Ramai Diprotes Ortu, Nadiem Sebut PPDB 2020 jadi Revolusi Senyap Pendidikan

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Rabu, 29 Juli 2020 | 15:07 WIB
Ramai Diprotes Ortu, Nadiem Sebut PPDB 2020 jadi Revolusi Senyap Pendidikan
Nadiem Makarim (Instagram/Kemdikbud.RI)

Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan bahwa pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru 2020 merupakan revolusi senyap atau silent revolution untuk menerapkan keadilan sosial bagi seluruh siswa-siswi di Indonesia.

Nadiem menjelaskan PPDB tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana pada tahun ini lebih mengutamakan seleksi berdasarkan zonasi sebesar 50 persen, yang teknisnya disesuai oleh pemerintah daerah, bukan lagi mengutamakan seleksi nilai ujian nasional.

Menurut Nadiem, dalam PPDB yang digelar selama ini terlalu berpatokan terhadap nilai sementara seorang siswa yang berkecukupan bisa saja mengikuti bimbingan belajar dengan biaya di luar sekolah, sementara anak dari kalangan menengah ke bawah sulit mendapatkan pendidikan lebih dari sekolah.

"Satu hal yang saya sadari adalah suaranya rakyat miskin ini jarang diangkat dan ketahuan, bahwa ada perubahan fundamental mengenai suatu kesetaraan atau sistem kebijakan itu kadang-kadang tidak terlihat, tapi secara diam-diam, silence revolution, (seperti) yang telah terjadi dengan PPDB zonasi," kata Nadiem dalam diskusi virtual bersama KPK, Rabu (29/7/2020).

Nadiem tak menampik masih banyak orang tua yang tidak puas dengan kebijakannya terkait PPDB, dia memaklumi hal ini sebagai masa transisi, namun sebenarnya bagi siswa dengan kemampuan ekonomi dan nilai tinggi bisa menggunakan jalur prestasi yang disiapkan 30 persen.

"Penjelasannya karena sistem PPDB sebelumnya dimana yang boleh masuk itu berdasarkan angka UN dan karena itu yang sosial ekonomi lebih tinggi jauh lebih banyak yang masuk (sekolah negeri), yang rendah malah lebih banyak masuk swasta," jelasnya.

"Sekolah negeri itu seharusnya untuk yang paling membutuhkan secara sosial ekonomi, itu kan prinsip keadilan sosial, itu yang dijunjung tinggi, jadi selama ini kita koreksi sekarang dengan PPDB zonasi," kata Nadiem menegaskan.

PPDB 2020, khususnya di DKI Jakarta diketahui sempat ramai diprotes orang tua murid karena anaknya tidak bisa masuk sekolah negeri melalui jalur zonasi karena yang menjadi indikator pertimbangan seleksi adalah usia dan jarak, bukan lagi nilai. Padahal menurut orang tua, pihaknya yang sudah menyekolahkan anaknya dengan berbagai macam tambahan bimbel justru tidak bisa masuk ke sekolah negeri impiannya melalui jalur zonasi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ijazah Tertahan, Zonasi Dikeluhkan: DPRD DKI Desak Evaluasi Total PPDB

Ijazah Tertahan, Zonasi Dikeluhkan: DPRD DKI Desak Evaluasi Total PPDB

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Perjuangan Orang Tua di Balik Antrean PPDB: Antara Pendidikan Anak dan Dompet yang Menipis

Perjuangan Orang Tua di Balik Antrean PPDB: Antara Pendidikan Anak dan Dompet yang Menipis

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:45 WIB

PPDB Jabar 2026 Kacau, Dedi Mulyadi Semprot Dinas Pendidikan: Seperti Ikan Gurame di Laut!

PPDB Jabar 2026 Kacau, Dedi Mulyadi Semprot Dinas Pendidikan: Seperti Ikan Gurame di Laut!

Your Say | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:55 WIB

Viral! Ikra Gagal Sekolah Gara-Gara Calo PPDB: Kisah Pilu Potret Buruk Pendidikan Indonesia

Viral! Ikra Gagal Sekolah Gara-Gara Calo PPDB: Kisah Pilu Potret Buruk Pendidikan Indonesia

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 20:18 WIB

Viral 2 Sekolah di Sumbar Disegel Warga Gegara PPDB 2025, Hari Pertama Sekolah Jadi Masalah!

Viral 2 Sekolah di Sumbar Disegel Warga Gegara PPDB 2025, Hari Pertama Sekolah Jadi Masalah!

News | Senin, 14 Juli 2025 | 17:44 WIB

Pengumuman SPMB Kabupaten Bogor 2025: Link Hasil Seleksi TK, SD, dan SMP Terbaru

Pengumuman SPMB Kabupaten Bogor 2025: Link Hasil Seleksi TK, SD, dan SMP Terbaru

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 12:41 WIB

Pendidikan Tanpa Etika: Ketika PPDB Jadi Ajang Suap dan Jalur Belakang

Pendidikan Tanpa Etika: Ketika PPDB Jadi Ajang Suap dan Jalur Belakang

Your Say | Selasa, 08 Juli 2025 | 12:39 WIB

Dari PPDB ke SPMB: Apakah Sekadar Ganti Nama?

Dari PPDB ke SPMB: Apakah Sekadar Ganti Nama?

Your Say | Selasa, 08 Juli 2025 | 12:10 WIB

10 SMA Terfavorit di Bekasi, Bisa Jadi Rujukan Siswa Baru di SPMB 2025

10 SMA Terfavorit di Bekasi, Bisa Jadi Rujukan Siswa Baru di SPMB 2025

News | Rabu, 02 Juli 2025 | 05:00 WIB

Jalur Pendaftaran SPMB SMP Bekasi 2025 Paling Sepi Peminat

Jalur Pendaftaran SPMB SMP Bekasi 2025 Paling Sepi Peminat

News | Selasa, 01 Juli 2025 | 13:49 WIB

Terkini

BRI Private dan BRI Prioritas Tawarkan Privilege Pendidikan Anak di Sequoia School

BRI Private dan BRI Prioritas Tawarkan Privilege Pendidikan Anak di Sequoia School

Sumbar | Jum'at, 06 November 2026 | 16:20 WIB

BRI Private dan Prioritas Perluas Privilege Nasabah Lewat Fasilitas Pendidikan di Sequoia School

BRI Private dan Prioritas Perluas Privilege Nasabah Lewat Fasilitas Pendidikan di Sequoia School

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 16:19 WIB

Nasib Insentif Mobil Hybrid Belum Jelas, Masih Dibahas Antar Kementerian

Nasib Insentif Mobil Hybrid Belum Jelas, Masih Dibahas Antar Kementerian

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 16:16 WIB

Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School

Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Jebakan Politik Belas Kasihan: Mengapa Orang Mudah Menangisi Pejabat?

Jebakan Politik Belas Kasihan: Mengapa Orang Mudah Menangisi Pejabat?

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Mengapa Penurunan Populasi Siamang Bisa Ancam Regenerasi Hutan Sumatra?

Mengapa Penurunan Populasi Siamang Bisa Ancam Regenerasi Hutan Sumatra?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Terkenal Tanpa Karya: Ketika Sensasi Lebih Laku daripada Prestasi

Terkenal Tanpa Karya: Ketika Sensasi Lebih Laku daripada Prestasi

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Gianni Infantino Punya Penantang dari Jepang, Eks Presiden JFA Siap Berebut Kursi FIFA

Gianni Infantino Punya Penantang dari Jepang, Eks Presiden JFA Siap Berebut Kursi FIFA

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 16:14 WIB

Cegah Karhutla Berulang, Pemerintah Prioritaskan Pembasahan Lahan Gambut di 4 Provinsi

Cegah Karhutla Berulang, Pemerintah Prioritaskan Pembasahan Lahan Gambut di 4 Provinsi

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 16:11 WIB

BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas

BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 16:11 WIB

×