dianiaya di Kuburan, Alissa Wahid Desak Polisi Usut Tuntas

Petugas Covid-19 Dianiaya di Kuburan, Alissa Wahid Desak Polisi Usut Tuntas

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 19:31 WIB

Jakarta Diminta Berkaca ke Korsel Sebelum Buka Tempat Hiburan Malam

Jakarta Diminta Berkaca ke Korsel Sebelum Buka Tempat Hiburan Malam

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 10:17 WIB

Protes Anies, Terapis Cantik dan Pemandu Karaoke Geruduk Balai Kota DKI

Protes Anies, Terapis Cantik dan Pemandu Karaoke Geruduk Balai Kota DKI

Video | Selasa, 21 Juli 2020 | 15:40 WIB

Terapis hingga Pemandu Karaoke Ngebet Beroperasi, Asphija: Mohon Sabar Dulu

Terapis hingga Pemandu Karaoke Ngebet Beroperasi, Asphija: Mohon Sabar Dulu

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 14:32 WIB

Terapis Pijat dan Pemandu Karaoke Geruduk Balai Kota DKI

Terapis Pijat dan Pemandu Karaoke Geruduk Balai Kota DKI

Foto | Selasa, 21 Juli 2020 | 12:25 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×