Gatot Nurmantyo Berapi-Api Saat Bela Hafiz Alquran: Tangkap Saya!

Reza Gunadha | Hernawan | Suara.com

Selasa, 08 September 2020 | 09:28 WIB
Gatot Nurmantyo Berapi-Api Saat Bela Hafiz Alquran: Tangkap Saya!
Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. [Dok TNI]

Suara.com - Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI sekaligus Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tampak berapi-api saat membela para hafiz Alquran.

"Jadi kalau pemerintah akan menangkap hafiz, tangkap dulu saya," tantang Gatot Nurmantyo.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot Nurmantyo tidak sepakat apabila Pemerintah akan menangkap para hafiz Alquran. Ia mengaku akan melindungi para hafiz Alquran.

"Saya lah yang makar kalau itu memang makar," sambungnya.

Dilansir dari hops.id, jaringan suara.com, pernyataan Gatot Nurmantyo tersebut disampaikannya dalam acara deklarasi KAMI Jawa Barat, bertempat di salah satu rumah pendukung KAMI yang benama Jumhur Hidayat.

Gatot Nurmantyo Bela Hafiz Alquran (Twitter/@demoCRAZY_id).
Gatot Nurmantyo Bela Hafiz Alquran (Twitter/@demoCRAZY_id).

Dalam cuplikan video yang dibagikan oleh akun Twitter @demoCRAZY_id pada Senin (7/9/2020), tampak Gatot Nurmantyo yang angkat suara terkait kabar tidak sedap tentang Hafiz Al Quran.

Gatot Nurmantyo juga menceritakan bagaimana kedekatannya dengan para hafiz Alquran yang kini tengah santer diberitakan.

"Mengapa saya demikian? Sudah sangat keterlaluan. Saya ingatkan, pada saat jam 17, tanggal 17 Agustus 2017, Saya sebagai panglima TNI di Markas Besar TNI Cilangkap mengadakan murojaah oleh 1.000 hafiz Quran dengan tema bersyukur dan memohon perlindungan Allah SWT untuk bangsa ini," ujar Gatot Nurmantyo, dikutip suara.com dari video unggahan akun Twitter @demoCRAZY_id.

Lebih lanjut lagi, ia menuturkan bahwa kegiatan tersebut membuatnya dijadikan sebagai pembina murojaah.

"Dan akhirnya saya jadi pembina murojaah hafiz Quran," sambung Gatot Nurmantyo.

Tidak hanya itu, Gatot Nurmantyo juga memaparkan peran seorang hafiz quran.

Ia tampak heran dengan sikap orang-orang yang menyudutkan para penghafal Alquran tersebut.

Gatot Nurmantyo tidak bisa membayangkan akan jadi seperti apa kitab suci apabila tidak ada hafiz Quran.

"Hafiz Quran itu yang melindungi Alquran, yang mengamankan Alquran. Bayangkan kalau tidak ada hafiz Quran, Alquran diganti kalimatnya, isinya diganti-ganti siapa yang tahu, gaada yang tahu," tutur Gatot Nurmantyo.

Dalam kesempatan deklarasi tersebut, Gatot Nurmantyo juga mengajak masyarakat untuk ikut terlibat mengembalikan kedaulatan Indonesia dan tergabung dalam gerakan moral KAMI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deklarasi KAMI di DIY, Gatot Nurmantyo: Masyarakat Jangan Mau Dipecah Belah

Deklarasi KAMI di DIY, Gatot Nurmantyo: Masyarakat Jangan Mau Dipecah Belah

Jogja | Jum'at, 04 September 2020 | 21:21 WIB

Tokoh KAMI Sampaikan Saja Uneg-uneg ke Mega dan Ketua Partai Pro Jokowi

Tokoh KAMI Sampaikan Saja Uneg-uneg ke Mega dan Ketua Partai Pro Jokowi

News | Rabu, 02 September 2020 | 06:05 WIB

Sikap Fadli Zon Soal KAMI Bagus Jika Dimulai Mundur dari Partai dan DPR

Sikap Fadli Zon Soal KAMI Bagus Jika Dimulai Mundur dari Partai dan DPR

News | Minggu, 30 Agustus 2020 | 12:30 WIB

Terkini

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:07 WIB

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

News | Sabtu, 04 April 2026 | 12:53 WIB

Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran

Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran

News | Sabtu, 04 April 2026 | 11:42 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

News | Sabtu, 04 April 2026 | 11:02 WIB

Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM

Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM

News | Sabtu, 04 April 2026 | 10:40 WIB

Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga

Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga

News | Sabtu, 04 April 2026 | 08:15 WIB

Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas

Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:46 WIB

Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi

Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:28 WIB

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:11 WIB

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 23:40 WIB