Usir Kesepian saat Lockdown, Orang-orang di India Adopsi Anjing

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 26 Agustus 2020 | 20:52 WIB
Usir Kesepian saat Lockdown, Orang-orang di India Adopsi Anjing
Ilustrasi anjing labrador. (Pixabay)

Suara.com - Orang-orang di India kini banyak yang mengadopsi anjing untuk mengusir kesepian saat negara tersebut menerapkan lockdown untuk menahan penyebaran Covid-19.

Salah satunya adalah Lakshmi Sundar yang mengadopsi seekor anak anjing yang kekurangan gizi ke rumahnya di kota Chennai, India seperti disadur dari Channel News Asia, Rabu (26/8/2020).

Lakshmi adalah salah satu dari ribuan orang yang terus bertambah di seluruh India yang mengadopsi anjing untuk mengatasi kesepian yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19.

"Kami terikat dengan sangat baik sejak hari pertama, yang sangat jarang ... Saya tidak mudah terikat dengan siapa pun," kata Sundar, 53 tahun, yang merawat pasien diabetes, kepada AFP tentang anak anjing yang diberi nama Meenakshi yang berarti seorang dewi pejuang Hindu.

"Dia adalah seikat kegembiraan dan dia memiliki efek yang sangat menenangkan bagi putriku." kata Sundar saat menjelaskan bagaimana tidak ada orang di rumah yang ingin memberikan Meenakshi kepada keluarga lain.

India merupakan salah satu negara yang memberlakukan lockdown selama berbulan-bulan untuk mencoba dan menghentikan penyebaran Covid-19.

Ketika jumlah kasus bertambah dan lebih banyak orang terjebak di rumah, ketakutan awal tentang hewan peliharaan menjadi pembawa potensial berubah menjadi sahabat dan hewan yang penuh cinta.

"Ketika lockdown dibuka sebagian, orang-orang bergegas dan datang untuk mengadopsi anak anjing," kata Dawn William dari kelompok kesejahteraan hewan Blue Cross India di Chennai kepada AFP.

Menurut Dawn, pada paruh pertama di bulan Agustus, sekitar 68 anak anjing diadopsi dari penampungan kelompok tersebut.

"Ada orang dan anak-anak yang punya waktu untuk menghabiskan waktu dengan hewan peliharaan. Kamu tahu kamu harus merawatnya, kamu harus memandikannya, kamu harus bermain dengannya ... jadi itu membuatmu terus berjalan." jelas Dawn.

India memiliki sekitar 30 juta anjing liar, dan aktivis hewan sudah lama mendorong masyarakatnya untuk mengadopsi anjing kampung dari ras campuran.

Tetapi dari kalangan masyarakat kelas menengah ke atas masih banyak yang memperhatikan silsilah anjing sebagai hewan peliharaan, sebab mereka juga bisa menjadi simbol sebuah status sosial.

Pemilik tempat penampungan mengatakan, bagaimanapun, telah terjadi perubahan budaya - orang-orang yang lebih muda lebih bersedia mengadopsi anjing liar dari ras campuran.

Ilustrasi anjing peliharaan.[Shutterstock]

Cinta tanpa syarat

Animesh Katiyar, pemilik kafe anjing Fur Ball Story di Gurgaon, New Delhi, mengatakan ada lonjakan permintaan untuk jasanya dari para profesional muda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berebut Korek Api, Pemuda Dikeroyok hingga Tewas

Berebut Korek Api, Pemuda Dikeroyok hingga Tewas

News | Rabu, 26 Agustus 2020 | 18:13 WIB

Anggota Dewan Bunuh Diri Usai Dinyatakan Terinfeksi Virus Covid-19

Anggota Dewan Bunuh Diri Usai Dinyatakan Terinfeksi Virus Covid-19

News | Rabu, 26 Agustus 2020 | 14:22 WIB

Ibu Habisi Anak Kandung Gegara Cemburu, Sempat Kadali Polisi

Ibu Habisi Anak Kandung Gegara Cemburu, Sempat Kadali Polisi

News | Rabu, 26 Agustus 2020 | 10:41 WIB

Terkini

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB