Ibu Habisi Anak Kandung Gegara Cemburu, Sempat Kadali Polisi

Rendy Adrikni Sadikin | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Rabu, 26 Agustus 2020 | 10:41 WIB
Ibu Habisi Anak Kandung Gegara Cemburu, Sempat Kadali Polisi
Ilustrasi pembunuhan (Shutterstock)

Suara.com - Seorang gadis di India tewas di tangan ibu kandung yang berupaya mengakhiri hubungannya dengan sang kekasih.

Menyadur Gulf News, Rabu (26/8/2020), si ibu rupanya menjalin hubungan gelap dengan kekasih anaknya.

Korban yang diidentifikasi sebagai Usma ditemukan tak bernyawa di rumahnya yang terletak di distrik Bareilly, negara bagian Uttar Pradesh pada Kamis (2o/8) lalu.

Usma dihabisi oleh ibu kandungnya sendiri, Mukeesha, yang saat itu mendapatkan bantuan dari selingkuhan sekaligus pacar putrinya, Kaushar.

Untuk menyembunyikan perbuatan kejam mereka, Mukeesha dan Kaushar lantas bersekongkol memalsukan penyebab kematian Usma.

Ilustrasi selingkuh. (Shutterstock)
Ilustrasi selingkuh. (Shutterstock)

Kepada polisi dan anggota keluarga lain, Mukeesha dan Kaushar mengatakan penyebab kematian gadis berusia 19 tahun itu adalah karena diserang oleh orang asing.

Saat melapor ke kantor polisi Subshash Nagar, Mukeshaa mejelaskan bahwa pada malam kejadian, rumahnya disambangi oleh tiga pria asing.

Para pria asing ini, sambung Mukeesha, menyerang dirinya dan membunuh Usma, sebelum akhirnya melarikan diri. Saat kejadian, anggota keluarga lain tengah tertidur.

Selama penyelidikan, polisi ternyata menemukan fakta bahwa sang ibu hanya mengarang cerita untuk menyesatkan semua orang.

Kepolisian mengetahui bahwa korban menjalin hubungan dengan Kaushar, yang mana lelaki tersebut berselingkuh dengan Mukeshaa.

Sebelum meninggal dunia, korban disebutkan berulang kali mendesak Kaushar untuk melamarnya.

"Kaushar datang ke rumah (Usma) pada Kamis tengah malam dan membawa Usma ke ruangan lain sementara anggota keluarga lain sedang tidur," ujar pejabat kepolisian, Shailesh Pandey.

Setelah membawa korban ke ruangan lain, sambung Pandey, Kaushar dan Mukeesha lantas mencekiknya dengan menggunakan dupatta atau kain syal khas India.

"Kemudian, Mukeesha meminta Kaushar untuk melukainya dengan pisau sehingga ia bisa mengarang cerita dan menyesatkan semua orang," katanya.

Baru setelah selingkuhannya ini pergi, Mukeesha memberi tahu keluarga lain bahwa ia baru saja diserang oleh tiga pria asing yang menewaskan putri kandungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gantung Mayatnya di Lobang Angin, Detik-detik Nyawa Linda Dihabisi Pacar

Gantung Mayatnya di Lobang Angin, Detik-detik Nyawa Linda Dihabisi Pacar

News | Selasa, 25 Agustus 2020 | 19:25 WIB

Suami Terlalu Baik dan Sempurna, Wanita Ini Minta Cerai

Suami Terlalu Baik dan Sempurna, Wanita Ini Minta Cerai

News | Senin, 24 Agustus 2020 | 19:06 WIB

Disuruh Cari Kerja, Anak Cekik Ibu Kandung, Mayat Disembunyikan di Sofa

Disuruh Cari Kerja, Anak Cekik Ibu Kandung, Mayat Disembunyikan di Sofa

News | Senin, 24 Agustus 2020 | 11:56 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB