Kebakaran Maut Berkobar di Makassar Tewaskan 1 Orang, 111 Rumah Ludes

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 23 Agustus 2020 | 18:00 WIB
Kebakaran Maut Berkobar di Makassar Tewaskan 1 Orang, 111 Rumah Ludes
Kebakaran maut berkobar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. (Antara)

Sementara itu, Dinas Sosial Kota Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan membuka posko darurat di area-area permukiman warga yang terdampak kebakaran guna membantu korban bencana.

Kebakaran maut berkobar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. (Antara)
Kebakaran maut berkobar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. (Antara)

"Sejak kemarin sampai hari ini ada tiga musibah kebakaran besar, di Jalan Cedrawasih, Kandea, dan Pannampu. Untuk itu segera di buka posko darurat setelah kami berkoordinasi dengan BPBD," kata Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Muchtar Tahir di lokasi kebakaran di Jalan Indah Raya, belakang Pasar Pannampu, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo.

Setelah petugas pemadam kebakaran melakukan proses pendinginan, ia mengatakan, Dinas Sosial mengerahkan petugas untuk mendata dan menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran, termasuk membuka dapur umum dan menyiapkan tempat pengungsian sementara.

"Kita upayakan bagaimana korban yang terkena musibah bisa mendapatkan bahan pokok. Dan dari BPBD juga membantu dalam hal penanganan bencana, kita serahkan bantuan selimut, sarung, dan kebutuhan lainnya dianggap perlu," kata Muchtar.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melansir sepanjang awal hingga akhir Agustus 2020, tercatat musibah kebakaran sebanyak 16 kasus terjadi di beberapa titik wilayah kota setempat.

"Kemarin dan hari ini di belakang pasar Pannampu merupakan kejadian kelima kebakaran. Data kebakaran sampai hari ini sebanyak 16 kejadian," sebut Kepala Dinas Kebakaran Kota Makassar, Elodewata Sahid.

Berdasarkan data Damkar Makassar, khusus awal sampai akhir Agustus 2020 terdapat 16 kasus kebakaran di berbagai titik wilayah Kota Makassar.

Musibah kebakaran terjadi terhitung mulai 9 Agustus 2020 di Kerung-kerung, Kelurahan Barana, dan jalan Abdul Kadir, masing-masing satu rumah habis dilalap si jago merah. Tidak ada korban saat kejadian.

Disusul pada 10 Agustus, kebakaran kembali terjadi di jalan Manuruki, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, mengakibatkan tiga rumah terbakar. Berselang lima hari, 15 Agustus, sijago merah kembali mengamuk di tiga titik lokasi berbeda yakni di kompleks Cokonuri, Kecamatan Rappocini, disusul Cambbaya, jalan Barukang Utara, Kecamatan Ujungtanah, dan Goa Ria, jalan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya.

baca juga

Di Kompleks Cokonuri tiga rumah habis terbakar, sedangkan di Sudiang Raya, satu rumah terbagi lima petak untuk tempat usaha serta satu mobil ikut hangus terbakar. Sementara di Cambayya, sebanyak 17 rumah habis di lalap api. Tidak ada korban jiwa usai kejadian. Dugaan penyebab karena arus pendek.

Kemudian pada 16 Agustus, lagi-lagi api membakar mess di lokasi pergudangan 88 Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya. Tidak ada korban jiwa saat kejadian. Dugaan penyebab arus pendek listrik. Keesokan harinya, 17 Agustus, masih di kawasan pergudangan, jalan Ir Sutami nomor 39, Drayer Jagung milik PT FKS Multi Agro terbakar.

Pada 20 Agustus, satu unit mobil mini bus terbakar di depan SPBU Antang, Kecamatan Manggala akibat kelalaian. Sehari kemudian, 21 Agustus, api kembali membakar empat rumah di jalan Tinumbu, lorong 142, Kelurahan Bunga Ejaberu, Kecamatan Tallo. Tidak ada korban jiwa, dugaan penyebab kebakaran, akibat kelalaian kompor gas meledak di salah satu rumah warga.

Tidak berhenti sampai di situ, pada 22 Agustus, kebakaran terjadi lagi di empat lokasi yakni di jalan Cenderawasih, lorong 7C Kecamatan Mariso. Penyebabnya, gas pada kompor di dapur rumah warga, beruntung cepat ditangani sehingga tidak meluas. Dihari yang sama, Rumah Makan Sate Taichan di jalan Hertasning terbakar, dugaan kebocoran tabung gas.

Kebakaran susulan di jalan Jipang, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, membakar toko meubel, dugaan penyebab korsleting listrik pada gergaji mesin. Belum selesai, kebakaran kembali terjadi di jalan Cendrawasih lorong 10, Kelurahan Tamarunang, berdekatan dengan pasar Senggol, Sambungjawa, Kecamatan Mariso.

Dari kejadian itu, satu orang bernama H Anwar dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit Bayangkara karena mengalami sesak nafas akibat terlalu banyak menghirup asap. Tidak hanya itu dampaknya sebanyak 36 unit rumah dengan. 47 Kepala Keluarga (KK), 156 jiwa harus kehilangan tempat tinggal.

Dan pagi tadi, 23 Agustus 2020, kebakaran kembali membakar 75 rumah di jalan Indah Raya belakang pasar Pannampu, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo. Sebanyak 125 KK dengan 490 jiwa terpaksa mengungsi. Dugaan sementara kompor gas dan arus pendek. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Sementara untuk data Damkar Makassar total sejak Januari sampai Juni 2020, insiden kebakaran tercatat mencapai 58 kasus di sejumlah titik wilayah Kata Makassar. Pada Januari sebanyak 11 kasus, Februari 12 kasus, Maret empat kasus, April enam kasus, Mei 10 kasus, Juni 11 kasus dan Juli empat kasus.

Sedangkan Agustus tercatat sebanyak 16 kasus atau terbanyak dari bulan sebelumnya. Sehingga bila ditotal jumlah kasus kebakaran sepanjang Januari hingga akhir Agustus 2020 sebanyak 74 kasus kebakaran. Penyebab kejadian rata-rata diduga arus pendek dan kebocoran tabung gas. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1.467 Kebakaran Terjadi di Jakarta Sepanjang 2026, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama

1.467 Kebakaran Terjadi di Jakarta Sepanjang 2026, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:23 WIB

Daftar 4 Negara Tetangga Ikut Kena Getah Asap Karhutla Kalimantan

Daftar 4 Negara Tetangga Ikut Kena Getah Asap Karhutla Kalimantan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Viral Bule Brasil Ngos-ngosan Ajari Gubernur Sumsel Padamkan Kebakaran Hutan

Viral Bule Brasil Ngos-ngosan Ajari Gubernur Sumsel Padamkan Kebakaran Hutan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:48 WIB

Karhutla Makin Parah, Indonesia Digunjing Media Asing

Karhutla Makin Parah, Indonesia Digunjing Media Asing

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:16 WIB

Konten Kreator Malaysia Mendesak Prabowo Lebih Niat Atasi Kebakaran Hutan: di Sini Saya Sakit

Konten Kreator Malaysia Mendesak Prabowo Lebih Niat Atasi Kebakaran Hutan: di Sini Saya Sakit

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Ditinggal Pemilik Keliling Jualan, 5 Rumah Kontainer di Kelapa Gading Hangus Dilalap Api

Ditinggal Pemilik Keliling Jualan, 5 Rumah Kontainer di Kelapa Gading Hangus Dilalap Api

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Raja Malaysia Minta Sekolah Ditutup Jika Pencemaran Udara Kebakaran Hutan Makin Parah

Raja Malaysia Minta Sekolah Ditutup Jika Pencemaran Udara Kebakaran Hutan Makin Parah

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:03 WIB

Asap Kebakaran TPA Makbon Ganggu Warga hingga Penerbangan

Asap Kebakaran TPA Makbon Ganggu Warga hingga Penerbangan

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Karhutla Palangka Raya Meluas, 1.407 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Palangka Raya Meluas, 1.407 Hektare Lahan Terbakar

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Terorisme Ekologi Bernama Karhutla: Saat Rakyat Terpaksa Berhenti Bernapas

Terorisme Ekologi Bernama Karhutla: Saat Rakyat Terpaksa Berhenti Bernapas

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Terkini

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Solidaritas Perempuan Beri Skor 0 ke DPR: Terbukti Buta Realitas Akar Rumput!

Solidaritas Perempuan Beri Skor 0 ke DPR: Terbukti Buta Realitas Akar Rumput!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Kesaksian Korban Saat Bus Persib U-18 Dikepung dan Diserang dengan Batu oleh Oknum Suporter

Kesaksian Korban Saat Bus Persib U-18 Dikepung dan Diserang dengan Batu oleh Oknum Suporter

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?

Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Jeda dari Lifestyle Inflation: Tidak Semua Tren Harus Dikejar Demi Gengsi

Jeda dari Lifestyle Inflation: Tidak Semua Tren Harus Dikejar Demi Gengsi

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Walkot Bandung Marah Besar! Pemain Persib U-18 Diserang, Pelaku Bakal Dikejar hingga Tuntas

Walkot Bandung Marah Besar! Pemain Persib U-18 Diserang, Pelaku Bakal Dikejar hingga Tuntas

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Satyawan Pudyatmoko Jadi Calon Kepala BPGMN Bentukan Prabowo, Ini Sosoknya

Satyawan Pudyatmoko Jadi Calon Kepala BPGMN Bentukan Prabowo, Ini Sosoknya

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tokcer Bersama Timnas Indonesia, Kevin Diks di Borussia Monchengladbach: Kebobolan 18 Gol

Tokcer Bersama Timnas Indonesia, Kevin Diks di Borussia Monchengladbach: Kebobolan 18 Gol

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Digerebek Polisi, MP Club Pekanbaru Diduga Jadi Sarang Peredaran Narkoba

Digerebek Polisi, MP Club Pekanbaru Diduga Jadi Sarang Peredaran Narkoba

Riau | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:38 WIB

×