Bikin Geger, Sapi Berkepala Dua Lahir Setelah Induk Mengejan 7 Jam

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Sabtu, 22 Agustus 2020 | 17:36 WIB
Bikin Geger, Sapi Berkepala Dua Lahir Setelah Induk Mengejan 7 Jam
Sapi berkepala dua di China. (Youtube/AGypsysDuality)

Suara.com - Seekor sapi berkepala dua menggegerkan warga desa di Kabupaten Dejiang, Provinsi Guizhou, China. Menyadur Daily Mail pada Sabtu (22/08/2020), anak sapi ini lahir dengan proses persalinan yang sulit.

Pemilik sapi yang kerap disapa sebagai Bibi Zhang mengatakan sapinya melahirkan bayi unik ini setelah melahirkan dan mengejan selama 7 jam.

Begitu lahir, ia sangat kaget karena bayi sapinya memiliki dua kepala dengan dua telinga, dua mulut dan empat mata.

Sapi berkepala dua di China. (Youtube/AGypsysDuality)
Sapi berkepala dua di China. (Youtube/AGypsysDuality)

Ia mengatakan sapinya bisa menyusu dengan dua mulut berbeda tapi tak bisa berdiri tegak. Sapi berkepala dua ini hanya tergeletak di tanah dengan kepala diberi penopang.

"Saya berusia lebih dari 70 tahun dan saya belum pernah melihat sapi seperti ini dalam hidup saya," ujar Bibi Zhang pada media lokal setempat.

Berita sapi unik ini menyebar dengan cepat dan warga langsung berbondong datang ke rumah Bibi Zhang untuk melihat langsung sapi berkepala dua.

"Sekarang setelah saya melihatnya dengan mata kepala sendiri, saya tahu itu benar," ujar seorang warga yang awalnya tak percaya dengan berita ini.

Seorang ahli mengatakan anak sapi itu berbagi tenggorokan yang sama dan bisa menumbuhkan empat tanduk. Ia yakin, sapi unik itu sehat dan bisa terus tumbuh hingga jadi dewasa.

Sapi tersebut diyakini terkena mutasi genetik saat masih berada di dalam rahim induknya sehingga terlahir dengan dua kepala.

Informasi dari situs video Newsflare mengatakan hewan berkepala banyak sudah didokumentasikan sejak tahun 1800-an. Hewan dengan dua kepala disebut bicephalic atau dicephalic sedangkan yang berkepala tiga disebut tricephalic.

Kondisi hewan dengan banyak kepala umunya disebut dengan polycephaly yang berasal dari kata Yunani, di mana poli berarti banyak dan cephaly atau kephale berarti kepala.

Setiap kepala hewan polycephalic biasanya memiliki otaknya sendiri dan mereka berbagi kendali atas organ dan anggota badan, meskipun struktur khusus dari koneksi berbeda-beda di setiap kasus.

Sapi berkepala dua di China. (Youtube/AGypsysDuality)
Sapi berkepala dua di China. (Youtube/AGypsysDuality)

Sementara itu di Wonogiri baru-baru ini lahir seekor sapi berkepala dua milik warga bernama Saidno dan Sutarmi.

Meski sempat hidup, sapi unik hanya mampu bertahan selama tiga hari. Pemiliknya menduga saluran pencernaan yang tak sempurna adalah alasan utama hewan ternaknya tak bisa bertahan hidup.

"Penyebabnya mungkin karena saluran pencernaan dari mulut sampai perut tidak tersambung. Sehingga ketika diberi susu dari salah satu mulutnya, akan keluar lagi dari mulut lainnya. Jadi, susunya tidak bisa masuk ke perut," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perpusatakaan di China Tunjuk Tujuh Kucing Jadi 'Kurator Magang'

Perpusatakaan di China Tunjuk Tujuh Kucing Jadi 'Kurator Magang'

News | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 16:31 WIB

Video Detik-detik Trotoar Jalan Amblas di China, Telan Puluhan Mobil

Video Detik-detik Trotoar Jalan Amblas di China, Telan Puluhan Mobil

News | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 15:36 WIB

China Pasok 50 Juta Konsentrat Vaksin Corona Sinavac ke Bio Farma

China Pasok 50 Juta Konsentrat Vaksin Corona Sinavac ke Bio Farma

News | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 22:51 WIB

Terkini

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB