Demi Main Pokemon Go, Pria Ini Didenda Rp 17 Juta karena Langgar Lockdown

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:17 WIB
Demi Main Pokemon Go, Pria Ini Didenda Rp 17 Juta karena Langgar Lockdown
Ilustrasi permainan Pokemon Go (Shutterstock).

Suara.com - Kepolisian Victoria menangkap seorang pria yang nekat masuk ke kawasan pusat bisnis (CBD) Melbourne yang tengah dibatasi karena pandemi virus corona, untuk bermain game Pokemon Go.

Menyadur News.com.au, pria yang tak disebutkan namanya ini harus menanggung denda belasan juta karena telah melanggar aturan lockdown.

Insiden ini terjadi pada Minggu (2/8), di mana pria tersebut sengaja melakukan perjalanan hingga 13km dari pinggiran barat kota untuk bermain game augmented reality tersebut.

Akibat ngeyel masuk ke daerah terlarang demi menangkap karakter-karakter dalam game Pokemon, pria ini harus membayar denda sebesar USD 1652 atau sekitar Rp 17 juta.

Pemain Pokemon Go ini merupakan satu di antara 172 orang yang melanggar aturan pemerintah yang menetapkan warga Melbourne harus berada di rumah kecuali untuk bekerja, belajar, berolahraga, berbelanja, atau untuk perawatan medis.

Polisi mengatakan sebelumnya ada seorang pria Keilor yang didenda usai mencoba berlibur ke Pantai Surf, dua pria didenda karena makan di restoran cepat saji di Teluk Hobsons, hingga sekelompok orang yang mendapatkan denda karena merayakan pesta ulang tahun.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Juga pada Minggu (2/8), Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews mengatakan warga Victoria yang kedapatan tidak berada di rumah ketika anggota Angkatan Pertahanan Australia melakukan kunjungan ke rumah, akan didenda.

Angkatan Pertahanan Australia bertugas menjaga orang-orang yang dinyatakan positif virus corona untuk tinggal di rumah dan melakukan isolasi diri.

Andrews mengatakan ia tak segan-segan akan meningkatkan denda bagi orang-orang yang pergi padahal harusnya mereka tinggal di rumah.

baca juga

"Jika polisi Victoria datang kepada saya dan mengatakan kami membutuhkan perlengkapan tambahan, saya tidak akan ragu," ujar Andrews.

"Kita tidak bsia lagi membiarkan orang keluar dengan alasan apa pun," sambungnya.

Victoria diperkirakan akan mencatat lebih dari 420 kasus infeksi virus corona baru pada awal pekan ini.

Sementara total kasus virus corona di Australia, berdasarkan data Worldometers per Selasa (4/8), mencapai 18.730 dengan 232 kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 di Victoria Meningkat, Melbourne Tutup Pabrik dan Ritel

Kasus Covid-19 di Victoria Meningkat, Melbourne Tutup Pabrik dan Ritel

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 01:05 WIB

Ingin Matikan Virus Corona, Pria Ini Sengaja Bakar Minimarket Miliknya

Ingin Matikan Virus Corona, Pria Ini Sengaja Bakar Minimarket Miliknya

News | Sabtu, 01 Agustus 2020 | 12:34 WIB

Makin Banyak, Kakek Pecinta Pokemon Go Kini Main dengan 64 Ponsel di Sepeda

Makin Banyak, Kakek Pecinta Pokemon Go Kini Main dengan 64 Ponsel di Sepeda

News | Senin, 29 Juni 2020 | 16:13 WIB

Terkini

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 07:28 WIB

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest  di Solo Tetap Digelar

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar

Surakarta | Rabu, 04 November 2026 | 07:26 WIB

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 07:23 WIB

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:20 WIB

×