Karantina Covid-19, Gangguan Kesehatan Mental Anak di Venezuela Meningkat

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Rabu, 05 Agustus 2020 | 12:59 WIB
Karantina Covid-19, Gangguan Kesehatan Mental Anak di Venezuela Meningkat
Ilustrasi anak lakukan karantina mandiri (Shutterstock)

Suara.com - Anak-anak di Venezuela dilaporkan mengalami peningkatan gangguan mental seperti depresi dan kecemasan akibat menjalani karantina terkait Covid-19 berbulan-bulan lamanya.

Menyadur Channel News Asia, Rabu (5/8/2020), Venezuela sejauh ini telah menerapkan karantina selama lebih dari lima bulan sejak dimulainya wabah virus corona di negara tersebut.

Organisasi non-pemerintah yang berfokus pada hak-hak anak dan remaja, Cecodap, mengatakan telah melayani 1.458 konseling dalam enam bulan pertama tahun ini.

Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang siginifikan, mengingat organisasi ini memberikan 1.115 layanan konsultasi sepanjang 2019.

Seorang psikolog Cecodap, Abel Saraiba, mengatakan kemarahan, kesedihan, dan ketidakpastian merupakan emosi umum lainnya yang diungkapkan ana-anak.

"Kami memiliki permasalahan kemanusiaan yang kompleks di atas pandemi, kombinasi dari faktor-faktor ini mengakibatkan penurunan kualitas hidup," ujar Saraiba.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Sejak tindakan karantina pertama kali diberlakukan pada 17 Maret lalu, Saraiba telah melihat peningkatan tajam dalam jumlah anak-anak yang mengalami depresi dan gangguan kecemasan.

Jumlah anak-anak yang mengalami gangguan depresi dan kecemasan meningkat menjadi 31 persen pada Juni, dari 9 persen pada Februari.

Ada banyak faktor yang membuat kesehatan mental anak terganggu, termasuk karantin ayang berujung pada kurangnya interaksi dengan anak-anak lain.

baca juga

Selain itu, tidak tersedianya koneksi internet yang memadai dan tidak adanya televisi juga memicu gangguan terhadap anak yang acapkali ditanggapi oleh orang tua dengan kekerasan fisik.

Menurut Saraiba, Venezuela tidak memiliki stastistik kesehatan mental anak muda.

Akibatnya, sulit untuk memahami ruang lingkup masalah yang menurutnya, pemerintah tidak memprioritaskan dalam merespon krisis pandemi virus corona.

Berdasarkan data Worldometers per Rabu (5/8), Venezuela mencatatkan total kasus infeksi virus corona mencapai 20.745 dengan 180 kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas, Omongan Mertua Bisa Bikin Ibu Depresi Pasca Melahirkan

Awas, Omongan Mertua Bisa Bikin Ibu Depresi Pasca Melahirkan

Health | Selasa, 04 Agustus 2020 | 18:25 WIB

Survei: Pasien Sembuh Covid-19 Rentan Alami Masalah Kejiwaan

Survei: Pasien Sembuh Covid-19 Rentan Alami Masalah Kejiwaan

Health | Selasa, 04 Agustus 2020 | 13:34 WIB

Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19

Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:33 WIB

Terkini

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

×