WNI Ditangkap Polisi Singapura karena Buang Bayi di Tempat Sampah

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 29 Juli 2020 | 16:36 WIB
WNI Ditangkap Polisi Singapura karena Buang Bayi di Tempat Sampah
Ilustrasi bayi.(Pexels)

Suara.com - WNI ditangkap di Singapura, Rabu (29/07/2020), karena diduga membuang bayinya yang baru lahir ke tempat sampah.

Menyadur Channel News Asia, wanita asal Indonesia ini diduga sebagai ibu bayi tersebut.

Penangkapan ini terjadi setelah bayi laki-laki tersebut ditemukan di 7 Taman Tai Keng pada Senin malam.

Menurut pernyataan polisi, bayi ini ditemukan dalam kondisi hidup dan kondisinya masih stabil hingga sekarang.

Saat ini, bayi malang itu sedang dalam perawatan medis di KK Women’s and Children’s Hospital.

Ilustrasi bayi dibunuh. [Shutterstock]
Ilustrasi bayi dibuang. [Shutterstock]

"Melalui investigasi lapangan yang luas dan bantuan rekaman CCTV milik warga, petugas dari Divisi Kepolisian Ang Mo Kio menetapkan identitas wanita itu, yang diyakini telah meninggalkan bayi itu," kata mereka pada hari ini.

Wanita itu akan didakwa di pengadilan pada hari Kamis dengan tuduhan pengabaian anak di bawah 12 tahun.

Jika dinyatakan bersalah, ia akan dihukum hingga tujuh tahun penjara atau denda atau keduanya. Sementara itu, polisi sedang memeriksa identitas ayah bayi itu.

"Polisi ingin menyampaikan penghargaan kami kepada anggota masyarakat yang memberikan informasi berharga yang membantu penyelidikan dan berkontribusi pada penangkapan," kata mereka.

baca juga
Ilustrasi bayi yang baru dilahirkan (Shutterstock).
Ilustrasi bayi yang baru dilahirkan (Shutterstock).

Kasus bayi dibuang juga terjadi pekan lalu di kota Bauchi, Nigeria. Pelakunya bahkan belum memotong tali pusar dan plasenta bayi tersebut.

Menyadur Guardian Nigeria, mayat bayi malang ini ditemukan oleh seorang bocah yang tengah memulung plastik pada Kamis (16/7) lalu.

Anak laki-laki berusia 14 tahun ini langsung berupaya mencari pertolongan ketika melihat jasad bayi tergeletak begitu saja di tempat sampah yang berada daerah Gwallamenji.

"Saya langsung memanggil kakakku, tapi ia menolak untuk melihatnya dan malah kabur," ujar pemulung itu.

Ilustrasi bayi. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

"Kami lalu melihat seorang pria melintas dan meminta ia untuk mengawasi si bayi, sementara saya mencari bantuan ke tetannga dan ibu saya," sambungnya.

Staf Hubungan Masyarakay Polisi Negara Bagian Bauchi, Ahmed Wakili, membenarkan penemuan bayi dan mengatakan otoritas berwenang tengah melakukan penyelidikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buang Bayi Hingga Diseret Anjing, Bunda AN Melahirkan di WC Kantor

Buang Bayi Hingga Diseret Anjing, Bunda AN Melahirkan di WC Kantor

Jabar | Kamis, 16 Juli 2020 | 12:41 WIB

Malu Ditinggal Suami Siri, Mama Muda di Bogor Nekat Buang Bayi

Malu Ditinggal Suami Siri, Mama Muda di Bogor Nekat Buang Bayi

Jabar | Sabtu, 30 Mei 2020 | 18:07 WIB

Heboh Aksi Pasangan Kumpul Kebo, Buang Bayi Modus Ketuk Pintu Rumah Warga

Heboh Aksi Pasangan Kumpul Kebo, Buang Bayi Modus Ketuk Pintu Rumah Warga

News | Sabtu, 23 Mei 2020 | 13:53 WIB

Terkini

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:36 WIB

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Shayne Pattynama Bingung Tak Kunjung Dimainkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Shayne Pattynama Bingung Tak Kunjung Dimainkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Kemudahan Mengontrol Fitur Mobil Listrik Changan Nevo Q05 Lewat Smartphone

Kemudahan Mengontrol Fitur Mobil Listrik Changan Nevo Q05 Lewat Smartphone

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Perum Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Perum Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Kekurangan Gula Rafinasi, Industri Mamin RI Terancam Stop Produksi

Kekurangan Gula Rafinasi, Industri Mamin RI Terancam Stop Produksi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"

Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:25 WIB

×