Puluhan Sekolah Kekurangan Murid, DPR Desak Evaluasi Sistem Pendidikan

Vania Rossa

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:50 WIB
Puluhan Sekolah Kekurangan Murid, DPR Desak Evaluasi Sistem Pendidikan
Guru mengajar seorang siswa kelas satu saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Pendidikan (MPLS) di SD Negeri Kauman 27 Solo, Jawa Tengah, Senin (14/7/2025). [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/rwa]
baca 10 detik
  • Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah mengevaluasi fenomena kekurangan murid di sekolah negeri berbagai daerah secara menyeluruh.
  • Faktor penyebab utama meliputi penurunan jumlah anak usia sekolah, pergeseran demografi, serta menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan.
  • Pemerintah perlu menyusun peta kebutuhan pendidikan berbasis data untuk menentukan kebijakan revitalisasi atau penggabungan sekolah secara tepat sasaran.

Suara.com - Fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid mulai bermunculan di berbagai daerah dan dinilai menjadi sinyal perlunya penataan ulang sistem pendidikan nasional.

Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi penurunan jumlah peserta didik, tetapi juga perubahan demografi, persebaran penduduk, hingga kualitas layanan pendidikan.

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah melalui kementerian terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tersebut.

Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memetakan penyebab sekolah kekurangan murid sebelum menetapkan kebijakan.

"Apakah memang ini merupakan gejala umum yang terjadi secara nasional, atau memang hanya berupa kasuistik di beberapa daerah. Mengidentifikasi masalah diperlukan agar penanganannya sesuai dengan apa yang terjadi," kata Puan di Jakarta, Rabu (15/7/2026), mengutip dari ANTARA.

Puan menjelaskan, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan sekolah kehilangan peminat, mulai dari menurunnya jumlah anak usia sekolah, perpindahan penduduk, distribusi sekolah yang tidak lagi sesuai dengan perkembangan kawasan permukiman, hingga berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas sekolah negeri.

Karena itu, menurutnya, pemerintah tidak bisa menerapkan kebijakan yang seragam di seluruh daerah. Setiap wilayah memiliki persoalan yang berbeda sehingga solusi yang diambil juga harus disesuaikan dengan kondisi setempat.

Ia mendorong pemerintah menyusun peta nasional kebutuhan satuan pendidikan berbasis desa dan kecamatan. Peta tersebut harus memuat data jumlah anak usia sekolah, tren kelahiran, perkembangan permukiman, kapasitas sekolah, akses transportasi, kondisi geografis, hingga proyeksi jumlah penduduk sedikitnya untuk 10 tahun mendatang.

Menurut Puan, data tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan sekolah mana yang perlu direvitalisasi, dikembangkan sebagai sekolah rujukan, digabungkan, atau tetap dipertahankan karena memiliki peran penting dalam menjamin akses pendidikan masyarakat.

baca juga

Puan juga mengingatkan agar kebijakan efisiensi tidak mengorbankan hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Jika penggabungan sekolah menjadi pilihan, pemerintah wajib memastikan tersedia transportasi yang aman dan mudah dijangkau oleh para siswa.

Fenomena minimnya peserta didik baru memang mulai terlihat di sejumlah daerah. Di Kota Semarang, misalnya, SD Negeri Purwoyoso 01 hanya menerima tiga siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027 meski tetap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sementara di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar 60 sekolah masih kekurangan murid hingga berakhirnya masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Sepi Murid Makin Marak, Pemerintah Didesak Petakan Ulang Kebutuhan Sekolah

Sekolah Sepi Murid Makin Marak, Pemerintah Didesak Petakan Ulang Kebutuhan Sekolah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:34 WIB

Tak Sesuai UUD 45, Purbaya Akui Realisasi Anggaran Pendidikan 2025 Tak Capai 20%

Tak Sesuai UUD 45, Purbaya Akui Realisasi Anggaran Pendidikan 2025 Tak Capai 20%

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:18 WIB

Sistem Pendidikan 'Tuli dan Buta', Sosiolog Sebut Aksi Bom Siswa Padang Sebagia Perlawanan Ekstrem

Sistem Pendidikan 'Tuli dan Buta', Sosiolog Sebut Aksi Bom Siswa Padang Sebagia Perlawanan Ekstrem

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:16 WIB

Terkini

Makassar Cuma Berawan, Deretan Kota Ini Diprediksi Hujan Lebat Disertai Petir

Makassar Cuma Berawan, Deretan Kota Ini Diprediksi Hujan Lebat Disertai Petir

Sulsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Dua Reaktor Nuklir Terapung Bakal Dibangun di Maluku Utara, Malaysia Ketar-ketir

Dua Reaktor Nuklir Terapung Bakal Dibangun di Maluku Utara, Malaysia Ketar-ketir

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:26 WIB

62 Pasangan Nikah Gratis di Jateng, Langsung Dapat Modal Usaha untuk Bangun Keluarga Sejahtera

62 Pasangan Nikah Gratis di Jateng, Langsung Dapat Modal Usaha untuk Bangun Keluarga Sejahtera

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Menkum Supratman Siap Bahas Definisi Korupsi Versi Kajian Luhut

Menkum Supratman Siap Bahas Definisi Korupsi Versi Kajian Luhut

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Sinopsis The Hunting Wives Season 2: Drama Penuh Intrik dan Pengkhianatan

Sinopsis The Hunting Wives Season 2: Drama Penuh Intrik dan Pengkhianatan

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Apakah Laptop Boleh dalam Mode Sleep yang Lama? Jangan Keseringan, Ini Risikonya!

Apakah Laptop Boleh dalam Mode Sleep yang Lama? Jangan Keseringan, Ini Risikonya!

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Kapolri Bungkam soal Evaluasi Usai Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

Kapolri Bungkam soal Evaluasi Usai Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:19 WIB

Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Bekaci | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:17 WIB

CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan Akhir Pekan Ini, Warga Tetap Bisa Berolahraga di 5 Lokasi Alternatif

CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan Akhir Pekan Ini, Warga Tetap Bisa Berolahraga di 5 Lokasi Alternatif

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Manchester City Terancam Degradasi! Premier League Siapkan Hukuman Pengurangan Poin Besar-besaran

Manchester City Terancam Degradasi! Premier League Siapkan Hukuman Pengurangan Poin Besar-besaran

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:17 WIB

×