Rizal Ramli Ungkap Hubungannya dengan TNI dan Maunya Gus Dur ke Polisi

Siswanto

Rabu, 19 Agustus 2020 | 19:19 WIB
Rizal Ramli Ungkap Hubungannya dengan TNI dan Maunya Gus Dur ke Polisi
Rizal Ramli. (Suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Hari ini, kantor mantan menteri koordinator perekonomian era Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli, disambangi sejumlah purnawirawan TNI dan Polri.

Mereka mengutarakan keresahan mengenai keadaan negara belakangan ini, khususnya menyangkut perekonomian yang dinilai makin merosot.

Rizal Ramli mengapresiasi kunjungan tersebut. Dia menceritakan sejak lama memiliki hubungan yang dekat dengan TNI dan Polri, terutama ketika masih menjabat menteri. 

"Sebetulnya sejarah hubungan Rizal Ramli dengan ABRI dan TNI lama sekali. 1992-1998, saya penasehat ekonomi angkatan bersenjata," kata Rizal Ramli.

"Waktu itu, lengkap ada polisinya macam-macam. Banyak nasehat ke kawan-kawan ABRI, yang waktu itu di DPR ada 100. Sering juga kasih briefing di mabes," Rizal Ramli menambahkan.

Kemudian Rizal Ramli menceritakan secara singkat sejarah pemisahan institusi TNI dan Polri.

"Ketika Gus Dur jadi presiden, saya jadi menko, memang kami ambil inisiatif agar supaya dipisahkan fungsi TNI dengan Polri," kata dia.

"Dengan maksud Polri jadi kekuatan sipil. Maunya Gus Dur, saya ingin polisi itu seperti di Inggris, ada wibawa di tengah masyarakat, tidak usah bawa senjata berat kayak pasukan perang. Cukup pakai pentungan."

"Kita pisahkan Polri dari TNI, yang jasanya besar juga Mas Adi Massardi, karena pada waktu itu, banyak yang tidak suka dari perwira tinggi lobi supaya jangan itu terjadi." 

baca juga

Setelah terjadi pemisahan institusi TNI dan Polri, Rizal Ramli mengatakan muncul kekecewaan.

Rizal Ramli setuju dengan pendapat Mayor Jenderal (purnawiran) Deddy Setiabudiman bahwa masalah Indonesia hari ini bukan ancaman militer, melainkan non militer.

Dia menyinggung peran serta buzzer dalam memperburuk keadaan.

"Apa itu, masalah-masalah ekonomi yang susah sekali, masalah pengangguran, kemudian masalah kebangsaan. Karena beberapa tahun terakhir ini kita dipecah terus oleh buzzer, influencer, diadu bangsa kita," katanya.

"Buzzer ini fungsinya dia memuja-muja yang bayar dia kayak dewa, lawan-lawannya yang berbeda pendapat dihancurkan," katanya.

Rizal Ramli juga menyinggung penegakan hukum yang terkesan diskriminatif. 

"Hukum tidak adil. Kalau ada yang bandel-bandel, kritik sedikit, apalagi yang terkait dengan Islam pasti ditangkap," kata Rizal Ramli.

"Tapi kalau yang lain dilepasin. Ini nih tidak benar. Karena kita ngaku Pancasila. Tidak boleh kita mendiskriminasi agama apapun, kalau ada yang melakukan kejahatan, hoaks atau apa, ya tangkap," dia menambahkan.

Menurut dia persoalan penegakan hukum tersebut perlu dibenahi. Rizal Ramli kembali memuji para purnawirawan yang menamakan diri Forum Komunikasi Patriot Peduli Bangsa yang hari ini menyambanginya.

"Saya sangat gembira walau sudah purnawirawan, luar biasa semangatnya. Mereka ingin perjuangan supaya Indonesia berubah lebih adil, lebih makmur, ada jalannya kok," katanya.

"Saya bangga dengan kawan-kawan TNI purnawirawan. Hatinya, jiwanya, masih untuk rakyat dan Indonesia. Ini banyak sekali kawan-kawan total ada 400-an yang bergabung ingin membuat Indonesia lebih hebat. Insya Allah itu akan terwujud dengan waktu tidak terlalu lama," Rizal Ramli menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPAD: Purnawirawan TNI AD Adalah Aset Bangsa, Beri Solusi Bukan Sekadar Kritik

PPAD: Purnawirawan TNI AD Adalah Aset Bangsa, Beri Solusi Bukan Sekadar Kritik

News | Selasa, 08 September 2026 | 08:51 WIB

Kantongi Kartu Anggota Seumur Hidup, Prabowo Disebut Presiden Kedua dari Kalangan NU

Kantongi Kartu Anggota Seumur Hidup, Prabowo Disebut Presiden Kedua dari Kalangan NU

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Prabowo Beri Kenaikan Pangkat Kehormatan untuk Purnawirawan Polisi, Termasuk Mantan Ajudan Soekarno

Prabowo Beri Kenaikan Pangkat Kehormatan untuk Purnawirawan Polisi, Termasuk Mantan Ajudan Soekarno

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:21 WIB

Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 09:56 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

Bahas Dinamika Bangsa, KSP Dudung Sampaikan Pesan Khusus untuk Para Purnawirawan

Bahas Dinamika Bangsa, KSP Dudung Sampaikan Pesan Khusus untuk Para Purnawirawan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:01 WIB

Gus Dur dalam Lensa Greg Barton: Potret Utuh Presiden Keempat Indonesia

Gus Dur dalam Lensa Greg Barton: Potret Utuh Presiden Keempat Indonesia

Your Say | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:25 WIB

Pernah Ditolak Paspampres Masuk Istana, Penampilan Nyentrik Inayah Wahid Saat Remaja Bikin Kaget

Pernah Ditolak Paspampres Masuk Istana, Penampilan Nyentrik Inayah Wahid Saat Remaja Bikin Kaget

Entertainment | Senin, 01 Juni 2026 | 09:24 WIB

Menteri PPPA Jadikan Keluarga Gus Dur Contoh Rumah Tangga Tanpa Kekerasan dan Bias Gender

Menteri PPPA Jadikan Keluarga Gus Dur Contoh Rumah Tangga Tanpa Kekerasan dan Bias Gender

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:37 WIB

Membaca Kelakar Madura Buat Gus Dur: Sebuah Buku Tentang Indonesia yang Menggelitik

Membaca Kelakar Madura Buat Gus Dur: Sebuah Buku Tentang Indonesia yang Menggelitik

Your Say | Minggu, 17 Mei 2026 | 12:20 WIB

Terkini

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 10:42 WIB

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:39 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:34 WIB

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:32 WIB

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:30 WIB

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

8 Perbedaan Energi Potensial Gravitasi dan Energi Potensial Pegas

8 Perbedaan Energi Potensial Gravitasi dan Energi Potensial Pegas

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

Anak Jakarta Bisa Kuliah S2-S3 di Kampus Dunia, Pemprov Siapkan Rp 100 Miliar

Anak Jakarta Bisa Kuliah S2-S3 di Kampus Dunia, Pemprov Siapkan Rp 100 Miliar

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:17 WIB

×