Sedang Pantau Danau, Drone milik Badan Lingkungan AS Diserang Elang Botak

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 10:36 WIB
Sedang Pantau Danau, Drone milik Badan Lingkungan AS Diserang Elang Botak
Elang botak. [Shutterstock]

Suara.com - Drone atau pesawat tanpa awak pemerintah Amerika Serikat diserang sebuah elang botak, sebuah kasus yang jarang terjadi.

Menyadur The Guardian, Sabtu (15/8/2020), seekor elang botak menyerang sebuah drone milik Departemen Lingkungan Amerika Serikat yang sedang terbang di atas danau Michigan.

Pesawat tanpa awak tersebut diterbangkan dalam misi pemantauan lingkungan di sekitar danau tersebut.

Diperkiran drone quodcopter Phantom 4 Pro Advanced itu diserang oleh burung pemangsa di ketinggian 162 kaki (49 meter) pada 21 Juli.

Salah satu baling-baling pesawat tak berawak itu rusak parah akibat terkaman elang dan berputar dari langit, tenggelam ke dasar danau.

Ilustrasi drone. (Pixabay/Powie)
Ilustrasi drone. (Pixabay/Powie)

"Serangan itu bisa saja pertengkaran teritorial dengan musuh elektronik, atau hanya seekor elang lapar," kata Departemen Lingkungan, Danau Besar dan Energi negara bagian Michigan dalam sebuah pernyataan.

Hunter King selaku pilot drone tersebut sedang memetakan erosi garis pantai sebagai upaya badan tersebut untuk mendokumentasikan dan membantu komunitas di sekitar Danau Michigan mengatasi permukaan air yang tinggi.

"Rasanya seperti naik rollercoaster yang sangat buruk," kata King.

Ketika dia melihat ke langit ia tidak dapat melihatnya, drone itu hilang, dan seekor elang terbang menjauh tanpa cedera.

Menurut laporan NBC News, pencarian dilakukan untuk menemukan drone yang jatuh ke dalam air sekitar 150 kaki (45 meter) dari pantai.

Authur Ostaszewski, koordinator pesawat tak berawak negara bagian, awalnya berusaha mencari di bawah air dimana drone tersebut jatuh, tetapi setelah terhalang jarak pandang yang buruk, ia memutuskan untuk melihat dengan berjalan kaki melintasi garis pantai.

"Saya seperti bermain Battleship," ujar Ostaszewski ketika mencari drone tersebut di bawah air.

Departemen mengkonfirmasi bahwa drone tersebut akan diganti dengan model yang lebih baru, karena teknologi semakin berkembang dan pesawat seharga 950 dolar (Rp 14 juta) tersebut sekarang sudah usang.

Bukan hal yang aneh bagi elang untuk menyerang drone karena mereka sering salah mengira mereka sebagai mangsa, dan departemen tersebut mengkonfirmasi bahwa mereka sedang mengeksplorasi penggunaan penutup untuk membuat perangkatnya tidak terlihat seperti burung camar dan mangsa lainnya.

"Sayangnya, tidak ada yang dapat kami lakukan. Alam adalah nyonya yang kejam dan tak kenal ampun." kata Departemen Sumber Daya Alam Michigan ketika dimintai tanggapan mengenai kejadian tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konflik dengan Amerika Serikat, Huawei Hentikan Produksi Chipset Kirin

Konflik dengan Amerika Serikat, Huawei Hentikan Produksi Chipset Kirin

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 15:10 WIB

Warga Amerika Serikat Dijamin Dapat Vaksin Covid-19 Gratis

Warga Amerika Serikat Dijamin Dapat Vaksin Covid-19 Gratis

News | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 11:00 WIB

Kamala Harris, Cawapres Bersejarah di Pemilu AS 2020

Kamala Harris, Cawapres Bersejarah di Pemilu AS 2020

Video | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 10:00 WIB

Terkini

Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah

Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:11 WIB

Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan

Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:09 WIB

Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit

Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:07 WIB

Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda

Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:02 WIB

600 Ribu Lahan Sawah Beralihfungsi, Pemerintah Susun RPP untuk Atur Sanksi Denda

600 Ribu Lahan Sawah Beralihfungsi, Pemerintah Susun RPP untuk Atur Sanksi Denda

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:59 WIB

WFH untuk Hemat BBM di Tengah Krisis Energi, Solusi Efektif atau Hanya Sementara?

WFH untuk Hemat BBM di Tengah Krisis Energi, Solusi Efektif atau Hanya Sementara?

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:56 WIB

Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat

Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:52 WIB

Pelapor Ijazah Jokowi Minta Usut Pendana Isu, Desak Polisi Tindak Roy Suryo dan Dokter Tifa

Pelapor Ijazah Jokowi Minta Usut Pendana Isu, Desak Polisi Tindak Roy Suryo dan Dokter Tifa

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:50 WIB

Satu Prajurit Gugur di Lebanon, Mabes TNI Belum Bisa Pastikan Pelaku Serangan

Satu Prajurit Gugur di Lebanon, Mabes TNI Belum Bisa Pastikan Pelaku Serangan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:41 WIB

8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump

8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:38 WIB