Kelompok Bersenjata Bunuh 8 Orang di Niger, Relawan Prancis Jadi Korban

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Senin, 10 Agustus 2020 | 10:16 WIB
Kelompok Bersenjata Bunuh 8 Orang di Niger, Relawan Prancis Jadi Korban
Ilustrasi kelompok militan. (Shutterstock)

Suara.com - Komplotan bersenjata di Niger kembali membuat ulah. Mereka membunuh delapan orang termasuk enam relawan asal Prancis di cagar alam jerapah, Koure.

Menyadur Al Jazeera, enam pekerja bantuan Prancis, seorang pemandu dan pengemudi asal Niger, diserang pada Minggu (9/8/2020).

"Mereka dicegat dan dibunuh," kata Tidjani Ibrahim Katiella, gubernur wilayah Tillaberi dikutip dari Al Jazeera, Senin (10/8/2020).

Keenam orang itu bekerja untuk sebuah kelompok bantuan internasional. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Niger Issoufou Katambe kepada Reuters.

Agency for Technical Cooperation and Development (ACTED) membenarkan anggota mereka menjadi sasaran dari serangan brutal tersebut.

Namun, para pejabat Niger sebelumnya mengatakan bahwa warga negara Prancis itu merupakan turis. Cagar alam memang jadi atraksi populer di Niger.

Dalam sebuah pernyataan, Asosiasi Pemandu Cagar Alam Jerapah Koure menggambarkan para penyerang sebagai unit teroris. Mereka daang menggunakan sepeda motor.

Kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya mengkonfirmasi warga negara Prancis telah tewas di Niger.

Presiden Emmanuel Macron dikatakan langsung menelepon Presiden Mahamadou Issoufou usai kejadian mengerikan itu.

baca juga

"Sebagian besar korban ditembak ... Kami menemukan sebuah majalah yang kartridnya kosong di tempat kejadian," kata sumber yang tak disebutkan namanya.

"Kami tidak tahu identitas penyerang, tetapi mereka datang dengan sepeda motor melewati semak-semak dan menunggu kedatangan turis."

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok milisi yang diduga memiliki hubungan dengan al-Qaeda dan ISIS, semakin meningkatkan serangan di wilayah Afrika Barat.

Kekerasan paling parah terjadi di Mali dan Burkina Faso. Aksi kelompok militan itu kini meluas hingga ke Niger dan diberbagai perbatasan negara-negara Afrika.

Prancis, bekas kekuatan kolonial di wilayah tersebut, telah mengerahkan ribuan pasukan di wilayah gersang di selatan gurun Sahara sejak 2013.

Namun, tujuh tahun berselang, kekerasan yang disebabkan aksi kelompok militan masih terus meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diserang Kelompok Militan, 3 Tentara AS Tewas di Kenya

Diserang Kelompok Militan, 3 Tentara AS Tewas di Kenya

News | Senin, 06 Januari 2020 | 14:04 WIB

Ngeri! Polisi Tewas Ditembak Kelompok Militan Poso

Ngeri! Polisi Tewas Ditembak Kelompok Militan Poso

Foto | Sabtu, 14 Desember 2019 | 07:06 WIB

Aktivis 98 Apresiasi Aksi Mahasiswa 2019: Autentik, Lucu Tapi Militan

Aktivis 98 Apresiasi Aksi Mahasiswa 2019: Autentik, Lucu Tapi Militan

News | Kamis, 26 September 2019 | 14:18 WIB

Irak Serahkan 188 Anak Militan ISIS ke Turki

Irak Serahkan 188 Anak Militan ISIS ke Turki

News | Kamis, 30 Mei 2019 | 13:18 WIB

Militer Turki Gempur Militan Kurdi di Irak

Militer Turki Gempur Militan Kurdi di Irak

News | Rabu, 29 Mei 2019 | 08:54 WIB

Terkini

Febrie Adriansyah Bantah Terima Rp 40 Miliar dari Tan Kian:

Febrie Adriansyah Bantah Terima Rp 40 Miliar dari Tan Kian:

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:54 WIB

Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel

Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 08:51 WIB

Tersiksa dengan Kabut Asap Kalimantan, Malaysia Desak ASEAN Tinjau Perjanjian AATHP

Tersiksa dengan Kabut Asap Kalimantan, Malaysia Desak ASEAN Tinjau Perjanjian AATHP

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:50 WIB

Frustrasi Berujung Darah: Alasan Memilukan Pria di Bojonegoro Habisi Nyawa Sang Ibu

Frustrasi Berujung Darah: Alasan Memilukan Pria di Bojonegoro Habisi Nyawa Sang Ibu

Jatim | Jum'at, 04 September 2026 | 08:48 WIB

Bukan Sekadar Berkarya, Menulis Bisa Bikin Hati dan Pikiran Lebih Lega

Bukan Sekadar Berkarya, Menulis Bisa Bikin Hati dan Pikiran Lebih Lega

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 08:45 WIB

Emas Melejit hingga Beras Melilit: Menakar Napas Ekonomi Lampung di Akhir 2026

Emas Melejit hingga Beras Melilit: Menakar Napas Ekonomi Lampung di Akhir 2026

Lampung | Jum'at, 04 September 2026 | 08:39 WIB

Bikin Heboh! Pertamina Batalkan Aturan Beli BBM Subsidi Pakai STNK

Bikin Heboh! Pertamina Batalkan Aturan Beli BBM Subsidi Pakai STNK

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 08:36 WIB

BGN Bakal Ubah Skema Insentif Dapur MBG Rp 6 Juta

BGN Bakal Ubah Skema Insentif Dapur MBG Rp 6 Juta

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:30 WIB

Cara BUMN Garap Potensi Ekonomi Pesisir

Cara BUMN Garap Potensi Ekonomi Pesisir

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 08:28 WIB

Mengapa Unhas Beri Gelar Honoris Causa kepada Xanana Gusmao?

Mengapa Unhas Beri Gelar Honoris Causa kepada Xanana Gusmao?

Sulsel | Jum'at, 04 September 2026 | 08:28 WIB

×