Kecam Tindakan Brutal di Mertodranan, GP Ansor: Pelakunya Harus Ditangkap

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Minggu, 09 Agustus 2020 | 17:17 WIB
Kecam Tindakan Brutal di Mertodranan, GP Ansor: Pelakunya Harus Ditangkap
Ilustrasi perkelahian. [shutterstock]

Suara.com - Gerakan Pemuda atau GP Ansor Jawa Tengah (Jateng) buka suara terkait tindakan anarkistis puluhan orang yang memicu kericuhan di RW 001 Kampung Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8/2020) malam. Mereka mengecam keras tindakan tersebut.

Akibat kericuhan itu, sejumlah orang mengalami luka-luka. Tiga di antaranya terkena lemparan batu.

“Kami mengecam tindakan brutal dan main hakim sendiri oleh sekelompok orang di Solo kemarin [Sabtu] sore,” ujar Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah (Jateng), Sholahuddin Aly atau Gus Sholah, seperti dikutip dari solopos.com - jaringan Suara.com, Minggu (9/8/2020).

Menurut dia, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara hukum. Sehingga segala persoalan mestinya diselesaikan melalui jalur hukum.

Polisi sebagai penegak hukum harus berani menangkap para pelaku aksi brutal dan kericuhan di Mertodranan, Solo.

“Kami mendesak kepolisian menindak tegas para perusuh itu. Kami juga mendorong aparat menjamin rasa aman kepada siapa pun warga Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan adat yang tidak melanggar norma,” kata dia.

Penuturan senada disampaikan Ketua GP Ansor Solo, Arif Sarifudin. Dia sangat prihatin dengan tindakan anarkistis yang menyebabkan beberapa orang terluka.

Lebih lanjut, ia mengajak warga Solo tetap tenang dan tak terpancing provokasi dengan adanya kericuhan di Mertodranan tersebut.

“Kami mendorong aparat kepolisian segera menindak tegas para pelaku aksi di Pasar Kliwon. Kami juga mengajak seluruh masyarakat Solo untuk sama-sama menjaga kondusivitas wilayah. Apalagi saat ini mendekati pilkada,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang terluka akibat keributan di wilayah RW 001 Kampung Mertodranan, Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8/2020) malam.

Puluhan orang tidak dikenal mendatangi rumah salah seorang warga sekitar pukul 17.45 WIB. Tak lama berselang terjadi keributan di Mertodranan yang mengakibatkan sekitar tiga orang luka ringan.

"Tadi malam tidak ada bakar-bakaran. Pak polisi langsung antisipasi. Kejadian sekitar Magrib sampai setelah Isya. Setelah itu dijaga terus oleh polisi. Jalarane [penyebab] nya kesalahpahaman. Ada wargaku mau lamaran. Rumangsane acara yang melanggar," ujar Supatno, Lurah Pasar Kliwon menjelaskan ihwan kericuhan di Mertodranan, Solo, itu.

Dia tidak tahu penyebabnya, tapi menurut dia sempat terjadi aksi pelemparan batu oleh beberapa orang. Kericuhan itu membuat sekitar tiga orang di lokasi terluka. "Hanya luka ringan. Mungkin terkena lemparan batu. Terkena bagian apa saya juga tidak tahu persis," imbuh dia.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keributan di Mertodranan Solo Bikin 3 Orang Terluka, Lurah: Salah Paham

Keributan di Mertodranan Solo Bikin 3 Orang Terluka, Lurah: Salah Paham

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2020 | 16:27 WIB

Kecewa Penerbangan Ditunda, Penumpang Amuk Staf Maskapai

Kecewa Penerbangan Ditunda, Penumpang Amuk Staf Maskapai

News | Jum'at, 17 Juli 2020 | 23:17 WIB

Terkuak! Puluhan Perusuh di Mandailing Natal Minta Jatah 30 Persen Dana BLT

Terkuak! Puluhan Perusuh di Mandailing Natal Minta Jatah 30 Persen Dana BLT

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 15:22 WIB

Polisi Tangkap 20 Perusuh di Madina, Kapolda: Agar Tak Jadi Role Model

Polisi Tangkap 20 Perusuh di Madina, Kapolda: Agar Tak Jadi Role Model

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 14:33 WIB

Tiba di Mapolda Sumut, Ini Tampang 18 Tersangka Rusuh di Mandailing Natal

Tiba di Mapolda Sumut, Ini Tampang 18 Tersangka Rusuh di Mandailing Natal

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 13:59 WIB

Terungkap! Provokator Rusuh di Mandailing Natal Ternyata Mahasiswa

Terungkap! Provokator Rusuh di Mandailing Natal Ternyata Mahasiswa

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 13:43 WIB

Terkini

Kritik Penyangkalan Negara, Guru Besar UI Desak Pengakuan atas Tragedi Pemerkosaan Massal 1998

Kritik Penyangkalan Negara, Guru Besar UI Desak Pengakuan atas Tragedi Pemerkosaan Massal 1998

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:12 WIB

KPK Dinilai Lampaui Kewenangan Soal Batas Jabatan Ketum Parpol, DPR: Itu Ahistoris

KPK Dinilai Lampaui Kewenangan Soal Batas Jabatan Ketum Parpol, DPR: Itu Ahistoris

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:12 WIB

Kanker Paru Bukan Lagi Penyakit Perokok: Menagih Hak Konstitusi Atas Terapi Inovatif

Kanker Paru Bukan Lagi Penyakit Perokok: Menagih Hak Konstitusi Atas Terapi Inovatif

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:09 WIB

Burhanuddin Muhtadi Sebut Regenerasi Parpol Gridlock: Bukan Lagi Macet, Tapi Buntu Total

Burhanuddin Muhtadi Sebut Regenerasi Parpol Gridlock: Bukan Lagi Macet, Tapi Buntu Total

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:02 WIB

Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan

Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:46 WIB

Kereta Api Adu Banteng di Denmark, Banyak Korban Luka Hingga Kritis

Kereta Api Adu Banteng di Denmark, Banyak Korban Luka Hingga Kritis

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:40 WIB

Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi

Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:38 WIB

Tragedi di Kos Benhil: Dua PRT Lompat dari Lantai 4, Polisi Dalami Motifnya

Tragedi di Kos Benhil: Dua PRT Lompat dari Lantai 4, Polisi Dalami Motifnya

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:34 WIB

LPG 12 Kg Rp248 Ribu, Agen di Jaksel Banjir Keluhan Ibu-ibu: Kok Naik Harganya?

LPG 12 Kg Rp248 Ribu, Agen di Jaksel Banjir Keluhan Ibu-ibu: Kok Naik Harganya?

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:28 WIB

Bukan Lagi Joki Duduk, Kecurangan UTBK Kini Pakai Telinga Bionik

Bukan Lagi Joki Duduk, Kecurangan UTBK Kini Pakai Telinga Bionik

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:27 WIB