Cuma dengan Izin Buang Air, Seorang Napi di India Berhasil Kabur

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Senin, 03 Agustus 2020 | 21:28 WIB
Cuma dengan Izin Buang Air, Seorang Napi di India Berhasil Kabur
Ilustrasi narapidana. [shutterstock]

Suara.com - Seorang narapidana di India dengan mudahnya melarikan diri dengan cara meminta ijin kepada petugas karena ingin buang air.

Menyadur Gulf News, Bhim Rai, seorang narapidana dengan hukuman seumur hidup melarikan diri dengan izin ke petugas ingin buang air saat sedang dalam perjalanan ke rumah sakit karena ia dinyatakan positif Covid-19 di Benggala Barat.

Pria berusia 48 tahun tersebut sudah mendekam di balik jeruji besi sejak 2011, ketika dia dihukum karena membunuh istrinya.

Mengambil kesempatan saat ia diangkut dari Rimbick di Darjeeling ke sebuah rumah sakit di Triveni, Kalimpong, pria itu meminta izin ke petugas karena ingin buang air di toilet.

Menurut laporan Telegraph India, Amit Gurung yang mengemudikan mobil tahanan mengatakan bahwa narapidana itu meminta ia untuk menepi karena ingin buang air kecil dan buang air besar.

Petugas langsung merespon permintaan sang narapidana dan mereka berhenti di sebuah hutan dan mempersilahkannya untuk buang air, dan saat itu ia melarikan diri.

Rahul Pandey, Darjeeling DSP (kota) mengatakan kepada Telegraph India bahwa pihaknya sedang berupaya untuk menangkap Bhim Rai.

Menurut media lokal pihak kepolisian melakukan pencarian di hutan dengan cara memanggil menggunakan pengeras suara.

Para petugas kepolisian, dalam pencariannya, memperingatkan Rai bahwa ada macan tutul dan beruang di hutan tempat ia melarikan diri.

Kejadian tersebut kemudian diunggah oleh seorang warganet dan langsung mengundang beragam komentar. "Pria ini berasal dari Chota Hatta, Rimbick dan dinyatakan positif COVID. Ketika dia dipindahkan ke Triveni, dia meminta sopir ambulans untuk berhenti dekat 3 mil (Jorebunglow) untuk buang air. Baru kemudian pengemudi menyadari bahwa dia melarikan diri." tulis akun @ILoveSiliguri.

"Petugas polisi terdengar membuat pengumuman di pengeras suara, meminta pria itu untuk kembali, dan memberitahukan kepadanya bahwa ada macan tutul dan beruang di hutan." sambung akun tersebut.

Akun @junaidanwar menuliskan komentar: "Semoga hewan-hewan liar memahami pengumuman dari pengeras suara."

Akun @tashitobgyal berkomentar: "Virus itu pasti mendorong manusia lebih dekat ke alam. Secara harfiah."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

86 Orang Tewas karena Miras Ilegal, Polisi India Tangkap 6 Tersangka

86 Orang Tewas karena Miras Ilegal, Polisi India Tangkap 6 Tersangka

News | Minggu, 02 Agustus 2020 | 22:54 WIB

13 Dokter Meninggal Mendadak, Tenaga Medis di India Khawatir

13 Dokter Meninggal Mendadak, Tenaga Medis di India Khawatir

Health | Minggu, 02 Agustus 2020 | 20:48 WIB

Covid-19 Renggut 13 Dokter dalam Dua Pekan, Tenaga Medis India Panik

Covid-19 Renggut 13 Dokter dalam Dua Pekan, Tenaga Medis India Panik

News | Minggu, 02 Agustus 2020 | 18:50 WIB

Terkini

Indonesia Siapkan Draft Element Paper untuk Perbaiki Tata Kelola Royalti Digital Global

Indonesia Siapkan Draft Element Paper untuk Perbaiki Tata Kelola Royalti Digital Global

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:27 WIB

Uni Emirat Arab: Amerika Harus Tuntaskan Iran, Tak Boleh Gencatan Senjata

Uni Emirat Arab: Amerika Harus Tuntaskan Iran, Tak Boleh Gencatan Senjata

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:24 WIB

Tergiur Penggandaan Black Dollar, WNA Korea Tertipu Duo Liberia di Jakarta

Tergiur Penggandaan Black Dollar, WNA Korea Tertipu Duo Liberia di Jakarta

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:22 WIB

1.251 Dapur MBG Kena Sanksi, DPR Desak Pengawasan dan Sertifikasi Diperketat

1.251 Dapur MBG Kena Sanksi, DPR Desak Pengawasan dan Sertifikasi Diperketat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:17 WIB

Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya

Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:15 WIB

Transformasi Pengelolaan Kendaraan Operasional: Dari Beli ke Sewa

Transformasi Pengelolaan Kendaraan Operasional: Dari Beli ke Sewa

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:13 WIB

Karena Ini, Pengacara Eks Wamenaker Noel Tuding KPK Tebang Pilih

Karena Ini, Pengacara Eks Wamenaker Noel Tuding KPK Tebang Pilih

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:06 WIB

Perdagangan Kayu Ilegal Masih Marak, Bisakah Sains Forensik Jadi Solusi?

Perdagangan Kayu Ilegal Masih Marak, Bisakah Sains Forensik Jadi Solusi?

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:52 WIB

Berawal dari Perkelahian Adik, Pemuda di Maluku Tewas Dipukul Prajurit TNI

Berawal dari Perkelahian Adik, Pemuda di Maluku Tewas Dipukul Prajurit TNI

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:47 WIB

Kapal Pertamina Tak Bisa Lewat Selat Hormuz, DPR Dorong Pemerintah Lakukan Diplomasi ke Iran

Kapal Pertamina Tak Bisa Lewat Selat Hormuz, DPR Dorong Pemerintah Lakukan Diplomasi ke Iran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:44 WIB